www.transriau.com
05:13 WIB - Pemko Pekanbaru Terima Hibah Barang dari Kementerian PUPR | 05:08 WIB - DPP Golkar Akhirnya Usung Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno di Pilgubri 2018 | 05:04 WIB - Sukses Kembangkan PAUD di Kabupaten Inhil, HM Wardan Terima Penghargaan Tingkat Nasional | 23:06 WIB - Bupati dan Forkopimda Tuntaskan Sengketa Ciliandra dengan Masyarakat | 22:39 WIB - Mantan Pimpinan KPK Minta dikembangkan Dugaan TPPU di Kasus Korupsi Novanto | 21:41 WIB - KPK Telisik Peran Isteri Novanto Terkait Saham Perusahaan Kasus e-KTP
  Selasa, 21 November 2017 | Jam Digital
Follow:
 
DPRD Riau Revisi dan Bentuk Pansus Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketenagalistrikan

Senin, 13/11/2017 - 18:30:07 WIB
Rapat Kerja Pansus Ketenagalistrikan bersama PLN dan Dinas ESDM Provinsi Riau dipimpin Ketua Pansus Manahara Manurung Senin (13/11/2017)
TERKAIT:
 
  • DPRD Riau Revisi dan Bentuk Pansus Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketenagalistrikan
  •  

    Ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas baik, dan harga wajar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan

    Untuk itu DPRD Riau membentuk panitia khusus (pansus) rancangan perubahan perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang ketenagaalistrikan. Pansus ini dibentuk dalan suatu rapat paripurna DPRD Riau yang dilaksanakan pada Senin (30/10/2017).

    Pansus perubahan perda Nomor 5 Tahun 2014 ini diketuai oleh Manahara Manurung. Sedangkan untuk wakil ketua dijabat oleh Yurjani Moga. Pembentukan pansus perubahan perda ketenagalistrikan ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo.

    Ketua Pansus Manahara Manurung mengungkapkan Permasalahan utama disektor energi pada saat ini adalah masih terbatasnya pasokan listrik di provinsi Riau, sehingga menyebabkan rendahnya rasio elektrifikasi di Provinsi Riau. Sampai dengan tahun 2015, sistem interkonekasi kelistrikan 150 KV baru menjangkau lebih kurang 60% wilayah provinsi Riau melalui 8 (delapan) Gardu Induk.

    Sementara total daya mampu pembangkit listrik di Provinsi Riau sebesar 486 MW dengan beban puncak 549 MW atau defisit kapasitas pembangkit listrik sebesar 63 MW. Dalam kondisi normal, defisit kapasitas pembangkit tersebut dapat disuplai oleh pembangkit dari wilayah lain melalui sistem interkoneksi 150 kV. Namun demikian secara umum sistem interkoneksi 150 kV di sumetera mempunyai cadangan kapasitas yang rendah.

    Wilayah provinsi Riau yang belum terjangkau sistem interkoneksi kelistrikan 150 KV dilayani 10 sistem kelistrikan lokal dengan total daya mampu 157.5 MW. Sistem kelistrikan lokal ini pada umumnya melayani daerah perdesaan, yang disalurkan melalui sistem distribusi 20 KV. Sistem kelistrikan lokal ini melayani sekitar 20% wilayah Provinsi Riau.

    Pada saat ini  energi listrik disediakan oleh sistem interkoneksi sumatera barat-Riau berasal dari PLTA Singkarak, PLTU Ombilin, dan PLTA Kota Panjang dan sistem Terpisah menggunakan PLTD. Sistem interkoneksi dilengkapi jaringan transmisi 150 KV dari payakumbuh ke kota Panjang sepanjang 166 KM dan Gardu Induk Bangkinang berkapasitas 1x10 MW dan Pekanbaru berkapasitas 2x50 MW. Sistem terpisah ditujukan untuk melayani kota kabupaten, kota kecamatan, dan desa-desa yang belum terlayani oleh sistem interkoneksi.

    Sistem kelistrikan Provinsi Riau saat ini memiliki 9 Gardu Induk 150kV, yaitu Koto Panjang, Bangkinang, Garuda Sakti, Teluk Lembu, Duri, Dumai, Bagan Batu, Teluk Kuantan, dan Balai Pungut. Sedangkan daerah-daerah lain di provinsi Riau masil disuplai melalui sistem isolated.

    Sistem kelistrikan Riau sebagian besar dipasok dari Grid Sumatra dengan beban puncak tahun 2014 mencapai 523 MW. Kapasitas pembangkit yang tersambung Grid subsistem Riau saat ini adalah sebesar 460 MW, dimana sebagian besar pembangkit di subsistem Riau saat ini adalah berbahan bakar gas, sehingga sekuritas pasokan gas kedepannya masih belum dapat dipastikan. Selain itu pada kondisi tertentu subsistem Riau masih membutuhkan transfer daya dari subsistem Sumbar.

    Sistem isolated di Provinsi Riau tersebar di kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Seluruh sistem isolated dipasok oleh PLTD tersebar dengan kapasitas 84 MW dan mampu 54 MW.

    Foto Fitrah Dayun II.
    Kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) ketenagalistrikan DPRD Provinsi Riau

    Sebagian besar kondisi sistem isolated masih mengalami kekurangan pasokan daya, sehingga untuk mengurangi dampak kekurangan pasokan daya PLN menyewa pembangkit diesel dengan jangka pendek. Daftar pembangkit pada sistem isolated diberikan pada tabel A3.2

    Kondisi kekurangan pasokan kelistrikan pada sistem isolated disebabkan menurunnya daya mampu pembangkit, meningkatnya konsumsi listrik, pelanggan secara alami dan kebutuhan sistem isolated yang dipasok dari excess power telah melampaui kesepakatan perjanjian jual beli.

    Ekonomi Riau tumbuh sangat pesat antara 7,8% pada tahun 2012 (tidak termasuk migas) dan kondisi ini diperkirakan masih akan meningkat pada masa yang akan datang. Target pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi perhatian pemerintah daerah dengan memberikan kemudahan kepada investor untuk menambahkan modalnya di Riau. Semua rencana tersebut dapat dicapai apabila ada dukungan ketersediaan tenaga listrik di Provinsi Riau.

    Dari realisasi penjualan listrik PLN lima tahun terakhir dan mempertimbangkan kecendrungan pertumbuhan ekonomi, pertambahan penduduk dan peningkatan rasio elektifitas dimasa mendatang.

    Sumber energi yang tersedia di provinsi riau untuk membangkitkan tenaga listrik berupa sumber sumber-sumber gas alam di banyak lapangan. Potensi PLTA skala besar terdapat dikabupaten kamoar dan kabupaten kuansing. Menurut studi kelayakan oleh sebuah konsultan pada tahun 1980-an dikabupaten kuantan singingi dan sungai kampar kiri terdapat potensi tenaga air yag cukup besar.

    Foto Fitrah Dayun II.
    Kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) ketenagalistrikan DPRD Provinsi Riau

    Pembangunan tenaga listrik di daerah terpencil dan perbatasan dan pembangunan listrik perdesaan. Pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik yang menyediakan tenaga listrik untuk daerah yang belum berkembang, daerah terpencil dan perbatasan, dan daerah yang belum mendapatkan pelayanan tenaga listrik, dapat diberikan insentif untuk jangka waktu tertentu hingga tercapai nilai keekonomiannya. (Adv/trc)



     
    Berita Terkini:
  • Pemko Pekanbaru Terima Hibah Barang dari Kementerian PUPR
  • DPP Golkar Akhirnya Usung Arsyadjuliandi Rachman-Suyatno di Pilgubri 2018
  • Sukses Kembangkan PAUD di Kabupaten Inhil, HM Wardan Terima Penghargaan Tingkat Nasional
  • Bupati dan Forkopimda Tuntaskan Sengketa Ciliandra dengan Masyarakat
  • Mantan Pimpinan KPK Minta dikembangkan Dugaan TPPU di Kasus Korupsi Novanto
  • KPK Telisik Peran Isteri Novanto Terkait Saham Perusahaan Kasus e-KTP
  • Sekda Kampar : Sesuaikan Progres Fisik dan Keuangan
  • Sisilita Arsyadjuliandi Raih Anugerah Bunda PAUD Nasional Tahun 2017
  • Bekali Isteri KaryawanPendidikan Karakter Anak, IIP BUMN Riau Taja Seminar Parenting
  • Bupati Meranti Irwan Terima Bantuan Hibah Mobil Damkar dan Ambulance dari Toyota di Jepang
  • Bupati Inhil HM Wardan Tegaskan Peran Guru Mencerdaskan Anak Bangsa
  • Firdaus Roza Terpilih Sebagai Kades Pandau Jaya
  • Kapolsek Bangkinang Barat Tinjau Pemungutan Suara Pilkades di Sejumlah Desa Kecamatan Kuok
  • Dukungan Cawapres Mengalir, Cak Imin Putuskan Akhir Tahun Ini
  • Kapolres Kampar Himbau Masyarakat Jaga Ketertiban Pelaksanaan Pilkades Serentak
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 5 Alasan Berhubungan Seks di Pagi Hari Penting
    3 3 Hal Yang Buat Pria Hilang Selera Seksual Terhadap Wanita
    4 Mantap... Pelantikan 51 Kades di Pelalawan Dihibur Artis KDI Mahesya
    5 Menteri Hina Jokowi, Jika dipertahankan Publik Tak Simpati
    6 Lima Tanda Perempuan Sedang Subur
    7 64 Personel Polres Kampar Mendapat Kenaikan Pangkat
    8 PPP Kubu Romi Desak Mendagri Ungkap Identitas Menteri Hina Presiden
    9 130 RLH akan Dibangun di Enam Kecamatan
    10 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
     
    TRANS PILIHAN
    Kamis, 16/11/2017 - 16:53 WIB
    Memeriahkan HKN ke 53, Pemkab Rohil Gelar Berbagai Kegiatan
    Pemkab Kampar Tingkatkan PAD dan Meminimalkan Beban Masyarakat
    DPRD Riau Revisi dan Bentuk Pansus Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketenagalistrikan
    Sosok Tetti Herawati Syamsul Wanita Karir yang Peduli Masyarakat
    Wujudkan Kerukunan dan Ketentraman Dalam Keluarga
    TP PKK Provinsi Riau Gelar Tablig Akbar Bersama Ustad H Abdul Somad, LC. MA
    Wagubri Ikuti Rakornas Persiapan Pilkada 2018 di Jakarta
    Petani Binaan PT PSPI Lipatkain Utara Laksanakan Panen Jagung
    Pemprov Riau Sosialisasikan Transaksi Non Tunai Bersama Bank Riau Kepri
    Replika Istana Siak Tampil Mempesona di Lobi Keong Emas TMII Nusantara EXPO 2017
    Wakili Riau, Tim PKK Inhil Juara I Kategori Menu Sarapan Pada Lomba Cipta Menu Tingkat Nasional
    Dispar Riau Rangkul Fotografer Promosikan Pariwisata
    Pelaksanaan Riau Expo Tahun 2017
    Canda Tawa Jokowi dan Prabowo Usai Pelantikan Anies-Sandi
    Gubri Buka Riau Job Fair Tahun 2017, Hadirkan 1.826 Lowongan Pekerjaan
    Pemkab Kampar Siap Gelar Porprov Riau IX 2017
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved