Facebook akhirnya buka suara mengenai apa yang sedang dilakukan dua pimpinannya, Mark Zuckerberg dan" />
www.transriau.com
20:44 WIB - Detik-detik Peringatan Upacara HUT RI 73 di Kantor Gubernur Riau Berlangsung Sukses | 20:33 WIB - 281 Orang Napi Kelas II Siak Dapat Remisi | 19:55 WIB - Ketua Bawaslu Riau Bacakan Amanat Gubernur Pada Upacara HUT RI ke 73 | 19:50 WIB - Upacara Detik-detik Peringatan Hari Kemerdekaan Ri ke-73 di Pelalawan Berjalan Khidmat | 19:24 WIB - Andi Rachman dan Rusli Zainal Saling Sapa | 19:17 WIB - Upacara HUT ke-73 RI di Kampar Berlangsung Khidmat
  Sabtu, 18 08 2018 | Jam Digital
Follow:
 
Akhirnya Facebook Angkat Bicara soal Kebocoran Data Pengguna
SN
Rabu, 21/03/2018 - 21:29:09 WIB

TERKAIT:
 
  • Akhirnya Facebook Angkat Bicara soal Kebocoran Data Pengguna
  •  

    Facebook akhirnya buka suara mengenai apa yang sedang dilakukan dua pimpinannya, Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg, setelah beberapa hari lalu muncul laporan penyalahgunaan data para pengguna oleh Cambridge Analytica.

    Keduanya sedang fokus mengatasi masalah yang melibatkan data puluhan juta pengguna Facebook.

    "Mark, Sheryl dan tim mereka bekerja sepanjang waktu untuk mengumpulkan fakta dan mengambil langkah yang tepat ke depannya, karena mereka menganggap masalah ini serius," kata pihak Facebook dalam pernyataannya, seperti dikutip dari The Verge, Rabu (21/3/2018).

    Pemilik WhatsApp dan Instagram itu juga menegaskan komitmennya untuk melindungi data semua orang.

    "Kami sangat marah karena telah ditipu. Kami berkomitmen menegakkan semua kebijakan kami melindungi informasi semua orang dan akan mengambil langkah apa pun yang dibutuhkan," jelas perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut.

    Pernyataan Facebook ini dinilai berisi sejumlah pesan penting. Pertama, respons Facebook terlihat emosional, mengingat perusahaan pada pekan lalu menyebut tindakan Cambridge Analytica "tidak dapat diterima", kini mereka mengaku sangat marah.

    Kedua, pernyataan Facebook dinilai membuat perusahaan terlihat sebagai korban, dan tidak turut andil dalam penyalahgunaan data. Pesan terakhir, Facebook sadar banyak orang ingin mendengarkan penjelasan langsung Zuckerberg.

    Zuckerberg selaku CEO dan Sandberg sebagai COO, tengah menghadapi kritik karena masih menutup mulut atas penyalahgunaan data 50 juta pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

    Perusahaan yang menjadi mitra kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) Donald Drump pada 2016, itu dituding mengambil data secara tidak benar dari peneliti akademis, Aleksandr Kogan, dan menggunakannya untuk mengumpulkan informasi tentang lebih dari 50 juta profil di Facebook.

    Pekan ini tampaknya menjadi momen buruk bagi Mark Zuckerberg. Bagaimana tidak, setelah Facebook didera penyalahgunaan data pribadi 50 juta pengguna, nilai kekayaannya turun sebesar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 68,7 triliun, pada Senin (19/3/2018).

    Nilai kekayaannya kembali turun setidaknya US$ 4 miliar atau sekitar Rp 55 triliun pada Selasa (20/3/2018), berselang sehari setelah terungkapnya masalah tersebut. Seperti kebanyakan orang kaya di dunia lainnya, nilai kekayaan Zuckerberg ditentukan oleh naik atau turunnya harga saham perusahaannya.

    Sebelumnya, nilai saham perusahaan juga turun setidaknya 8 persen setelah politikus Inggris dan Amerika Serikat (AS) mengkritik Facebook dan Zuckerberg terkait dugaan pelanggaran data yang membagikan jutaan data pribadi pengguna.

    Berdasarkan daftar miliarder di dunia versi Majalah Forbes, kekayaan Zuckerberg tercatat sebesar US$ 66 miliar atau setara Rp 908 triliun pada Selasa. Sementara pada Jumat pekan lalu, nilai kekayaan suami Priscilla Chan itu tercatat US$ 75 miliar atau setara Rp 1.031 triliun.

    Artinya, nilai kekayaan Mark Zuckerberg turun hingga US$ 9 miliar atau setara Rp 123 triliun, hanya dalam waktu beberapa hari.

    Kasus penyalahgunaan data pengguna Facebook, yang melibatkan Cambridge Analytica berbuntut panjang. Menyusul temuan itu, Presiden Parlemen Eropa, Antonio Tajani, meminta Zuckerberg segera memberikan penjelasan terkait masalah tersebut.

    "Facebook perlu melakukan klarifikasi pada 500 juta perwakilan bahwa data pribadi mereka tak digunakan untuk memanipulasi demokrasi," tuturnya.

    Tuntutan klarifikasi ini dilakukan menyusul permintaan serupa dari pemerintah Inggris dan AS. Sebelumnya, salah seorang anggota parlemen Inggris, Damian Collins, juga meminta Zuckerber menjelaskan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi.

    Selain itu, ada pula senator AS, Mark Warner, yang merupakan Wakil Ketua Komite Intelijen, yang meminta Zuckerberg dan petinggi Facebook lainnya untuk memberikan testimoni mengenai peran Facebook yang dianggap melakukan "manipulasi sosial" pada Pemili AS 2016.



     
    Berita Terkini:
  • Detik-detik Peringatan Upacara HUT RI 73 di Kantor Gubernur Riau Berlangsung Sukses
  • 281 Orang Napi Kelas II Siak Dapat Remisi
  • Ketua Bawaslu Riau Bacakan Amanat Gubernur Pada Upacara HUT RI ke 73
  • Upacara Detik-detik Peringatan Hari Kemerdekaan Ri ke-73 di Pelalawan Berjalan Khidmat
  • Andi Rachman dan Rusli Zainal Saling Sapa
  • Upacara HUT ke-73 RI di Kampar Berlangsung Khidmat
  • Bupati Inhil HM Wardan Minta Generasi Bangsa Kenang Jasa Pahlawan
  • Prabowo Peroleh Kartu Anggota NU dari Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj
  • Komisi IV DPRD Riau Optimis Jembatan Siak IV dan Fly Over Mal SKA Selesai Tahun Ini
  • PD BPR Gemilang Pemkab Inhil Terima Penghargaan
  • Bupati Inhil Pimpin Rangkaian Kegiatan HUT RI ke-73
  • 5 Pimpinan Bawaslu Kabupaten Kampar Resmi Dilantik
  • Tiga Asisten Kejati Riau Diganti
  • 300 ASN Pemprov Riau Terima Penghargaan Satya Lancana Karya
  • 54 Anggota Bawaslu Kabupaten/kota se Riau Dilantik di Jakarta
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    4 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
    7 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    8 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    9 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    10 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
     
    TRANS PILIHAN
    Rabu, 08/08/2018 - 21:55 WIB
    Hadiri Haketnas di Riau, BJ Habibi Dipakaikan Tanjak
    DPRD Bersama OPD Terkait Bahas Penundaan Imunisasi Campak Measles Rubella di Kabupaten Inhil
    SMA dan SMK di Wilayah Operasi SKK Migas Lakukan Edukasi pada Pekanbaru Raya Expo
    UIR dan IPB Sepakati Nota Kesepahaman di Bidang Pendidikan
    Mendagri Keluarkan Surat Melibatkan Program Gubernur Terpilih Dalam Penyusunan KUA - PPAS 2019
    Syamsuar Jabat Ketua Mabicab Pramuka Kabupaten Siak
    Pemkab Inhil Berikan Perhatian Serius Terhadap Pembangunan Bidang Keagamaan
    Sekda Inhil Apresiasi Pendidikan Kecamatan Kempas
    Bupati Inhil HM Wardan Hadiri Rakornas TPID Ke - 7
    Sekda Inhil Ikuti Jalan Santai Bersempena Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa
    Bupati Inhil HM Wardan Resmikan Peluncuran Sistem Inpas
    Bupati Inhil Harapkan Pilkada Berjalan Kondusif dan Aman
    Paripurna Milad Inhil Ke-53,
    Ketua DPRD Himbau Masyarakat Gunakan Hak Pilih
    Pjs Bupati Inhil Gelar Open House
    Sekda Inhil Ajak Masyarakat Saling Bantu
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved