www.transriau.com
20:42 WIB - Getir Kehidupan Kakek Syafri Lansia berusia 86 Tahun Yang Terus Berjuang | 19:27 WIB - Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan | 17:03 WIB - Kapolresta Ajak PWI Pokja Pekanbaru Lawan Hoaks Covid-19 | 16:55 WIB - Agung Nugroho Hibahkan Satu Unit Ambulance ke Masjid Peripurna An Najah Pekanbaru | 22:29 WIB - Virus Hoax Vs Virus Covid | 10:10 WIB - Belum Usai Pandemi Melanda Negeri, Kini Ibu Pertiwi Berduka Lagi
  Minggu, 24 Januari 2021 | Jam Digital
Follow:
 
Facebook, Twitter, Dkk Didesak Segera Beraksi Lawan Ujaran Kebencian

Senin, 05/12/2016 - 16:56:45 WIB

TERKAIT:
 
  • Facebook, Twitter, Dkk Didesak Segera Beraksi Lawan Ujaran Kebencian
  •  

    Komisi Eropa telah meminta perusahaan teknologi asal Amerika seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan Microsoft untuk mempercepat penanganan terhadap ujaran kebencian hingga terorisme di situs masing-masing. Jika tidak, perusahaan tersebut terancam akan dituntut melalui jalur hukum.

    Pada Mei, beberapa perusahaan telah menandatangani 'code of conduct' dengan Uni Eropa (EU) agar cepat dan efisien dalam memerangi penyebaran ujaran kebencian di dunia maya. Namun, menurut laporan dari komisi EU Justice Commissioner Vera Jourova, para perusahaan teknologi besar itu belum memenuhi kepuasan sesuai perjanjian.

    Code of conduct mengharuskan perusahaan untuk meninjau ulang mayoritas ujaran kebencian yang telah diberi bendera dalam 24 jam dan menghapusnya jika diperlukan. Perusahaan juga setuju untuk memperkuat kerjasama dengan lembaga sipil yang akan memberikan laporan mengenai konten yang berbau kekerasan, terorisme, maupun kebencian.

    "Dalam praktiknya perusahaan memakan waktu lebih lama dan belum mencapai tujuan ini," kata seorang pejabat Komisi pada Reuters. "Mereka hanya mengulas 40% dari kasus yang tercatat dalam waktu kurang dari 24 jam. Setelah 48 jam angka itu lebih dari 80%. Hal ini menunjukkan bahwa target realistis dapat dicapai, tapi ini akan membutuhkan upaya yang lebih kuat dari perusahaan IT."

    Youtube dilaporkan menjadi media sosial yang paling cepat merespons konten dengan bendera. Di posisi lain, Twitter menjadi yang paling lambat. Setelah 600 pemberitahuan yang diduga berisi konten kebencian kepada perusahaan dalam enam bulan, laporan itu menemukan bahwa 316 kasus direspons. Namun, hanya 163 dari konten yang ditandai yang dihapus. Dalam 153 kasus, konten itu tidak diturunkan karena perusahaan mengatakan mereka tidak menemukan pelanggaran aturan komunitas mereka.*




















    sumber : okezone.com



     
    Berita Terkini:
  • Getir Kehidupan Kakek Syafri Lansia berusia 86 Tahun Yang Terus Berjuang
  • Zukri-Nasarudin Ditetapkan Sebagai Bupati dan Wakil Pelalawan
  • Kapolresta Ajak PWI Pokja Pekanbaru Lawan Hoaks Covid-19
  • Agung Nugroho Hibahkan Satu Unit Ambulance ke Masjid Peripurna An Najah Pekanbaru
  • Virus Hoax Vs Virus Covid
  • Belum Usai Pandemi Melanda Negeri, Kini Ibu Pertiwi Berduka Lagi
  • Peduli Bencana, JNE Gratiskan Biaya Pengiriman Bantuan
  • Dispora dan Disdik Riau Bakal Bentuk Sekolah Olahraga
  • Agung Nugroho: Perda Ini Akan Bermanfaat Bagi Masyarakat Riau
  • Dua Orang Anggota DPRD Riau Fraksi PAN dan Demokrat Periode 2019-2024 Resmi dilantik
  • Muflihun : Ini Akan Jadi Agenda Rutin
  • Bakti Sosial Darmex Plantation, Berikan Bantuan Sembako Untuk 5.000 KK di Riau dan Jambi
  • Dua PAW Anggota DPRD Riau dari Fraksi PAN dan Demokrat Senin Depan akan dilantik
  • BPJS Kesehatan Imbau Masyarakat Gotong Royong Sukseskan Vaksinasi Covid-19
  • Ade Hartati: Vaksin Aman dan Tidak Ada Masalah Untuk Tubuh
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    4 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    7 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    8 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
     
    TRANS PILIHAN
    Jumat, 22/01/2021 - 22:29 WIB
    Kiprah Wartawan di Tengah Pandemi
    Virus Hoax Vs Virus Covid
    Ade Hartati: Vaksin Aman dan Tidak Ada Masalah Untuk Tubuh
    Kabinet Jokowi - Ma'aruf Amin di Reshuffle
    Enam Wajah Baru Menjadi Anggota Kabinet Indonesia Maju
    Bupati Terpilih Kabupaten Pelalawan Zukri Bersama Wakilnya Kunjungi Kediaman HM Harris
    Yulisman dan Agung Nugroho Resmi dilantik sebagai Pimpinan DPRD Riau
    RAPP dan APR Ekspor Kertas ke Berbagai Negara Senilai Rp23,75 T
    Gubernur Riau didampingi Pjs. Bupati Rohil Rudyanto Panen Melon di Taman Edukasi Pemerintah
    Pemkab Rohil Terima Hibah dari Kementerian ESDM RI
    Pjs. Bupati Rohil Rudyanto Ajak Masyarakat Menjadikan Kecamatan Sinaboi Daerah Penghasil Ikan
    Kunjungan Kerja Pjs. Bupati Rohil di Kecamatan Sinaboi
    Penerapan Protokol Kesehatan Langkah Mencegah Penularan Covid-19
    Dua Orang Anggota DPRD Riau Fraksi Golkar dan Gerindra Periode 2019-2024 Resmi dilantik
    Pemprov Riau Terima Bantuan 126 Ribu Masker dari SKK Migas Sumbagut
    Gubernur Riau H. Syamsuar Beri Penghargaan Pada Nakes Yang Berjuang Lawan Covid-19
    Gubri Kembali Terima Bantuan Masker dari PT RAPP
    DPRD dan Pemprov Sahkan APBD-P Riau 2020
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved