www.transriau.com
21:56 WIB - Pemkab Siak Serahkan Aset Lahan Kepada Kemenkum HAM Wilayah Bangun Lapas Baru | 20:40 WIB - HUT Kampar ke 68 akan Dimeriahkan dengan Festival Basiacoung | 20:33 WIB - Sekda Siak Said Hamzah Minta 80 ASN Penerima SK Bekerja Lebih Profesional | 20:26 WIB - Bank Riau Kepri Menambah Oto Banking Untuk Jangkau Pelosok Negeri | 20:20 WIB - Gubri Optimis Jembatan Siak IV Tuntas Akhir November 2018 Ini | 20:17 WIB - Gubri Resmikan 2 Unit URC Pengawasan Ketenagakerjaan
  Kamis, 18 Januari 2018 | Jam Digital
Follow:
 
DPRD Riau Revisi dan Bentuk Pansus Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketenagalistrikan

Senin, 13/11/2017 - 18:30:07 WIB
Rapat Kerja Pansus Ketenagalistrikan bersama PLN dan Dinas ESDM Provinsi Riau dipimpin Ketua Pansus Manahara Manurung Senin (13/11/2017)
TERKAIT:
 
  • DPRD Riau Revisi dan Bentuk Pansus Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketenagalistrikan
  •  

    Ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas baik, dan harga wajar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan

    Untuk itu DPRD Riau membentuk panitia khusus (pansus) rancangan perubahan perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang ketenagaalistrikan. Pansus ini dibentuk dalan suatu rapat paripurna DPRD Riau yang dilaksanakan pada Senin (30/10/2017).

    Pansus perubahan perda Nomor 5 Tahun 2014 ini diketuai oleh Manahara Manurung. Sedangkan untuk wakil ketua dijabat oleh Yurjani Moga. Pembentukan pansus perubahan perda ketenagalistrikan ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo.

    Ketua Pansus Manahara Manurung mengungkapkan Permasalahan utama disektor energi pada saat ini adalah masih terbatasnya pasokan listrik di provinsi Riau, sehingga menyebabkan rendahnya rasio elektrifikasi di Provinsi Riau. Sampai dengan tahun 2015, sistem interkonekasi kelistrikan 150 KV baru menjangkau lebih kurang 60% wilayah provinsi Riau melalui 8 (delapan) Gardu Induk.

    Sementara total daya mampu pembangkit listrik di Provinsi Riau sebesar 486 MW dengan beban puncak 549 MW atau defisit kapasitas pembangkit listrik sebesar 63 MW. Dalam kondisi normal, defisit kapasitas pembangkit tersebut dapat disuplai oleh pembangkit dari wilayah lain melalui sistem interkoneksi 150 kV. Namun demikian secara umum sistem interkoneksi 150 kV di sumetera mempunyai cadangan kapasitas yang rendah.

    Wilayah provinsi Riau yang belum terjangkau sistem interkoneksi kelistrikan 150 KV dilayani 10 sistem kelistrikan lokal dengan total daya mampu 157.5 MW. Sistem kelistrikan lokal ini pada umumnya melayani daerah perdesaan, yang disalurkan melalui sistem distribusi 20 KV. Sistem kelistrikan lokal ini melayani sekitar 20% wilayah Provinsi Riau.

    Pada saat ini  energi listrik disediakan oleh sistem interkoneksi sumatera barat-Riau berasal dari PLTA Singkarak, PLTU Ombilin, dan PLTA Kota Panjang dan sistem Terpisah menggunakan PLTD. Sistem interkoneksi dilengkapi jaringan transmisi 150 KV dari payakumbuh ke kota Panjang sepanjang 166 KM dan Gardu Induk Bangkinang berkapasitas 1x10 MW dan Pekanbaru berkapasitas 2x50 MW. Sistem terpisah ditujukan untuk melayani kota kabupaten, kota kecamatan, dan desa-desa yang belum terlayani oleh sistem interkoneksi.

    Sistem kelistrikan Provinsi Riau saat ini memiliki 9 Gardu Induk 150kV, yaitu Koto Panjang, Bangkinang, Garuda Sakti, Teluk Lembu, Duri, Dumai, Bagan Batu, Teluk Kuantan, dan Balai Pungut. Sedangkan daerah-daerah lain di provinsi Riau masil disuplai melalui sistem isolated.

    Sistem kelistrikan Riau sebagian besar dipasok dari Grid Sumatra dengan beban puncak tahun 2014 mencapai 523 MW. Kapasitas pembangkit yang tersambung Grid subsistem Riau saat ini adalah sebesar 460 MW, dimana sebagian besar pembangkit di subsistem Riau saat ini adalah berbahan bakar gas, sehingga sekuritas pasokan gas kedepannya masih belum dapat dipastikan. Selain itu pada kondisi tertentu subsistem Riau masih membutuhkan transfer daya dari subsistem Sumbar.

    Sistem isolated di Provinsi Riau tersebar di kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Seluruh sistem isolated dipasok oleh PLTD tersebar dengan kapasitas 84 MW dan mampu 54 MW.

    Foto Fitrah Dayun II.
    Kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) ketenagalistrikan DPRD Provinsi Riau

    Sebagian besar kondisi sistem isolated masih mengalami kekurangan pasokan daya, sehingga untuk mengurangi dampak kekurangan pasokan daya PLN menyewa pembangkit diesel dengan jangka pendek. Daftar pembangkit pada sistem isolated diberikan pada tabel A3.2

    Kondisi kekurangan pasokan kelistrikan pada sistem isolated disebabkan menurunnya daya mampu pembangkit, meningkatnya konsumsi listrik, pelanggan secara alami dan kebutuhan sistem isolated yang dipasok dari excess power telah melampaui kesepakatan perjanjian jual beli.

    Ekonomi Riau tumbuh sangat pesat antara 7,8% pada tahun 2012 (tidak termasuk migas) dan kondisi ini diperkirakan masih akan meningkat pada masa yang akan datang. Target pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi perhatian pemerintah daerah dengan memberikan kemudahan kepada investor untuk menambahkan modalnya di Riau. Semua rencana tersebut dapat dicapai apabila ada dukungan ketersediaan tenaga listrik di Provinsi Riau.

    Dari realisasi penjualan listrik PLN lima tahun terakhir dan mempertimbangkan kecendrungan pertumbuhan ekonomi, pertambahan penduduk dan peningkatan rasio elektifitas dimasa mendatang.

    Sumber energi yang tersedia di provinsi riau untuk membangkitkan tenaga listrik berupa sumber sumber-sumber gas alam di banyak lapangan. Potensi PLTA skala besar terdapat dikabupaten kamoar dan kabupaten kuansing. Menurut studi kelayakan oleh sebuah konsultan pada tahun 1980-an dikabupaten kuantan singingi dan sungai kampar kiri terdapat potensi tenaga air yag cukup besar.

    Foto Fitrah Dayun II.
    Kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) ketenagalistrikan DPRD Provinsi Riau

    Pembangunan tenaga listrik di daerah terpencil dan perbatasan dan pembangunan listrik perdesaan. Pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik yang menyediakan tenaga listrik untuk daerah yang belum berkembang, daerah terpencil dan perbatasan, dan daerah yang belum mendapatkan pelayanan tenaga listrik, dapat diberikan insentif untuk jangka waktu tertentu hingga tercapai nilai keekonomiannya. (Adv/trc)



     
    Berita Terkini:
  • Pemkab Siak Serahkan Aset Lahan Kepada Kemenkum HAM Wilayah Bangun Lapas Baru
  • HUT Kampar ke 68 akan Dimeriahkan dengan Festival Basiacoung
  • Sekda Siak Said Hamzah Minta 80 ASN Penerima SK Bekerja Lebih Profesional
  • Bank Riau Kepri Menambah Oto Banking Untuk Jangkau Pelosok Negeri
  • Gubri Optimis Jembatan Siak IV Tuntas Akhir November 2018 Ini
  • Gubri Resmikan 2 Unit URC Pengawasan Ketenagakerjaan
  • Kapolres Kampar Berikan Reward Kepada 11 Personel Berprestasi
  • Kapolres Kampar Hadiri Acara Pisah Sambut Kapolsek Bangkinang Barat
  • Masyarakat Sambut Pembangunan Jalan lintas Pekanbaru-Perawang, Hanya 15 Menit
  • Pemkab Kampar Serahkan Pengelolaan Pasar Kepada Kades dan Camat
  • Bupati HM Wardan Lantik Kades Rantau Panjang Kecamatan Enok Kabupaten Inhil
  • Presiden RI Direncanakan Hadiri Acara Sumatera Berzikir di Provinsi Riau
  • PBB Nyatakan Dukung Firdaus-Rusli Maju Maju Pilgubri 2018
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 5 Alasan Berhubungan Seks di Pagi Hari Penting
    3 3 Hal Yang Buat Pria Hilang Selera Seksual Terhadap Wanita
    4 Mantap... Pelantikan 51 Kades di Pelalawan Dihibur Artis KDI Mahesya
    5 Menteri Hina Jokowi, Jika dipertahankan Publik Tak Simpati
    6 64 Personel Polres Kampar Mendapat Kenaikan Pangkat
    7 Lima Tanda Perempuan Sedang Subur
    8 130 RLH akan Dibangun di Enam Kecamatan
    9 PPP Kubu Romi Desak Mendagri Ungkap Identitas Menteri Hina Presiden
    10 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
     
    TRANS PILIHAN
    Jumat, 12/01/2018 - 23:40 WIB
    Galeri Foto
    Deklarasi dan Pendaftaran Bakal Calon Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman - Suyatno
    Galeri Foto
    Rapat Paripurna DPRD Kampar Laporan Reses III 2017 Sekaligus Pembukaan Masa Sidang 2018
    Tingkatkan Peran Sebagai APEX BPR, Bank Riau Kepri Gelar Workshop Sinergitas
    Chevron Mulai Studi Proyek Indonesia Deepwater Development
    Rachmat Witoelar Utusan Khusus Presiden Untuk Perubahan Iklim Apresiasi Program DMPA Sinarmas
    Hamdan Zoelva : Permohonan RAPP Terkait SK 5322 Kasus Administratif, Bukan Melawan Negara
    Marsekal Hadi Tjahjanto Resmi Jabat Panglima TNI
    Gubernur Riau Terima DIPA Tahun 2018 Sebesar Rp21,91 Triliun
    Perdamaian Kordias-Suhardiman Pakai Adat Melayu, Potong Kerbau dan Makan Bejambau
    Bank Riau Kepri Raih Good Financial Performance Di Ajang Indonesia Best Banking Brand Award 2017
    DPM-PTSP Kota Pekanbaru Permudah Pelayanan Perizinan dengan Aplikasi SIMOLEK
    Memeriahkan HKN ke 53, Pemkab Rohil Gelar Berbagai Kegiatan
    Pemkab Kampar Tingkatkan PAD dan Meminimalkan Beban Masyarakat
    DPRD Riau Revisi dan Bentuk Pansus Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketenagalistrikan
    Sosok Tetti Herawati Syamsul Wanita Karir yang Peduli Masyarakat
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved