Facebook akhirnya buka suara mengenai apa yang sedang dilakukan dua pimpinannya, Mark Zuckerberg dan" />
www.transriau.com
21:34 WIB - Pilgubri 2018, Bawaslu Riau Petakan 5.298 TPS Rawan Kecurangan | 21:20 WIB - Sekda Kampar Pelayanan RSUD Bangkinang | 21:15 WIB - Syamsuar : Di Siak Muatan Lokal Budaya Melayu Eksis Sejak Tahun 2006 | 21:12 WIB - Pasca Cuti, Gubri Lansung Canangkan Penguatan Muatan Lokal Budaya Melayu | 21:04 WIB - Pilkada Serentak Tahun 2018, 27 Juni Libur Nasional | 21:01 WIB - Bupati Inhil HM Wardan Panggil Pengusaha-pengusaha Besar
  Selasa, 26 Juni 2018 | Jam Digital
Follow:
 
Akhirnya Facebook Angkat Bicara soal Kebocoran Data Pengguna
SN
Rabu, 21/03/2018 - 21:29:09 WIB

TERKAIT:
 
  • Akhirnya Facebook Angkat Bicara soal Kebocoran Data Pengguna
  •  

    Facebook akhirnya buka suara mengenai apa yang sedang dilakukan dua pimpinannya, Mark Zuckerberg dan Sheryl Sandberg, setelah beberapa hari lalu muncul laporan penyalahgunaan data para pengguna oleh Cambridge Analytica.

    Keduanya sedang fokus mengatasi masalah yang melibatkan data puluhan juta pengguna Facebook.

    "Mark, Sheryl dan tim mereka bekerja sepanjang waktu untuk mengumpulkan fakta dan mengambil langkah yang tepat ke depannya, karena mereka menganggap masalah ini serius," kata pihak Facebook dalam pernyataannya, seperti dikutip dari The Verge, Rabu (21/3/2018).

    Pemilik WhatsApp dan Instagram itu juga menegaskan komitmennya untuk melindungi data semua orang.

    "Kami sangat marah karena telah ditipu. Kami berkomitmen menegakkan semua kebijakan kami melindungi informasi semua orang dan akan mengambil langkah apa pun yang dibutuhkan," jelas perusahaan asal Negeri Paman Sam tersebut.

    Pernyataan Facebook ini dinilai berisi sejumlah pesan penting. Pertama, respons Facebook terlihat emosional, mengingat perusahaan pada pekan lalu menyebut tindakan Cambridge Analytica "tidak dapat diterima", kini mereka mengaku sangat marah.

    Kedua, pernyataan Facebook dinilai membuat perusahaan terlihat sebagai korban, dan tidak turut andil dalam penyalahgunaan data. Pesan terakhir, Facebook sadar banyak orang ingin mendengarkan penjelasan langsung Zuckerberg.

    Zuckerberg selaku CEO dan Sandberg sebagai COO, tengah menghadapi kritik karena masih menutup mulut atas penyalahgunaan data 50 juta pengguna Facebook oleh Cambridge Analytica.

    Perusahaan yang menjadi mitra kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) Donald Drump pada 2016, itu dituding mengambil data secara tidak benar dari peneliti akademis, Aleksandr Kogan, dan menggunakannya untuk mengumpulkan informasi tentang lebih dari 50 juta profil di Facebook.

    Pekan ini tampaknya menjadi momen buruk bagi Mark Zuckerberg. Bagaimana tidak, setelah Facebook didera penyalahgunaan data pribadi 50 juta pengguna, nilai kekayaannya turun sebesar US$ 5 miliar atau sekitar Rp 68,7 triliun, pada Senin (19/3/2018).

    Nilai kekayaannya kembali turun setidaknya US$ 4 miliar atau sekitar Rp 55 triliun pada Selasa (20/3/2018), berselang sehari setelah terungkapnya masalah tersebut. Seperti kebanyakan orang kaya di dunia lainnya, nilai kekayaan Zuckerberg ditentukan oleh naik atau turunnya harga saham perusahaannya.

    Sebelumnya, nilai saham perusahaan juga turun setidaknya 8 persen setelah politikus Inggris dan Amerika Serikat (AS) mengkritik Facebook dan Zuckerberg terkait dugaan pelanggaran data yang membagikan jutaan data pribadi pengguna.

    Berdasarkan daftar miliarder di dunia versi Majalah Forbes, kekayaan Zuckerberg tercatat sebesar US$ 66 miliar atau setara Rp 908 triliun pada Selasa. Sementara pada Jumat pekan lalu, nilai kekayaan suami Priscilla Chan itu tercatat US$ 75 miliar atau setara Rp 1.031 triliun.

    Artinya, nilai kekayaan Mark Zuckerberg turun hingga US$ 9 miliar atau setara Rp 123 triliun, hanya dalam waktu beberapa hari.

    Kasus penyalahgunaan data pengguna Facebook, yang melibatkan Cambridge Analytica berbuntut panjang. Menyusul temuan itu, Presiden Parlemen Eropa, Antonio Tajani, meminta Zuckerberg segera memberikan penjelasan terkait masalah tersebut.

    "Facebook perlu melakukan klarifikasi pada 500 juta perwakilan bahwa data pribadi mereka tak digunakan untuk memanipulasi demokrasi," tuturnya.

    Tuntutan klarifikasi ini dilakukan menyusul permintaan serupa dari pemerintah Inggris dan AS. Sebelumnya, salah seorang anggota parlemen Inggris, Damian Collins, juga meminta Zuckerber menjelaskan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi.

    Selain itu, ada pula senator AS, Mark Warner, yang merupakan Wakil Ketua Komite Intelijen, yang meminta Zuckerberg dan petinggi Facebook lainnya untuk memberikan testimoni mengenai peran Facebook yang dianggap melakukan "manipulasi sosial" pada Pemili AS 2016.



     
    Berita Terkini:
  • Pilgubri 2018, Bawaslu Riau Petakan 5.298 TPS Rawan Kecurangan
  • Sekda Kampar Pelayanan RSUD Bangkinang
  • Syamsuar : Di Siak Muatan Lokal Budaya Melayu Eksis Sejak Tahun 2006
  • Pasca Cuti, Gubri Lansung Canangkan Penguatan Muatan Lokal Budaya Melayu
  • Pilkada Serentak Tahun 2018, 27 Juni Libur Nasional
  • Bupati Inhil HM Wardan Panggil Pengusaha-pengusaha Besar
  • Ziarah Kubur Penuh Makna dan Berkah di Desa Binuong Kampar
  • Pemkab Inhil Gelar Malam Resepsi Syukuran Milad ke - 53
  • Andi Rachman Terima Penghargaan dari DHN Angkatan 45
  • Kadispenad : Netralitas TNI AD Jangan diragukan, Melanggar ditindak Tegas
  • Sambut HUT ke 68, Kodam I/BB Laksanakan Ziarah ke Taman Makan Pahlawan
  • Satresnarkoba Polres Kampar Tangkap Seorang Pengedar Shabu di Desa Sawah Baru Kampa
  • Dua Orang Remaja Tanggung Kepergok Nyongkel Kotak Infak Masjid
  • Panwaslu Pekanbaru Minta Pemko Cabut Surat Wajibkan ASN dan THL Memilih
  • NU dan Perjuangan Kemerdekaan Atas Palestina
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    4 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
    7 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    8 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
     
    TRANS PILIHAN
    Selasa, 12/06/2018 - 19:37 WIB
    Jelang Idul Fitri, Kasubbag Humas Polres Kampar Sampaikan Pesan Kamtibmas Melalui Radio
    PWNU Riau Deklarasikan 3 Nama Cawapres Jokowi
    Sinarmas Forestry Berbagi Bersama Anak Yatim dan Fakir Miskin
    Pjs Bupati Inhil Lantik Penjabat Kepala Desa 2 Kecamatan Sekaligus
    Buka Puasa Bersama Wartawan, Chevron Kenalkan 6 Terapan Keselamatan Bekerja di Bulan Ramadhan
    Pjs Bupati Inhil Terima Penghargaan APIP Level 2
    Optimis Raih 60 Persen Suara di Inhu, Para Guru Doakan Firdaus-Rusli Menang
    20 Orang Calon Anggota Bawaslu Riau ikuti Pemeriksaan Kesehatan
    Pemkab Inhil Gelar Buka Puasa Bersama KKIH di Pekanbaru
    Polres Pelalawan Gelar Sertijab Wakapolres
    Wabup Kampar : Seimbangkan Pembangunan Fisik dan Mental
    Menaker RI Serahkan Award IHCA IV 2018 Untuk Duo Irvandi
    Safari Ramadhan Plt. Bupati Siak di Kecamatan kandis
    Tokoh Jawa Meranti Ajak Masyarakat Pesisir Kompak Dukung Syamsuar
    Bupati Amril Mukminin Ajak Masyarakat Rupat Utara Peduli Bahaya Narkoba
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved