Facebook akhirnya buka suara mengenai apa yang sedang dilakukan dua pimpinannya, Mark Zuckerberg dan" />
www.transriau.com
22:37 WIB - Ustad Abdul Somad Berikan Tausiyah Pada Apel Akbar Nahdlatul Ulama | 22:10 WIB - DPRD Riau Setujui LKPJ 2017 Kepala Daerah | 22:08 WIB - KPU Riau Tetapkan DPT Pilkada 2018 Sebanyak 3,62 Juta, Berikut ini Rinciannya | 22:05 WIB - Debat Pilgub Riau Live di TV One, KPU Sebarkan 600 Undangan | 22:02 WIB - Asyari Nur Mendaftar ke KPU Sebagai Calon DPD RI | 20:46 WIB - 2014-2017, Pemprov Riau Bangun 665,73 Km Jalan dan 51 Jembatan
  Selasa, 24 April 2018 | Jam Digital
Follow:
 
Akhirnya Facebook Angkat Bicara soal Kebocoran Data Pengguna
SN
Rabu, 21/03/2018 - 21:29:09 WIB

TERKAIT:
 
  • Akhirnya Facebook Angkat Bicara soal Kebocoran Data Pengguna
  •  

    Facebook akhirnya buka suara mengenai apa yang sedang dilakukan dua pimpinannya, Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg, setelah beberapa hari lalu muncul laporan penyalahgunaan data para pengguna oleh Cambridge Analytica.

    Keduanya sedang fokus mengatasi masalah yang melibatkan data puluhan juta pengguna Facebook.

    "Mark, Sheryl dan tim mereka bekerja sepanjang waktu untuk mengumpulkan fakta dan mengambil langkah yang tepat ke depannya, karena mereka menganggap masalah ini serius," kata pihak Facebook dalam pernyataannya, seperti dikutip dari The Verge, Rabu (21/3/2018).

    Pemilik WhatsApp dan Instagram itu juga menegaskan komitmennya untuk melindungi data semua orang.

    "Kami sangat marah karena telah ditipu. Kami berkomitmen menegakkan semua kebijakan kami melindungi informasi semua orang dan akan mengambil langkah apa pun yang dibutuhkan," jelas perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut.

    Pernyataan Facebook ini dinilai berisi sejumlah pesan penting. Pertama, respons Facebook terlihat emosional, mengingat perusahaan pada pekan lalu menyebut tindakan Cambridge Analytica "tidak dapat diterima", kini mereka mengaku sangat marah.

    Kedua, pernyataan Facebook dinilai membuat perusahaan terlihat sebagai korban, dan tidak turut andil dalam penyalahgunaan data. Pesan terakhir, Facebook sadar banyak orang ingin mendengarkan penjelasan langsung Zuckerberg.

    Zuckerberg selaku CEO dan Sandberg sebagai COO, tengah menghadapi kritik karena masih menutup mulut atas penyalahgunaan data 50 juta pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

    Perusahaan yang menjadi mitra kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) Donald Drump pada 2016, itu dituding mengambil data secara tidak benar dari peneliti akademis, Aleksandr Kogan, dan menggunakannya untuk mengumpulkan informasi tentang lebih dari 50 juta profil di Facebook.

    Pekan ini tampaknya menjadi momen buruk bagi Mark Zuckerberg. Bagaimana tidak, setelah Facebook didera penyalahgunaan data pribadi 50 juta pengguna, nilai kekayaannya turun sebesar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 68,7 triliun, pada Senin (19/3/2018).

    Nilai kekayaannya kembali turun setidaknya US$ 4 miliar atau sekitar Rp 55 triliun pada Selasa (20/3/2018), berselang sehari setelah terungkapnya masalah tersebut. Seperti kebanyakan orang kaya di dunia lainnya, nilai kekayaan Zuckerberg ditentukan oleh naik atau turunnya harga saham perusahaannya.

    Sebelumnya, nilai saham perusahaan juga turun setidaknya 8 persen setelah politikus Inggris dan Amerika Serikat (AS) mengkritik Facebook dan Zuckerberg terkait dugaan pelanggaran data yang membagikan jutaan data pribadi pengguna.

    Berdasarkan daftar miliarder di dunia versi Majalah Forbes, kekayaan Zuckerberg tercatat sebesar US$ 66 miliar atau setara Rp 908 triliun pada Selasa. Sementara pada Jumat pekan lalu, nilai kekayaan suami Priscilla Chan itu tercatat US$ 75 miliar atau setara Rp 1.031 triliun.

    Artinya, nilai kekayaan Mark Zuckerberg turun hingga US$ 9 miliar atau setara Rp 123 triliun, hanya dalam waktu beberapa hari.

    Kasus penyalahgunaan data pengguna Facebook, yang melibatkan Cambridge Analytica berbuntut panjang. Menyusul temuan itu, Presiden Parlemen Eropa, Antonio Tajani, meminta Zuckerberg segera memberikan penjelasan terkait masalah tersebut.

    "Facebook perlu melakukan klarifikasi pada 500 juta perwakilan bahwa data pribadi mereka tak digunakan untuk memanipulasi demokrasi," tuturnya.

    Tuntutan klarifikasi ini dilakukan menyusul permintaan serupa dari pemerintah Inggris dan AS. Sebelumnya, salah seorang anggota parlemen Inggris, Damian Collins, juga meminta Zuckerber menjelaskan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi.

    Selain itu, ada pula senator AS, Mark Warner, yang merupakan Wakil Ketua Komite Intelijen, yang meminta Zuckerberg dan petinggi Facebook lainnya untuk memberikan testimoni mengenai peran Facebook yang dianggap melakukan "manipulasi sosial" pada Pemili AS 2016.



     
    Berita Terkini:
  • Ustad Abdul Somad Berikan Tausiyah Pada Apel Akbar Nahdlatul Ulama
  • DPRD Riau Setujui LKPJ 2017 Kepala Daerah
  • KPU Riau Tetapkan DPT Pilkada 2018 Sebanyak 3,62 Juta, Berikut ini Rinciannya
  • Debat Pilgub Riau Live di TV One, KPU Sebarkan 600 Undangan
  • Asyari Nur Mendaftar ke KPU Sebagai Calon DPD RI
  • 2014-2017, Pemprov Riau Bangun 665,73 Km Jalan dan 51 Jembatan
  • Sat Lantas Polres Pelalawan Sebar Spanduk
  • Asisten III Setda Kampar Nurhasani dan Rombongan Tinjau Lokasi Kunker Menteri PDTT
  • Bupati Kampar Lihat Langsung Kaeadaan Desa Yang Akan Dibangun Pemerintah
  • Melalui Pantauan dari Udara, Terlihat Masih Ada Daerah yang Belum Tersentuh Pembangunan
  • DP2KBP3A Bersinergi dengan Dinas Kesehatan Rohil Sosialisasika Deteksi Secara Dini Kanker Serviks
  • 8.651 Pelajar SMP di Siak Ikuti UN
  • Plt Bupati Siak H. Alfedri Sampaikan LKPJ Bupati Siak tahun 2017
  • Alfedri Bersama Unsur Forkompinda Musnahkan Ribuan Minuman Beralkohol
  • Menteri Desa PDTT Kunjungan Kerja Ke Kabupaten Kampar
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    4 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    5 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    6 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
    7 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    8 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
     
    TRANS PILIHAN
    Selasa, 17/04/2018 - 17:51 WIB
    Dr. (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri Narasumber Halaqoh Kebangsaan Ulama NU
    Presiden RI Hadiri Perhelatan Nahdlatul Ulama Wilayah Provinsi Riau
    Rangkaian Kegiatan Bersempena HUT ke 52 Bank Riau Kepri
    Kanwil DJP Riau Berikan Penghargaan Kepada Bank Riau Kepri Sebagai WP Kontributor Besar
    SKK Migas - Chevron Serahkan Meja dan Kursi Sekolah SMA 3 Rumbai dan SMP 44 Palas
    Pemprov Riau Raih Penghargaan Pelayanan Publik 2018
    Komisi C DPRD Bengkalis Segera Rampungkan Ranperda Penambahan Modal Untuk Bank Riau Kepri
    Kisah Sukses Peternak Sapi, Mampu Biayai Pendidikan Anak Hingga Perguruan Tinggi
    Pimimpin Visioner di Indonesia Ternyata Walikota Pekanbaru DR Firdaus ST MT
    Pertemuan Sekda Prov Riau dengan Direktur Pendanaan Bappenas RI
    Sekdaprov dan Sekda se-Riau Gelar Pertemuan Dengan Kemenko Perekonomian
    H. Azis Zaenal SH MM Resmi Di Nobatkan Sebagai Sultan Kampa Ke XIV
    Dinkes Rohul Siapkan Mobil Kesehatan Keliling
    Andi Rachman Sudah Wujudkan Mimpi, Buktinya Sudah Rp1,8 Triliun Dikucurkan untuk Inhil
    6 Program Prioritas RKPD tahun 2019 Pemkab Siak
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved