www.transriau.com
21:55 WIB - Pemkab Pelalawan Salurkan BLT DD Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19 di Kecamatan Pangkalan Kuras | 19:57 WIB - Begini Penjelasan PLN Terkait Lonjakan Rekening Listrik | 19:56 WIB - | 14:26 WIB - Pertamina EP Lirik Field Berdayakan Petani ditengah Pandemi | 18:00 WIB - PTPN V Selalu Jaga Harmonisasi dan Memberdayakan Masyarakat Sekitar Kebun Sei Rokan | 10:09 WIB - Era New Normal, DPRD Riau Kembali Laksanakan Kegiatan Kedewanan Termasuk Reses dan Sosper
  Minggu, 07 Juni 2020 | Jam Digital
Follow:
 
Kisah Sukses Mantan Tukang Sapu yang Berhasil Menjadi Miliarder

Minggu, 29/03/2020 - 20:17:01 WIB

Tri Sumono
TERKAIT:
 
  • Kisah Sukses Mantan Tukang Sapu yang Berhasil Menjadi Miliarder
  •  

    Nama seseorang yang tercantum dalam profil orang sukses sedikit banyaknya telah melewati berbagai macam rintangan untuk mencapai kesuksesan. Beberapa harus berusaha banting tulang untuk mempertahankan dan meningkatkan kesuksesan yang telah dimiliki oleh pendahulunya, beberapa yang lain harus memulai dari nol.

    Bukan hanya bermandikan peluh, untuk merintis kesuksesan dari nol, seseorang harus berjuang di saat yang ia miliki hanyalah tekad yang dibungkus oleh sekujur tubuhnya. Selain itu, orang tersebut harus bekerja berkali-kali lipat lebih keras karena meniti keterbatasan adalah meniti sebentang tali tipis yang dapat putus kapan saja.

    Tri Sumono adalah salah satu orang tersebut. Bagi yang belum tahu, Tri Sumono adalah salah satu pengusaha sukses di Indonesia. Ia memiliki bisnis di berbagai sektor mulai dari perkebunan jahe dan padi, properti, toko sembako, toko penyedia peralatan kantor, peternakan burung, memiliki gerai es krim, hingga bisa memproduksi kopi jahe instan dengan merek sendiri bernama Hootri. Semua bisnisnya dinaungi oleh CV yang ia dirikan dengan nama “CV 3 Jaya”.

    Banyaknya bisnis yang dimiliki oleh Tri tentu saja mendatangkan keuntungan yang banyak pula. Dalam sebulan, Tri diketahui bisa meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah. 

    Bukan hanya menjadikannya sebagai orang yang kaya raya, kerja keras Tri dalam mengejar kesuksesan mengharumkan mamanya sendiri. Ia kerap kali diundang ke berbagai macam acara termasuk stasiun televisi untuk menceritakan hidupnya ataupun memberikan motivasi guna menjadi bahan bakar untuk sebuah perjalanan dalam menggapai kesuksesan.

    Semua hal tersebut tidaklah berlebihan karena Tri memang merintis semua usahanya dari nol. Sebelum menjadi seperti sekarang, ia hanya pemuda biasa yang mencoba untuk menaklukan nasib bermodalkan ijazah SMA saja.

    Menjadi tukang sapu hingga tukang jepit rambut

    Tri Sumono lahir di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 7 Mei 1973. Selepas SMA, Tri mengambil keputusan untuk merantau ke Jakarta dengan beberapa potong baju dan kenekatan.

    Demi bisa menyambung hidup di ibukota, Tri rela bekerja apa saja.  Pekerjaan pertama yang ia dapat di Jakarta adalah menjadi buruh konstruksi atau kuli bangunan di daerah Ciledug, Jakarta Selatan. Ia harus berjibaku dengan benda-benda keras untuk membangun hidupnya sendiri, yang ia angkat sendiri pula.

    Selang 6 bulan, Tri bekerja sebagai tukang sapu untuk sebuah kantor. Meskipun pekerjaan yang ia miliki dipandang remeh oleh sebagian orang, Tri tetap menjalaninya dengan serius dan bersungguh-sungguh. Hal ini membuat Tri diangkat menjadi office boy.

    Tak disangka, jenjang karier Tri meningkat selama bekerja di kantor tersebut. Memulai karier sebagai tukang sapu lalu diangkat menjadi office boy, Tri kemudian dipercaya untuk menjadi tenaga pemasar juga pihak penanggung jawab gudang.

    Seiring berjalannya waktu, Tri semakin menanggung beban yang lebih berat karena harus menghidupi istri dan juga anaknya. Tahun 1995, Tri mengambil pilihan untuk memulai usaha sampingan di luar pekerjaan tetap. Usaha tersebut adalah berjualan aksesoris seperti jepitan rambut di kawasan Gelora Bung Karno.

    Berdiri di kaki sendiri

    Barang dagangannya yang kecil dan sederhana ini membuat sebuah langkah besar dalam hidup Tri. ia mengundurkan diri dari tempat kerjanya lalu menekuni bisnis aksesoris yang sebelumnya hanyalah usaha sampingan.

    Keputusan ini disambut dengan hasil yang baik. Bermula di kawasan Gelora Bung Karno, Tri kemudian mampu menjajakan dagangannya di kiosnya sendiri yang berada di Mall Graha Cijantung. Selang beberapa waktu, tri menjual kiosnya untuk membeli rumah yang terletak di daerah Pondok Ungu, Bekasi Utara.

    Uang hasil menjual kiosnya tidak hanya ia gunakan untuk membuat rumah saja. Dengan uang tersebut, Tri mendirikan warung sembako dan 10 rumah kontrakan yang ia sewakan dengan harga murah. 

    Mendirikan toko sembako dan rumah kontrakan dengan harga murah tidak ia lakukan tanpa sebab. Rumah kontrakan yang diisi oleh pedagang asongan seperti pedagang gorengan dan bakso ini membuat warung sembakonya menjadi lebih ramai, didatangi pembeli dan dikenal, begitupun sebaliknya.

    Kontrakan dan warung sembako tidak membuatnya berhenti sebagai pengusaha. Ia mengembangkan bisnis lain, salah satunya adalah memproduksi sari kelapa atau nata de coco pada tahun 2006.

    Dalam perjalanan bisnis nata de coco, Tri mengalami kesulitan. Pembeli tidak percaya dengan nata de coco yang dibuat oleh Tri karena kualitasnya yang tidak baik.

    Kegagalan ini tidak serta merta memadamkan tekadnya, melainkan menjadi cambukan untuk berusaha lebih keras. Usaha Tri tak tanggung-tanggung, ia menemui salah satu dosen dari Institut Pertanian Bogor dan memintanya untuk mengajarkan cara membuat nata de coco.

    Penolakan adalah apa yang didapat oleh Tri, tapi ia tetap gigih. Kegigihan inilah yang dilihat oleh dosen tersebut sehingga pada akhirnya ia bersedia untuk mengajarkan Tri.

    Proses belajar membuat nata de coco yang memakan waktu hingga 2 bulan ini membuahkan hasil. Kualitas nata de coco yang dibuat oleh Tri menjadi lebih baik sehingga dapat mendatangkan keuntungan yang banyak. Tri berhasil menjual 10.000 ribu nampan dengan keuntungan Rp 70 juta pada produksi pertamanya.

    Bisnis nata de coco inilah yang kemudian menjadi awalan untuk bisnis-bisnis Tri yang lain. Ia tak mudah puas, melainkan terus mengembangkan bisnis lain meskipun sudah mendapatkan keuntungan yang terbilang banyak.

    Menghadapi masalah

    Dalam menjalani hidup, masalah juga ditemui oleh Tri. Salah satu alasan mengapa ia bekerja keras untuk menjalankan bisnis adalah karena anak pertamanya mengalami kurang gizi. Pahitnya bisnis pun pernah Tri rasakan. Ia pernah ditipu oleh temannya sendiri.

    Adapun keterbatasan mesti ia taklukkan ketika dirinya belum menjadi apa-apa. Dalam acara talkshow “Michael Tjandra Luar Biasa” yang disiarkan di Rajawali Televisi (RTV), Tri mengaku bahwa ia harus bersusah payah terlebih dahulu hanya untuk membeli semangkuk bubur.

    Kekuatan untuk menjalani kepayahan hidup ini ia ajarkan juga ke istrinya. Suatu hari istrinya meminta Tri untuk membelikan daster baru untuk ia kenakan sehari-hari. 

    Tri kemudian pulang dengan membawa 12 potong daster. Ia membelikan daster sebanyak itu dengan tujuan untuk memacu istrinya berbisnis. Sang istri baru bisa mengenakan 2 daster baru yang ia belikan ketika sudah berhasil menjual 10 daster. Cara ini ternyata berhasil mendatangkan keuntungan. Semua daster yang dijual istrinya laris.

    Hal tersebut menunjukkan bahwa dalam mengejar kesuksesan, seseorang bukan hanya harus kuat untuk menghadapi tantangan-tantangan yang disediakan hidup. Orang sukses haruslah juga memiliki kedisiplinan yang merupakan kunci untuk tetap bertahan. *

    Sumber: Kumparan.com



     
    Berita Terkini:
  • Pemkab Pelalawan Salurkan BLT DD Kepada Masyarakat Terdampak Covid-19 di Kecamatan Pangkalan Kuras
  • Begini Penjelasan PLN Terkait Lonjakan Rekening Listrik
  • Pertamina EP Lirik Field Berdayakan Petani ditengah Pandemi
  • PTPN V Selalu Jaga Harmonisasi dan Memberdayakan Masyarakat Sekitar Kebun Sei Rokan
  • Era New Normal, DPRD Riau Kembali Laksanakan Kegiatan Kedewanan Termasuk Reses dan Sosper
  • Zukri Dukung Pilkada Serentak 2020 Dilaksanakan Bulan Desember
  • Sebanyak 5400 Orang Calon Jema'ah Haji Riau Batal Berangkat
  • Gubri Pimpin Penyemprotan Disenfektan dan Pelaksanaan Rapid Test Bukitraya
  • Utamakan Keselamatan, Keberangkatan Jemaah Haji 1441H Dibatalkan
  • Selasa, Rektor UIR Lantik Wakil Dekan Fakultas dan Wadir Pascasarjana UIR
  • Gubri Tinjau Persiapan Pelaksanaan New Normal Covid-19 di Rohil
  • Masih Muda dan Mulai Usaha, Why Not?
  • Gubri Syamsuar Sosialisasikan Program New Normal 
  • Kasatpol PP Riau Tunggu Arahan Pimpinan Turunkan Personel Dukung New Normal
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    4 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    7 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    8 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
     
    TRANS PILIHAN
    Jumat, 05/06/2020 - 14:26 WIB
    Pertamina EP Lirik Field Berdayakan Petani ditengah Pandemi
    Gubri Pimpin Penyemprotan Disenfektan dan Pelaksanaan Rapid Test Bukitraya
    Utamakan Keselamatan, Keberangkatan Jemaah Haji 1441H Dibatalkan
    Gubri Tinjau Persiapan Pelaksanaan New Normal Covid-19 di Rohil
    Masih Muda dan Mulai Usaha, Why Not?
    Gubri Syamsuar Sosialisasikan Program New Normal 
    JNE Distribusikan Beras Bansos Pemerintah RI
    PT Selaras Abadi Utama dan Mitra Kerja Salurkan Bantuan Sosial di Pelalawan
    PT NWR dan PT NSR Kembali Salurkan Ratusan Paket Sembako Untuk Masyarakat Langgam
    PTPN V Salurkan 7.000 Paket Sembako Senilai 1 Miliar, Mendukungkung Terwujudnya New Normal
    Kontribusi Nyata Untuk Brand Lokal
    Karang Taruna Rejosari Bangun Ketahanan Pangan dan Protein di Pekanbaru
    JNE Bersama Ikhlas Foundation Bagikan 1500 Nasi Bungkus Buka Puasa
    IKA UIR Salurkan 100 Paket Sembako Tahap Dua Beserta Masker dan Sanitizer
    GM FKPPI PC 0403 Bengkalis Bersama Kodim 0303 Bagikan Pakaian Layak Pakai Kepada Kaum Dhuafa
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved