PT Perkebunan Nusantara V menargetkan menjual 1,1 juta bibit sawit unggul bersertifikasi kepada" />
www.transriau.com
21:07 WIB - BLK Riau Bakal Bertaraf Internasional | 20:15 WIB - PWI Riau Buka Penerimaan Anggota Baru Bulan Juni Mendatang | 12:27 WIB - Ketua DPD PDI Perjuangan H. Zukri Coffee Morning dengan Pimpinan dan Anggota Fraksi DPRD Riau | 08:52 WIB - Peremajaan Sawit Rakyat PTPN V di Riau Capai 9.500 Hektare | 15:57 WIB - Polisi, TNI Bersama Personil RAPP Padamkan Karhutla di Desa Sering | 11:15 WIB - Sengaja Terlambat Karena Takut, Fitrah Akhirnya Pilih Divaksin Demi Keluarga
  Minggu, 07 Maret 2021 | Jam Digital
Follow:
 
PTPN V Lepas 1,1 Juta Bibit Sawit Unggul Via Aplikasi Sawit Rakyat Online

Senin, 15/02/2021 - 21:09:06 WIB

TERKAIT:
 
  • PTPN V Lepas 1,1 Juta Bibit Sawit Unggul Via Aplikasi Sawit Rakyat Online
  •  

    PEKANBARU - PT Perkebunan Nusantara V menargetkan menjual 1,1 juta bibit sawit unggul bersertifikasi kepada masyarakat pada 2021 ini. Proses penjualan dilakukan dengan sentuhan teknologi informasi berbasis android melalui aplikasi bernama 'Sawit Rakyat Online' yang dapat diunduh di playstore.

    "Untuk memudahkan masyarakat, kami siapkan aplikasi Sawit Rakyat Online. Dari 1,5 juta bibit yang kita siapkan, tahun ini kita targetkan 1,1 juta bibit terjual kepada petani, baik petani plasma maupun petani sawit swadaya melalui aplikasi tersebut," kata CEO PTPN V Jatmiko K. Santosa dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Senin. 

    Ia mengatakan bahwa persoalan ketersediaan bibit sawit menjadi atensi perusahaan perkebunan milik negara yang beroperasi di Bumi Lancang Kuning itu. 

    Jatmiko memandang kendala bibit ilegitim (palsu) yang kerap melanda petani menjadi salah satu akar masalah dalam mengejar target pemerintah meningkatkan produktivitas sawit rakyat. 

    Survey Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) menyebutkan alasan petani masih menggunakan bibit palsu antara lain karena 37 persen menjadi korban penipuan, 14 persen tergiur harga murah, 20 persen tidak mengetahui cara membeli benih yang legal. Selain itu, 12 persen di antara petani karena rumitnya persyaratan yang harus dipenuhi, 10 persen tidak mengetahui lokasi pembelian benih legal, serta 4 persen petani menyatakan akibat jarak tempuh dari lahan sawit ke produsen benih legal yang cukup jauh. 

    "Guna mengatasi kendala-kendala itu, sejak awal 2021 ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan berdiri, kita putuskan melepas bibit unggul yang selama ini hanya dipergunakan di kebun inti dan kebun plasma Perusahaan, untuk kemudian juga dijual secara online kepada petani swadaya non plasma," urai Jatmiko sambil mengutarakan bahwa dari aplikasi tersebut, petani atau calon petani dapat melihat langsung jenis bibit yang tersedia di masing-masing sentra bibitan Perusahaan. 

    Saat ini, ia mengatakan terdapat 2 varietas bibit unggul siap jual, yakni PPKS 540 serta PPKS Simalungun. Bibit itu tersedia di lima sentra pembibitan PTPN V diantaranya Air Molek, Tandun, Sei Rokan, Lubuk Dalam, dan Tanah Putih. Seluruhnya bersertifikat. 

    Jatmiko meyakinkan bahwa Aplikasi Sawit Rakyat Online yang dibuat oleh tim IT internal perusahaan dirancang untuk mudah di akses dan dipergunakan oleh petani ataupun calon petani kelapa sawit. Aplikasi tersebut bisa diunduh di playstore ataupun laman web resmi perusahaan.

    "Untuk daftarnya tidak perlu email (surat elektronik). Cukup nomer telpon. Kita rancang mudah dan sesederhana mungkin dalam penggunaannya. Kalau mau beli bibit, siapapun petaninya harganya sama di seluruh sentra yakni Rp 44.000 perbibit siap tanam. Tinggal pilih lokasi kita yang terdekat dengan pembeli," sebut Jatmiko lagi. 

    Selain kemudahan akses dan harga bibit yang kompetitif serta seragam, dalam aplikasi Sawit Rakyat Online juga menyediakan beragam informasi. Sejumlah fitur yang tersedia memudahkan petani  untuk mencari tahu tentang bagaimana budi daya sawit yang baik dan lestari, info profil kebun-kebun plasma perusahaan, hingga ketersediaan feature tanya jawab yang memberikan kesempatan petani atau calon petani sawit untuk melakukan chat atau percakapan dengan ahli perkebunan dari PTPN V. 

    "Keberadaan aplikasi ini sejatinya menjadi pelengkap atas berbagai upaya kami dalam menguatkan masyarakat khususnya para petani sawit yang telah dan akan menjalin kerjasama dengan perusahaan, termasuk petani swadaya. Harapannya, kami dapat mendukung program pemerintah meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produktivitas, dimulai dari bibit yang jelas dan berkapasitas," beber Jatmiko. 

    Mengutip penelitian Gamal Institute disebutkan bahwa pohon kelapa sawit yang bersumber dari kecambah palsu atau tidak murni, membutuhkan lebih dari 48 bulan bahkan 60 bulan lebih untuk bisa berbuah. Produktivitasnya juga rendah, yakni di bawah 20 Ton TBS/Ha/tahun dan cenderung terus menurun. 

    Sedangkan, bibit unggul kebanyakan berproduksi puncak di atas 20 Ton TBS/Ha/tahun dengan masa produksi yang stabil selama kurang lebih 10 tahun dengan berat tandan kelapa sawit unggul 8 s.d 20 tahun antara 15 - 22,5 Kg dan jumlah tandan 10 - 15 tandan/pohon/tahun. 

    "Dengan pemeliharaan yang tepat, bibit unggul kita yang dibeli masyarakat seharusnya bisa mulai berbuah dengan waktu yang lebih awal dan memiliki produktivitas layaknya hasil kebun inti maupun plasma Perusahaan. Saat ini, produktivitas kebun plasma kita sudah jauh di atas standar nasional, lho," ucapnya. 

    Ia menuturkan bahwa standar nasional untuk kelapa sawit  tanaman menghasilkan tahun ke 3 (TM3) adalah 19 Ton TBS per hektare pertahun, maka petani sawit plasma PTPN V telah berhasil memperoleh 23 Ton TBS per hektare pertahun. Untuk Kelapa Sawit TM 4 yang standar nasionalnya ada di 23 Ton TBS per hektare pertahun, sawit plasma Perusahaan berhasil mencapai 27 Ton TBS per hektare pertahun. 

    Lebih jauh, Jatmiko yang juga ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Provinsi Riau itu mengatakan respon masyarakat akan keberadaan bibit sawit unggul PTPN V cukup besar. Bahkan, sejak mulai dilepas ke publik pada Januari lalu, di salah satu sentra bibit sawit di Air Molek, nyaris seluruh bibit telah dipesan oleh para petani. 

    "Alhamdulillah responnya bagus. Bibit kita langsung dikejar pembeli. Memang salah tanam bibit resikonya bisa menanggung rugi setidaknya sampai 25 tahun. Semoga bibit unggul PTPN V dapat ambil bagian dalam program percepatan sawit rakyat yang digalakkan Pemerintah," tutupnya. rls



     
    Berita Terkini:
  • BLK Riau Bakal Bertaraf Internasional
  • PWI Riau Buka Penerimaan Anggota Baru Bulan Juni Mendatang
  • Ketua DPD PDI Perjuangan H. Zukri Coffee Morning dengan Pimpinan dan Anggota Fraksi DPRD Riau
  • Peremajaan Sawit Rakyat PTPN V di Riau Capai 9.500 Hektare
  • Polisi, TNI Bersama Personil RAPP Padamkan Karhutla di Desa Sering
  • Sengaja Terlambat Karena Takut, Fitrah Akhirnya Pilih Divaksin Demi Keluarga
  • Sebanyak 10 Mahasiswa S3 Ilmu Hukum UIR Ikuti Ujian Kualifikasi Kandidat Doktor
  • Rumah Yatim Berikan Bantuan untuk Pembangunan Masjid Raudhatul Jannah Pekanbaru
  • AAI dan PWI Riau Teken MoU Bantuan Hukum
  • Adil-Asmar Siap Langsung Jalankan 7 Program Strategis
  • Kasmarni, Perempuan Pertama di Riau Menjadi Kepala Daerah
  • EMP Bentu Tanam Ratusan Pohon dan Gelar Penyuluhan Tata Kelola Sampah Plastik di Langgam
  • M. Adil- AKBP (Purn) H. Asmar Bupati Kepulauan Meranti Terpilih akan dilantik Besok di Pekanbaru
  • Kejari Pelalawan Terima Hibah Bangunan dari Pemkab
  • PT. Arara Abadi Sinarmas Group Kerahkan Helikopter Padamkan 4 Hektar Karhutla
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    4 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    7 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    8 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
     
    TRANS PILIHAN
    Jumat, 22/01/2021 - 22:29 WIB
    Kiprah Wartawan di Tengah Pandemi
    Virus Hoax Vs Virus Covid
    Ade Hartati: Vaksin Aman dan Tidak Ada Masalah Untuk Tubuh
    Kabinet Jokowi - Ma'aruf Amin di Reshuffle
    Enam Wajah Baru Menjadi Anggota Kabinet Indonesia Maju
    Bupati Terpilih Kabupaten Pelalawan Zukri Bersama Wakilnya Kunjungi Kediaman HM Harris
    Yulisman dan Agung Nugroho Resmi dilantik sebagai Pimpinan DPRD Riau
    RAPP dan APR Ekspor Kertas ke Berbagai Negara Senilai Rp23,75 T
    Gubernur Riau didampingi Pjs. Bupati Rohil Rudyanto Panen Melon di Taman Edukasi Pemerintah
    Pemkab Rohil Terima Hibah dari Kementerian ESDM RI
    Pjs. Bupati Rohil Rudyanto Ajak Masyarakat Menjadikan Kecamatan Sinaboi Daerah Penghasil Ikan
    Kunjungan Kerja Pjs. Bupati Rohil di Kecamatan Sinaboi
    Penerapan Protokol Kesehatan Langkah Mencegah Penularan Covid-19
    Dua Orang Anggota DPRD Riau Fraksi Golkar dan Gerindra Periode 2019-2024 Resmi dilantik
    Pemprov Riau Terima Bantuan 126 Ribu Masker dari SKK Migas Sumbagut
    Gubernur Riau H. Syamsuar Beri Penghargaan Pada Nakes Yang Berjuang Lawan Covid-19
    Gubri Kembali Terima Bantuan Masker dari PT RAPP
    DPRD dan Pemprov Sahkan APBD-P Riau 2020
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved