www.transriau.com
21:52 WIB - KUA-PPAS Provinsi Riau Tahun 2021 ditandatangani | 07:29 WIB - Diskominfotik Riau Raih Penghargaan Dari RRI Pekanbaru | 06:56 WIB - Harbokir Kembali Hadir di 3 Dekade JNE | 14:17 WIB - Penjelasan KPU Riau atas Berpulang ke Rahmatullah Calon Walikota Dumai | 10:00 WIB - Mahasiswa Penerima Bidik Misi UIR Ikuti Pembinaan Mutu Akademik | 23:03 WIB - Pertumbuhan Ekonomi Sepanjang Tahun Mengalami Peningkatan, 8 Kali Berturut Peroleh WTP dari BPK RI
  Jum'at, 27 November 2020 | Jam Digital
Follow:
 
Tinggal Sebatang Kara di Gubuk, Gatot Sempat Tak Makan Nasi Selama 7 Bulan

Selasa, 25/08/2020 - 16:32:58 WIB

TERKAIT:
 
  • Tinggal Sebatang Kara di Gubuk, Gatot Sempat Tak Makan Nasi Selama 7 Bulan
  •  

    Hidup sebatang kara terpaksa harus dijalani Gatot Sugianto (64) setelah lama berpisah dengan istrinya. Meski memiliki anak, namun saat ini mereka tinggal terpisah dan sudah jarang bertemu satu sama lain.

    Pria yang mendekati Lansia tersebut tinggal di kawasan Jalan Pelita, RT 018 RW 005, Desa Tasik Serai Barat, Kecamatan Talang Muandau, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Ia tinggal jauh dari pemukiman warga, tepatnya di tengah-tengah kebun sawit.

    Dulunya, rumah yang ditempati Gatot sangat alakadarnya dan hanya cukup untuk beristirahat di malam hari. Kemudian, Ia bangun rumah tersebut dengan sangat sederhana, yakni menyusunkan batu bata tanpa diplester.

    Dinding rumahnya hanya terbuat dari batang-batang kayu yang ditutupi terpal dengan tiang-tiang kayu sebagai penyangga. Sementara atap rumahnya hanya ditutupi seng bekas yang dialasi terpal.

    Kondisi bangunan rumah yang serba alakadarnya dan tidak tertutupi semua tersebut tentu tidak mampu kuat bertahan. Bahkan tatkala hujan mengguyur, air yang cukup lebat dan deras masuk ke rumah Gatot. 

    "Kalau hujan turun saya berlari kesana sini buat nutupin yang bocor dan agar rumahnya tidak banjir. Sekarang saya pindah di rumah sebelah yang dibangun alakadarnya berkat bantuan dari bapak kepala desa dulunya. Alhamdulillah agak lebih baik dari bangunan kemarin," ujar Gatot menceritakan kepahitan hidupnya yang sudah tinggal 18 tahun di tempat tersebut.

    Mungkin sebutan yang tepat untuk tempatnya tinggal bukanlah rumah, melainkan hanya bangunan gubuk. Saat ini, kondisi bangunan atau gubuk tempat Gatot tinggal nampaknya hanya tinggal menunggu hari-hari untuk kayunya satu persatu roboh, manakala hujan deras disertai angin kencang menerjang.

    Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, Gatot bekerja sebagai pembuat batu bata. Tiap harinya, Ia sendiri yang mencangkul dan mengambil tanah liat untuk kemudian dicetak, dijemur, hingga mengangkat serta membakar batu bata tersebut. Padahal, kondisi kesehatan matanya sudah tidak berfungsi sebelah dan hanya bisa melihat dengan satu mata.

    Seiring tubuh yang dimakan usia, kini Gatot tidak mampu lagi memproduksi batu bata dengan jumlah banyak layaknya masih muda. Padahal, Ia dulu mampu menghasilkan Rp 4-3 juta dari harga Rp 300 per bata yang dijual. Saat ini, Gatot pun memiliki harapan untuk memiliki pekerjaan lain, seperti menanam cabe dan lainnya yang lebih mudah dan ringan.

    Bahkan di tengah pandemi Covid-19 saat ini, Gatot menceritakan, dirinya amat sangat terdampak. Semenjak pandemi, Ia sudah hampir tujuh bulan tidak makan nasi. Gatot hanya makan kates atau pepaya yang Ia rebus dan hanya ditambahi bumbu penyedap dari warung, termasuk makanan dari hutan lainnya.

    "Setiap hari saya hanya makan itu untuk mengganjal rasa lapar karena saya tidak punya uang sama sekali untuk membeli beras. Dan mungkin saya sudah lupa bagaimana rasa nasi itu sekarang" ucap Gatot lirih menceritakan kepahitan hidupnya yang sudah tidak bisa membeli beras untuk makan.

    Kendati demikian, Gatot sangat semringah dan mengaku bahagia ketika mendapat Bantuan Biaya Hidup dari Rumah Yatim. Sebelumnya, Ia juga mengaku sempat mendapat bantuan dari pemerintah setempat, sehingga dapat merasakan kembali makan nasi.

    "Dulunya bukan dapur yang berasap, malah yang berasap tungku dari pembuatan batu bata saja. Alhamdulillah, pak gatot tetap semangat dalam jalani hidup," ujar Relawan Rumah Yatim Cabang Riau, Rahmat. (trc)



     
    Berita Terkini:
  • KUA-PPAS Provinsi Riau Tahun 2021 ditandatangani
  • Diskominfotik Riau Raih Penghargaan Dari RRI Pekanbaru
  • Harbokir Kembali Hadir di 3 Dekade JNE
  • Penjelasan KPU Riau atas Berpulang ke Rahmatullah Calon Walikota Dumai
  • Mahasiswa Penerima Bidik Misi UIR Ikuti Pembinaan Mutu Akademik
  • Pertumbuhan Ekonomi Sepanjang Tahun Mengalami Peningkatan, 8 Kali Berturut Peroleh WTP dari BPK RI
  • Disdik Riau Minta Sekolah Bentuk Tim Satgas Covid-19
  • Januari 2021 Sekolah Tatap Muka Tingkat SMA/SMK dan SLB se-Riau Dilaksanakan
  • Disdik Riau Gelar Rakor Pendidikan Vokasi Bersama DUDI
  • AHY Panaskan Mesin Partai Demokrat Untuk Dukung Fachrori Umar-Syafril Nursal
  • Sebanyak 11 Lansia Dhuafa Riau Terima Bantuan Biaya Hidup
  • Sejumlah Ormas dan OKP di Riau Deklarasi Anti Money Politic
  • Rumah Yatim Kembali Salurkan Bantuan Pendidikan untuk SDN 011 Sering Barat Riau
  • Wartawan Detikcom Chaidir Tanjung Wafat, Gubri Sampaikan Duka Mendalam
  • Syaiful Amri Kembali Terima Bantuan Rumah Yatim
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    4 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    7 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    8 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
     
    TRANS PILIHAN
    Kamis, 19/11/2020 - 19:15 WIB
    Pemprov Riau Terima Bantuan 126 Ribu Masker dari SKK Migas Sumbagut
    Gubernur Riau H. Syamsuar Beri Penghargaan Pada Nakes Yang Berjuang Lawan Covid-19
    Gubri Kembali Terima Bantuan Masker dari PT RAPP
    DPRD dan Pemprov Sahkan APBD-P Riau 2020
    Pemprov Riau Terima Penghargaan WTP dari Kemenkeu
    Zulmansyah Resmi lantik Pengurus PWI Meranti Periode 2020-2023
    Reno Afriadi, SH Kasubbag Produk Hukum DPRD Riau Sosok yang Smart
    PTPN V Sabet Lima Penghargaan K3 Nasional 2020
    Kapolda dan DPRD Riau Persilahkan Masyarakat Sampaikan Aspirasi Lewat Dialog
    Ratusan Mahasiswa Turun ke Gedung DPRD Riau Menuntut Tolak UU Cipta Lapangan Kerja
    Riau Basis Golkar, Pilkada 2020 Target Kemenangan Harus 80 Persen
    PTPN V Lakukan Budidaya 1,5 Juta Bibit Sawit Unggul Percepat PSR
    Ikhsan Laporkan Kesiapan Partai Golkar Menangkan Pilkada 2020
    Profil
    Asri Auzar Saksi Sejarah dan Pejuang Terbentuknya Kabupaten Rokan Hilir
    Sekretaris DPRD Riau
    Muflihun Sosok yang Pandai Menjaga Pertemanan
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved