www.transriau.com
23:23 WIB - Yuyun Hidayat Minta Pemprov Riau Serius Perhatikan Infrastrutkur Jalan | 22:52 WIB - PT RAPP Bersama Desa Kebun Lado Bersihkan Kanal Atasi Banjir | 17:28 WIB - Agung Nugroho Perjuangkan Pengembalian Pemotongan Dana BLT Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19 | 16:19 WIB - Zukri: Jangan Sampai Aspirasi Menjadi Catatan Tertulis Lalu Hilang | 15:27 WIB - Pemprov Jangan Alergi Hasil Reses Anggota Dewan | 12:49 WIB - Puluhan Tahanan Polsek Bangko Laksanakan Rapid Test
  Kamis, 02 Juli 2020 | Jam Digital
Follow:
 
Facebook, Twitter, Dkk Didesak Segera Beraksi Lawan Ujaran Kebencian

Senin, 05/12/2016 - 16:56:45 WIB

TERKAIT:
 
  • Facebook, Twitter, Dkk Didesak Segera Beraksi Lawan Ujaran Kebencian
  •  

    Komisi Eropa telah meminta perusahaan teknologi asal Amerika seperti Facebook, Twitter, Youtube, dan Microsoft untuk mempercepat penanganan terhadap ujaran kebencian hingga terorisme di situs masing-masing. Jika tidak, perusahaan tersebut terancam akan dituntut melalui jalur hukum.

    Pada Mei, beberapa perusahaan telah menandatangani 'code of conduct' dengan Uni Eropa (EU) agar cepat dan efisien dalam memerangi penyebaran ujaran kebencian di dunia maya. Namun, menurut laporan dari komisi EU Justice Commissioner Vera Jourova, para perusahaan teknologi besar itu belum memenuhi kepuasan sesuai perjanjian.

    Code of conduct mengharuskan perusahaan untuk meninjau ulang mayoritas ujaran kebencian yang telah diberi bendera dalam 24 jam dan menghapusnya jika diperlukan. Perusahaan juga setuju untuk memperkuat kerjasama dengan lembaga sipil yang akan memberikan laporan mengenai konten yang berbau kekerasan, terorisme, maupun kebencian.

    "Dalam praktiknya perusahaan memakan waktu lebih lama dan belum mencapai tujuan ini," kata seorang pejabat Komisi pada Reuters. "Mereka hanya mengulas 40% dari kasus yang tercatat dalam waktu kurang dari 24 jam. Setelah 48 jam angka itu lebih dari 80%. Hal ini menunjukkan bahwa target realistis dapat dicapai, tapi ini akan membutuhkan upaya yang lebih kuat dari perusahaan IT."

    Youtube dilaporkan menjadi media sosial yang paling cepat merespons konten dengan bendera. Di posisi lain, Twitter menjadi yang paling lambat. Setelah 600 pemberitahuan yang diduga berisi konten kebencian kepada perusahaan dalam enam bulan, laporan itu menemukan bahwa 316 kasus direspons. Namun, hanya 163 dari konten yang ditandai yang dihapus. Dalam 153 kasus, konten itu tidak diturunkan karena perusahaan mengatakan mereka tidak menemukan pelanggaran aturan komunitas mereka.*




















    sumber : okezone.com



     
    Berita Terkini:
  • Yuyun Hidayat Minta Pemprov Riau Serius Perhatikan Infrastrutkur Jalan
  • PT RAPP Bersama Desa Kebun Lado Bersihkan Kanal Atasi Banjir
  • Agung Nugroho Perjuangkan Pengembalian Pemotongan Dana BLT Untuk Masyarakat Terdampak Covid-19
  • Zukri: Jangan Sampai Aspirasi Menjadi Catatan Tertulis Lalu Hilang
  • Pemprov Jangan Alergi Hasil Reses Anggota Dewan
  • Puluhan Tahanan Polsek Bangko Laksanakan Rapid Test
  • Hadi Penandio Gantikan Zainal Kasatpol PP Riau
  • Syamsuar Kunjungi Kementerian PUPR Laporkan Kondisi 4 Sungai Besar di Riau
  • Besar Kemungkinan PAW Noviwaldi Jusman Adalah Syahroni Tua
  • Fraksi PDI Perjuangan DPRD Riau Dorong Perda Pesantren Segera disahkan
  • Pemrov Riau Raih WTP 6 Kali Berturut-turut
  • Anton bersama Keluarga Ucapkan Dua Kalimat Syahadat dihadapan Ketum PB GNP Covid-19 dan Tokoh NU
  • DPRD Harap OJK Segera Keluarkan Rekomendasi Calon Komut dan Dirut Bank Riau
  • Pemprov Raih Opini WTP Atas Laporan Keuangan Tahun 2019
  • Pemprov Riau Sampaikan LHP BPK RI Keuangan Tahun 2019
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    4 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    7 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    8 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
     
    TRANS PILIHAN
    Senin, 22/06/2020 - 18:21 WIB
    Walikota Pekanbaru Resmikan Koridor Baru Bus TMP
    Rekam Jejak 20 Pejabat Eselon II Pemprov Riau yang Baru dilantik Gubernur Syamsuar
    Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji 1441 H/2020 M
    Pertamina EP Lirik Field Berdayakan Petani ditengah Pandemi
    Gubri Pimpin Penyemprotan Disenfektan dan Pelaksanaan Rapid Test Bukitraya
    Utamakan Keselamatan, Keberangkatan Jemaah Haji 1441H Dibatalkan
    Gubri Tinjau Persiapan Pelaksanaan New Normal Covid-19 di Rohil
    Masih Muda dan Mulai Usaha, Why Not?
    Gubri Syamsuar Sosialisasikan Program New NormalĀ 
    JNE Distribusikan Beras Bansos Pemerintah RI
    PT Selaras Abadi Utama dan Mitra Kerja Salurkan Bantuan Sosial di Pelalawan
    PT NWR dan PT NSR Kembali Salurkan Ratusan Paket Sembako Untuk Masyarakat Langgam
    PTPN V Salurkan 7.000 Paket Sembako Senilai 1 Miliar, Mendukungkung Terwujudnya New Normal
    Kontribusi Nyata Untuk Brand Lokal
    Karang Taruna Rejosari Bangun Ketahanan Pangan dan Protein di Pekanbaru
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved