Facebook akhirnya buka suara mengenai apa yang sedang dilakukan dua pimpinannya, Mark Zuckerberg dan" />
www.transriau.com
19:32 WIB - DWP Kampar Rayakan HUT ke 19 | 19:22 WIB - Tim Tanggap Bencana Banjir Temukan Korban Tenggelam di Desa Terantang | 21:37 WIB - Gapki Region Sumatera Gelar Andalas Forum Radisson Golf & Convention Center | 21:28 WIB - UIR Segera Dirikan Pusat Studi Halal Kerjasama dengan BPOM dan MUI | 16:20 WIB - Calon Mahasiswa Baru UIR Asal Kepri Dapat Ikuti CBT di Batam dan Tanjungpinang Pada Bulan Januari 20 | 14:40 WIB - PT. CPI Luncurkan Program Pengembangan Keterampilan Tenaga Kerja
  Senin, 17 Desember 2018 | Jam Digital
Follow:
 
Akhirnya Facebook Angkat Bicara soal Kebocoran Data Pengguna
SN
Rabu, 21/03/2018 - 21:29:09 WIB

TERKAIT:
 
  • Akhirnya Facebook Angkat Bicara soal Kebocoran Data Pengguna
  •  

    Facebook akhirnya buka suara mengenai apa yang sedang dilakukan dua pimpinannya, Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg, setelah beberapa hari lalu muncul laporan penyalahgunaan data para pengguna oleh Cambridge Analytica.

    Keduanya sedang fokus mengatasi masalah yang melibatkan data puluhan juta pengguna Facebook.

    "Mark, Sheryl dan tim mereka bekerja sepanjang waktu untuk mengumpulkan fakta dan mengambil langkah yang tepat ke depannya, karena mereka menganggap masalah ini serius," kata pihak Facebook dalam pernyataannya, seperti dikutip dari The Verge, Rabu (21/3/2018).

    Pemilik WhatsApp dan Instagram itu juga menegaskan komitmennya untuk melindungi data semua orang.

    "Kami sangat marah karena telah ditipu. Kami berkomitmen menegakkan semua kebijakan kami melindungi informasi semua orang dan akan mengambil langkah apa pun yang dibutuhkan," jelas perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut.

    Pernyataan Facebook ini dinilai berisi sejumlah pesan penting. Pertama, respons Facebook terlihat emosional, mengingat perusahaan pada pekan lalu menyebut tindakan Cambridge Analytica "tidak dapat diterima", kini mereka mengaku sangat marah.

    Kedua, pernyataan Facebook dinilai membuat perusahaan terlihat sebagai korban, dan tidak turut andil dalam penyalahgunaan data. Pesan terakhir, Facebook sadar banyak orang ingin mendengarkan penjelasan langsung Zuckerberg.

    Zuckerberg selaku CEO dan Sandberg sebagai COO, tengah menghadapi kritik karena masih menutup mulut atas penyalahgunaan data 50 juta pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

    Perusahaan yang menjadi mitra kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) Donald Drump pada 2016, itu dituding mengambil data secara tidak benar dari peneliti akademis, Aleksandr Kogan, dan menggunakannya untuk mengumpulkan informasi tentang lebih dari 50 juta profil di Facebook.

    Pekan ini tampaknya menjadi momen buruk bagi Mark Zuckerberg. Bagaimana tidak, setelah Facebook didera penyalahgunaan data pribadi 50 juta pengguna, nilai kekayaannya turun sebesar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 68,7 triliun, pada Senin (19/3/2018).

    Nilai kekayaannya kembali turun setidaknya US$ 4 miliar atau sekitar Rp 55 triliun pada Selasa (20/3/2018), berselang sehari setelah terungkapnya masalah tersebut. Seperti kebanyakan orang kaya di dunia lainnya, nilai kekayaan Zuckerberg ditentukan oleh naik atau turunnya harga saham perusahaannya.

    Sebelumnya, nilai saham perusahaan juga turun setidaknya 8 persen setelah politikus Inggris dan Amerika Serikat (AS) mengkritik Facebook dan Zuckerberg terkait dugaan pelanggaran data yang membagikan jutaan data pribadi pengguna.

    Berdasarkan daftar miliarder di dunia versi Majalah Forbes, kekayaan Zuckerberg tercatat sebesar US$ 66 miliar atau setara Rp 908 triliun pada Selasa. Sementara pada Jumat pekan lalu, nilai kekayaan suami Priscilla Chan itu tercatat US$ 75 miliar atau setara Rp 1.031 triliun.

    Artinya, nilai kekayaan Mark Zuckerberg turun hingga US$ 9 miliar atau setara Rp 123 triliun, hanya dalam waktu beberapa hari.

    Kasus penyalahgunaan data pengguna Facebook, yang melibatkan Cambridge Analytica berbuntut panjang. Menyusul temuan itu, Presiden Parlemen Eropa, Antonio Tajani, meminta Zuckerberg segera memberikan penjelasan terkait masalah tersebut.

    "Facebook perlu melakukan klarifikasi pada 500 juta perwakilan bahwa data pribadi mereka tak digunakan untuk memanipulasi demokrasi," tuturnya.

    Tuntutan klarifikasi ini dilakukan menyusul permintaan serupa dari pemerintah Inggris dan AS. Sebelumnya, salah seorang anggota parlemen Inggris, Damian Collins, juga meminta Zuckerber menjelaskan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi.

    Selain itu, ada pula senator AS, Mark Warner, yang merupakan Wakil Ketua Komite Intelijen, yang meminta Zuckerberg dan petinggi Facebook lainnya untuk memberikan testimoni mengenai peran Facebook yang dianggap melakukan "manipulasi sosial" pada Pemili AS 2016.



     
    Berita Terkini:
  • DWP Kampar Rayakan HUT ke 19
  • Tim Tanggap Bencana Banjir Temukan Korban Tenggelam di Desa Terantang
  • Gapki Region Sumatera Gelar Andalas Forum Radisson Golf & Convention Center
  • UIR Segera Dirikan Pusat Studi Halal Kerjasama dengan BPOM dan MUI
  • Calon Mahasiswa Baru UIR Asal Kepri Dapat Ikuti CBT di Batam dan Tanjungpinang Pada Bulan Januari 20
  • PT. CPI Luncurkan Program Pengembangan Keterampilan Tenaga Kerja
  • Rektor UIR Lepas 10 Dosen & Pegawai Umroh ke Mekkah
  • PWNU Riau Minta Gubri Wan Thamrin Maksimalkan Tugas
  • Bupati Bengkalis Terima Penghargaan dari Menkumham Yasonna Laoly
  • BPJS Pekanbaru Sosialisasikan Pendaftaran Melalui OSS
  • Walikota Pekanbaru Imbau Seluruh ASN Gunakan Pakaian Melayu
  • PT BSP Support Kegiatan PWI Riau
  • Andi Rachman diundang Khusus Saat Pelantikan Wan Thamrin Hasyim Sebagai Gubernur Defenitif
  • Wan Thamrin Hasyim Resmi dilatik Gubernur Riau Definitif
  • Aras Mulyadi Menang Telak Dalam PEmilihan Rektor UNRI
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    4 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    5 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    6 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    7 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
    8 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    9 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    10 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
     
    TRANS PILIHAN
    Senin, 03/12/2018 - 20:57 WIB
    Pemda Pelalawan Kembangkan Destinasi Wisata Lokal Danau Tajwid
    Bank Riau Kepri Terima 3 Penghargaan Pada Ajang SPEx2 Award 2018
    APBD Murni 2019 Pemmo Pekanbaru disahkan
    Dihadapan Kapolri Plt Gubri Bersama Dirut Bank Riau Kepri Teken MoU Samsat Nasional
    Riau Expo 2018, Sinar Mas Tampilkan Kuliner dan Hasil Pertanian Binaannya
    PT RAPP Memeriahkan Event Riau Expo 2018
    Bawaslu Riau Putuskan Deklarasi Kepala Daerah Dukung Jokowi Tidak Penuhi Unsur Pidana
    KPK Segara Launching MoU Pajak Online Antara 4 Walikota dan 1 Bupati di Riau/Kepri Dengan BRK
    Pemkab Bintan Terima Satu Unit Mobil Pelayanan Pajak Daerah CSR Bank Riau Kepri
    Pemprov Riau Beri Penghargaan 17 Pemuda Berprestasi
    Plt Gubri Lantik 79 Kepala SMA/SMK dan SLB se Provinsi Riau
    Penandatanganan MoU Kerjasama Bisnis Kadin dan Aljazair
    Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim Terima Sertifikat WBTB Dari Mendikbud
    Sekda Pemprov Riau Buka Rakor Pengawasan Daerah 2018
    KPK RI Kumpulkan Lima Kepala Bapenda di Bank Riau Kepri
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved