www.transriau.com
15:01 WIB - Hendri Dunan : Metode Demplot Sistim Jajar legowo Mampu Hasilkan 6-8 Ton Per Hektar | 09:32 WIB - Warga Benayah Tumpah Ruah Sambut UAS | 09:17 WIB - DPD Partai Gerindra Riau Optimis Raih 13 Kursi di DPRD Riau Pada Pileg 2019 | 20:32 WIB - Kemitraan PT CPI Dengan Indonesia Berkontribusi Terhadap Lapangan Kerja | 20:22 WIB - Diskusi Panel Pencegahan Radikalisme Dan Terorisme | 16:22 WIB - Bupati Kampar Minta ASN Berikan Ide Kreatif Bagi Kemajuan Daerah
  Jum'at, 20 Juli 2018 | Jam Digital
Follow:
 
DPRD Riau Revisi dan Bentuk Pansus Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketenagalistrikan

Senin, 13/11/2017 - 18:30:07 WIB
Rapat Kerja Pansus Ketenagalistrikan bersama PLN dan Dinas ESDM Provinsi Riau dipimpin Ketua Pansus Manahara Manurung Senin (13/11/2017)
TERKAIT:
 
  • DPRD Riau Revisi dan Bentuk Pansus Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketenagalistrikan
  •  

    Ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas baik, dan harga wajar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan

    Untuk itu DPRD Riau membentuk panitia khusus (pansus) rancangan perubahan perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang ketenagaalistrikan. Pansus ini dibentuk dalan suatu rapat paripurna DPRD Riau yang dilaksanakan pada Senin (30/10/2017).

    Pansus perubahan perda Nomor 5 Tahun 2014 ini diketuai oleh Manahara Manurung. Sedangkan untuk wakil ketua dijabat oleh Yurjani Moga. Pembentukan pansus perubahan perda ketenagalistrikan ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo.

    Ketua Pansus Manahara Manurung mengungkapkan Permasalahan utama disektor energi pada saat ini adalah masih terbatasnya pasokan listrik di provinsi Riau, sehingga menyebabkan rendahnya rasio elektrifikasi di Provinsi Riau. Sampai dengan tahun 2015, sistem interkonekasi kelistrikan 150 KV baru menjangkau lebih kurang 60% wilayah provinsi Riau melalui 8 (delapan) Gardu Induk.

    Sementara total daya mampu pembangkit listrik di Provinsi Riau sebesar 486 MW dengan beban puncak 549 MW atau defisit kapasitas pembangkit listrik sebesar 63 MW. Dalam kondisi normal, defisit kapasitas pembangkit tersebut dapat disuplai oleh pembangkit dari wilayah lain melalui sistem interkoneksi 150 kV. Namun demikian secara umum sistem interkoneksi 150 kV di sumetera mempunyai cadangan kapasitas yang rendah.

    Wilayah provinsi Riau yang belum terjangkau sistem interkoneksi kelistrikan 150 KV dilayani 10 sistem kelistrikan lokal dengan total daya mampu 157.5 MW. Sistem kelistrikan lokal ini pada umumnya melayani daerah perdesaan, yang disalurkan melalui sistem distribusi 20 KV. Sistem kelistrikan lokal ini melayani sekitar 20% wilayah Provinsi Riau.

    Pada saat ini  energi listrik disediakan oleh sistem interkoneksi sumatera barat-Riau berasal dari PLTA Singkarak, PLTU Ombilin, dan PLTA Kota Panjang dan sistem Terpisah menggunakan PLTD. Sistem interkoneksi dilengkapi jaringan transmisi 150 KV dari payakumbuh ke kota Panjang sepanjang 166 KM dan Gardu Induk Bangkinang berkapasitas 1x10 MW dan Pekanbaru berkapasitas 2x50 MW. Sistem terpisah ditujukan untuk melayani kota kabupaten, kota kecamatan, dan desa-desa yang belum terlayani oleh sistem interkoneksi.

    Sistem kelistrikan Provinsi Riau saat ini memiliki 9 Gardu Induk 150kV, yaitu Koto Panjang, Bangkinang, Garuda Sakti, Teluk Lembu, Duri, Dumai, Bagan Batu, Teluk Kuantan, dan Balai Pungut. Sedangkan daerah-daerah lain di provinsi Riau masil disuplai melalui sistem isolated.

    Sistem kelistrikan Riau sebagian besar dipasok dari Grid Sumatra dengan beban puncak tahun 2014 mencapai 523 MW. Kapasitas pembangkit yang tersambung Grid subsistem Riau saat ini adalah sebesar 460 MW, dimana sebagian besar pembangkit di subsistem Riau saat ini adalah berbahan bakar gas, sehingga sekuritas pasokan gas kedepannya masih belum dapat dipastikan. Selain itu pada kondisi tertentu subsistem Riau masih membutuhkan transfer daya dari subsistem Sumbar.

    Sistem isolated di Provinsi Riau tersebar di kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Seluruh sistem isolated dipasok oleh PLTD tersebar dengan kapasitas 84 MW dan mampu 54 MW.

    Foto Fitrah Dayun II.
    Kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) ketenagalistrikan DPRD Provinsi Riau

    Sebagian besar kondisi sistem isolated masih mengalami kekurangan pasokan daya, sehingga untuk mengurangi dampak kekurangan pasokan daya PLN menyewa pembangkit diesel dengan jangka pendek. Daftar pembangkit pada sistem isolated diberikan pada tabel A3.2

    Kondisi kekurangan pasokan kelistrikan pada sistem isolated disebabkan menurunnya daya mampu pembangkit, meningkatnya konsumsi listrik, pelanggan secara alami dan kebutuhan sistem isolated yang dipasok dari excess power telah melampaui kesepakatan perjanjian jual beli.

    Ekonomi Riau tumbuh sangat pesat antara 7,8% pada tahun 2012 (tidak termasuk migas) dan kondisi ini diperkirakan masih akan meningkat pada masa yang akan datang. Target pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi perhatian pemerintah daerah dengan memberikan kemudahan kepada investor untuk menambahkan modalnya di Riau. Semua rencana tersebut dapat dicapai apabila ada dukungan ketersediaan tenaga listrik di Provinsi Riau.

    Dari realisasi penjualan listrik PLN lima tahun terakhir dan mempertimbangkan kecendrungan pertumbuhan ekonomi, pertambahan penduduk dan peningkatan rasio elektifitas dimasa mendatang.

    Sumber energi yang tersedia di provinsi riau untuk membangkitkan tenaga listrik berupa sumber sumber-sumber gas alam di banyak lapangan. Potensi PLTA skala besar terdapat dikabupaten kamoar dan kabupaten kuansing. Menurut studi kelayakan oleh sebuah konsultan pada tahun 1980-an dikabupaten kuantan singingi dan sungai kampar kiri terdapat potensi tenaga air yag cukup besar.

    Foto Fitrah Dayun II.
    Kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) ketenagalistrikan DPRD Provinsi Riau

    Pembangunan tenaga listrik di daerah terpencil dan perbatasan dan pembangunan listrik perdesaan. Pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik yang menyediakan tenaga listrik untuk daerah yang belum berkembang, daerah terpencil dan perbatasan, dan daerah yang belum mendapatkan pelayanan tenaga listrik, dapat diberikan insentif untuk jangka waktu tertentu hingga tercapai nilai keekonomiannya. (Adv/trc)



     
    Berita Terkini:
  • Hendri Dunan : Metode Demplot Sistim Jajar legowo Mampu Hasilkan 6-8 Ton Per Hektar
  • Warga Benayah Tumpah Ruah Sambut UAS
  • DPD Partai Gerindra Riau Optimis Raih 13 Kursi di DPRD Riau Pada Pileg 2019
  • Kemitraan PT CPI Dengan Indonesia Berkontribusi Terhadap Lapangan Kerja
  • Diskusi Panel Pencegahan Radikalisme Dan Terorisme
  • Bupati Kampar Minta ASN Berikan Ide Kreatif Bagi Kemajuan Daerah
  • Aziz Zainal Lepas 45 JCH ASN Asal Kampar
  • Seorang Tenaga Honorer Ditangkap Polsek Kampar di Desa Batu Belah Kampar
  • 20 Orang Jurnalisme Sastrawi LPM Bahana Mahasiswa Kunjungi Kampar
  • Komisi IV DPRD Riau Khawatir 5 Proyek di PUPR Tak Akan Selesai Tahun Ini
  • Mimpi Besar Bupati Siak Syamsuar Peluang Industri Syariah
  • Pacu Pemerataan Pembangunan, Bupati Audensi Dengan Kementerian PUPR RI
  • Diskominfo Inhil Ikuti Rapat Finalisasi Dan Penandatanganan Kerjasama dengan BSSN
  • HM Wardan Minta Seluruh Masyarakat Berpartisipasi dan Berkontribusi dalam imunisasi massal MR
  • Syamsuar : Pemerintah Daerah Tingkatkan Pendapatan Daerah‎
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    4 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
    7 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    8 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    9 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    10 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
     
    TRANS PILIHAN
    Jumat, 13/07/2018 - 22:46 WIB
    Pemko Pekanbaru Raih Penghargaan PTSP Terbaik se Indonesia Tahun 2018
    BKD Riau Terima Penghargaan BKN Award
    Syamsuar Panen Kurma di Masjid Agung An Nur Pekanbaru
    PMI Inhil Salurkan Bantuan Kepada Bayi Penderita Infeksi Paru - Paru
    HM Wardan Hadiri Coffee Morning Dan Halal Bihalal Bersama TCI Chapter Bumi Lancang Kuning
    Sekda Kampar Dampingi Tim Penilai Akreditasi RSUD Bangkinang
    Bupati Inhil HM Wardan Tepung Tawar Kajari dan Ketua PA
    Bupati Siak Syamsuar Berbagi Tips Berhaji Pada JCH
    PT Chevron Terima Penghargaan Ganesa Wirya Jasa Adiutama dari ITB
    Wairwasum Polri Kunjungi Polres Kampar dalam rangka Kesiapan Penilaian Zona Integritas
    Jelang Idul Fitri, Kasubbag Humas Polres Kampar Sampaikan Pesan Kamtibmas Melalui Radio
    PWNU Riau Deklarasikan 3 Nama Cawapres Jokowi
    Sinarmas Forestry Berbagi Bersama Anak Yatim dan Fakir Miskin
    Pjs Bupati Inhil Lantik Penjabat Kepala Desa 2 Kecamatan Sekaligus
    Buka Puasa Bersama Wartawan, Chevron Kenalkan 6 Terapan Keselamatan Bekerja di Bulan Ramadhan
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved