www.transriau.com
21:18 WIB - Sekda Bengkalis Minta Masyarakat Proaktif Sukseskan Pemilu 2019 | 21:03 WIB - Bupati Kampar Hadiri RUPS LB Bank Riau Kepri di Batam | 21:00 WIB - Menteri Perhubungan RI didampingi Gubernur Riau Kenderai Motor dari VIP Lancang Kuning | 13:10 WIB - Akhirnya Badan Perfilman Indonesia Ikat Kerjasama dengan Negeri Istana | 13:05 WIB - Bawaslu Evaluasi Pengawasan Pilgubri, Persiapan Pemilu 2019 | 12:45 WIB - Manasik Haji Tingkat RA se Kabupaten Kampar Berjalan Khidmat
  Rabu, 19 09 2018 | Jam Digital
Follow:
 
Menuju Pelalawan EMAS
Sekjen Kemeperin Harris Munandar Buka Seminar Internasional di ST2P Langgam

Rabu, 22/08/2018 - 23:36:22 WIB

Sekjen Kemeperin Harris Munandar Buka Seminar Internasional di ST2P Langgam Kamis (9/8/2018)
TERKAIT:
 
  • Sekjen Kemeperin Harris Munandar Buka Seminar Internasional di ST2P Langgam
  •  

    Sekretaris Jendral Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Harris Munandar, membuka seminar internasional teknologi di Kawasan Teknopolitan Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Kamis (9/8/2018). Seminar internasional ditaja dalam rangka Hari Teknologi Nasional (Harteknas) yang ke-23 tahun 2018. Seminar yang dihadiri ratusan peserta ini dipusatkan di gedung kampus Sekolah Tinggi Teknologi Pelalawan (ST2P). Selain dari Kemenperin, hadir juga pejabat Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), guru besar dari Tsuba University Jepang, serta puluhan universitas dalam negeri.

    Dalam sambutannya, dr Harris Munandar menyebutkan, mendirikan satu universitas bukanlah perkara mudah. Selain membutuhkan modal yang besar, lahan hingga infrastruktur juga faktor penting. Berdirinya ST2P di Pelalawan sangat membantu program pemerintah pusat dalam mendirikan universitas yang ditargetkan. Dalam satu tahun, diperkirakan ada 10 universitas yang berdiri dengan anggaran yang ada.

    "Inisiatif pak Bupati Pelalawan dalam mendirikan ST2P ini sangat membantu. Kami dari pemerintah pusat sangat mendukung dan mensupport," beber Harris Munandar

    Ia berharap, ST2P bisa berperan dalam menujang pembangunan sumberdaya manusia di Pelalawan. Apalagi kampus ini khusus membidangi teknologi dan perindustrian kelapa sawit dari hulu hingga ke hilir.

    Bupati Pelalawan, HM Harris menyatakan, seminar internasional dalam peringatan Harteknas menjadi kesinambungan program di Kawasan Teknopolitan. Bukan perkara mudah bagi pemda dalam mewujudkan Kawasan Tekno Park dan proses pembangunannya. Komitmen yang kuat untuk menjalankan dan mewujudkan secara penuh.

    "Kami sangat butuh dukungan pemerintah pusat dalam mewujudkan Kawasan Teknopolitan ini. Sebagai pusat pendidikan dan inovasi teknologi di bidang industri kepala sawit," tandasnya.

    Setelah seminar dibuka, acara dilanjutkan dengan seminar yang mendatangkan pemateri dalam dalam dan luar negeri. Peserta yang berjumlah 500 orang dari berbagai perguruan tinggi dan perusahaan sawit akan diboboti dengan teknologi terbarukan dalam dunia insdutri.

    Dikatakan Harris kawasan Teknopolitan Pelalawan merupakan suatu kawasan industri yang terpadu dengan perguruan tinggi sebagai pencetak tenaga kerja terampil dan pusat riset sebagai pendorong inovasi, dan ini dibangun atas dukungan investasi swasta dan Pemerintah.

    Pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan merupakan inisiatif Pemkab Pelalawan mewadahi pencapaian visi MP3EI 2011-2025 sekaligus merealisasikan pencapaian sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pelalawan 2011-2016.

    Bupati Pelalawan HM Harris saat memberikan sambutan

    Konsep Kawasan Teknopolitan Pelalawan itu sendiri adalah menyiapkan suatu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati oleh investor, terutama untuk industri yang akan memberikan nilai tambah produk unggulan daerah yakni industri hilir kelapa sawit yang didukung penguatan inovasi dari aktivitas Perguruan Tinggi dan Pusat Riset.

    Apalagi Kabupaten Pelalawan yang berada pada Koridor Ekonomi Sumatera berperan strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Soalnya, di samping berada pada posisi konektivitas yang istimewa juga karena Kabupaten Pelalawan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial dengan komoditi kelapa sawit, perkayuan, gas, minyak bumi dan batubara yang juga menjadi komoditi andalan Koridor Ekonomi Sumatera.

    Hal ini menjadi salah satu dari 7 program strategis Kabupaten Pelalawan yang digagas Bupati Pelalawan HM Harris di masa kepemimpinannya yakni Pelalawan Inovatif.

    Pelalawan inovatif sendiri masuk dalam visi Bupati dan Wakil Bupati Pelalawan, periode 2016-2021 yakni Inovasi Menuju Pelalawan EMAS (Ekonomi, Mandiri, Aman dan Sejahtera).

    Penjabaran dari visi itu sendiri yakni pembangunan yang didorong upaya, gerakan dan prakarsa inovatif menuju Kabupaten Pelalawan yang mandiri dalam Ekonomi, Aman dan Sejahtera dalam kehidupan sosial kemasyarakatan. Mandiri dalam ekonomi berarti memiliki komitmen dan konsistensi yang tinggi untuk memberdayakan kemampuan dan sumber daya daerah.

    Sedangkan dalam misi pembangunan Kabupaten Pelalawan tahun 2016-2021, salah satunya yakni Meningkatkan Penguatan Sistem Inovasi untuk Mendukung Perekonomian Daerah yang Kuat dan Berdaya Saing Tinggi. Dan untuk memiliki daya saing yang tinggi inilah, Pemkab Pelalawan kini telah membangun Kawasan Technopark yang berada di Kecamatan Langgam.

    Bupati Pelalawan, HM Harris mengatakan dalam upaya menanamkan kesadaran masyarakat terhadap nilai strategis peranan ilmu pengetahuan, tehnologi dan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa serta untuk menghargai prestasi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi. Artinya, seminar internasional dalam peringatan Harteknas ini menjadi kesinambungan program di Kawasan Teknopolitan. Bukan perkara mudah mewujudkan Kawasan Tekno Park dan proses pembangunannya. Komitmen yang kuat untuk menjalankan dan mewujudkan secara penuh.

    Dijelaskan, seminar ini diharapkan bisa menunjang 7 Program Strategis Pemerintah Daerah, yakni Pelalawan Inovatif. Menurutnya, sekitar 75 persen masyarakat Pelalawan menggantungkan hidup melalui perkebunan sawit. "Melalui seminar ini, petani kebun kita tidak hanya diharapkan menjadi pemilik dan pekerja kebun saja, tetapi bisa mandiri yang bukan hanya pemilik, namun bisa mengolah sendiri dan memasarkannya langsung," ujarnya.

    Gandeng BPPT, Kabupaten Pelalawan Kembangkan Teknologi Sawit di Techno Park
    Kabupaten Pelalawan Gandeng BPPT Kembangkan Teknologi Sawit Di Techno Park

    Sebagai penyelenggara Hakteknas 2018, Provinsi Riau telah memiliki predikat sebagai salah satu lumbung energi nasional dan penyangga utama kebutuhan pangan di Pulau Sumatera, khususnya sektor pertanian dan perkebunan. Pada sektor perkebunan, kelapa sawit merupakan komoditi yang memberikan kontribusi besar bagi PDRB Kabupaten Pelalawan.

    Industri sawit di daerah ini terutama di bidang perkebunannya telah memberikan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan yang besar bagi masyarakat. Pengelolaan usaha kebun sawit telah mengalami perubahan besar, dengan stigma kolonial yang memposisikan pengelolaan industri ditanagni oleh para konglomerat.

    Saat ini, perkebunan sawit di Kabupaten Pelalawan dengan luas secara keseluruhan 388 hektare dikelola oleh masyarakat. Karena itu, dalam upaya mendukung pengembangan wilayah, Kabupaten Pelalawan telah mencanangkan komersialisasi riset dan tehnologi kelapa sawit. Komitmen tersebut antara lain diwujudkan dengan mengembangkan Techno Park dengan bidang fokus kelapa sawit.

    Konsep Teknopolitan pemkab Pelalawan dengan dukungan Badan Pengkajian dan Penerapan Tehnologi (BPPT) telah mengembangkan kawasan Pelalawan Techno Park sejak tahun 2012 sebagai wahana edukasi, pengembangan inovasi dan tehnologi berbasis sawit. Kawasan Techno Park Pelalawan merupakan Techno Park terluas di Indonesia, lebih kurang 3.754 Ha dan menjadi bagian dari 100 Techno Park serta menjadi salah satu dari 5 Techno Park percontohan di Indonesia.

    Konsep Kawasan Teknopolitan Pelalawan itu sendiri adalah menyiapkan suatu kawasan khusus yang memiliki keunggulan komparatif dan diminati oleh investor, terutama untuk industri yang akan memberikan nilai tambah produk unggulan daerah yakni industri hilir kelapa sawit yang didukung penguatan inovasi dari aktivitas Perguruan Tinggi dan Pusat Riset. Apalagi Kabupaten Pelalawan yang berada pada Koridor Ekonomi Sumatera berperan strategis dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi di kawasan ini. Soalnya, di samping berada pada posisi konektivitas yang istimewa juga karena Kabupaten Pelalawan memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat potensial dengan komoditi kelapa sawit, perkayuan, gas, minyak bumi dan batubara yang juga menjadi komoditi andalan Koridor Ekonomi Sumatera.

    Kawasan Techno Park Pelalawan dibagi ke dalam 7 zona yakni zona pendidikan, zona riset, zona industri, zona pemukiman, zona konservasi, zona komersial dan zona publik. Pada zona pendidikan seluas 100 Ha, yakni lokasi yang telah terbangun gedung ST2P. Gedung ini merupakan pilar utama dalam penyiapan sumber daya manusia penggerak aktivitas pada kawasan unggulan ini. Beroperasi sejak tahun 2016, ST2P terus berkibar melaksanakan proses belajar mengajar dengan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri saat ini dan di masa yang akan datang. Dan sampai dengan tahun kedua ini, jumlah mahasiswa yang belajar di kampus Techno Park ini sudah berjumlah sebanyak 103 orang.

    Dengan keberadaan pendidikan tinggi ini yang dikelola Yayasan Amanah Pelalawan dan dukungan pembiayaan dari APBD Kabupaten Pelalawan serta bantuan CSR sejumlah perusahaan, ini merupakan bentuk kontribusi daerah dalam pengembangan dan penyediaan SDM berkualitas di negeri ini,

    Sebagaimana juga menjadi fokus pemerintah pusat. Selanjutnya, dalam upaya mewujudkan visi dan misi Techno Park Pelalawan yakni pembangunan yang berbasis masyarakat dilakukan upaya pemberdayaan dan revitalisasi kebun sawit masyarakat atau sering disebut dengan kebun sawit swadaya.

    Melalui kesepakatan 6 pihak yakni Pemkab Pelalawan, BPPT, PT Rekayasa Engineering, PT Pindad Persero, Dewan Minyak Sawit Indonesia dan PPKS Medan, yang bersepakat melakukan upaya pemberdayaan dan revitalisasi kebun sawit swadaya sekaligus membangun berbagai pabrik terkait sebagai wujud kemandirian dan fungsionalisasi Kawasan Teknologi Pelalawan.

    Seminar Harteknas ke 23 Tahun 2018, Industri Sawit Berkelanjutan dan Kesejahteraan Petani

    Adapun langkah-langkah yang dilakukan antara lain; menghimpun petani swadaya dalam koperasi yang kemudian dikorporatisasi, pengelolaan kebun sawit dari perorangan ke manajemen korporasi sehingga lebih mudah dan efektif dalam menerapkan praktek budidaya yang baik. Dilakukan pula pengurusan secara bersama sertifikat lahan yang disejalankan dengan program TORA, pengurusan dan perolehan sertifikat ISPO, pembangunan pabrik kelapa sawit oleh koperasi yang bekerjasama dengan pihak ketiga dengan sistim BOT dan target 4 tahun pabrik sepenuhnya menjadi milik koperasi, serta membangun berbagai pabrik yang mengolah limbah dan produk ikutan sebagai sumber pendapatan koperasi

    Dengan demikian program pemberdayaan ini akan meningkatkan nilai tukar dan kesejahteraan petani, karena adanya kepqastian usaha, keuntungan penjualan tandan buah segar dengan memperhitungkan tandan kosong dan cangkang, harga jual lebih baik dan adanya keuntungan dari bagi hasil usaha koperasi. Sehingga pada akhirnya, program ini benar-benar akan mempersiapkan masyarakat untuk mandiri dalam ekonomi dan bahkan mewujudkan salah satu point dari Trisakti Pembangunan Indonesia dariri yakni berdikasi dalam bidang ekonomi.

    Apalagi kelapa sawit sampai saat ini merupakan produk unggulan di Indonesia yang saat ini mwnghadapi berbagai isu terkait pengelolaannya. Secara umum kendala yang dihadapi oleh industri sawit di Kabupaten Pelalawan seperti umumnya indutri sawit nasional yaitu tingkat peoduktivitas kebun sawit yang dikelola oleh masyarakat masih jauh dari harapan, nilai tambahnya masih relatif rendah dan administrasi pengelolaan persawitan belum memadai. Kondisi ini diperparah dengan adanya kampanye negatif yang dikembangkan oleh masyarakat Uni Eropa serta negara-negara barat lainnya sejak tahun 1970-an.

    Permasalahan-permasalahan tersebut telah menjadi acuan bagi Pemkab Pelalawan untuk berbenah diri dan menjadikan sawit Pelalawan dikelola secara berkelanjutan sesuai Indonesian Suistainable Palm Oil (ISPO) dan berdaya saing tinggi guna mendukung pencapaian Suistainable Development Goals (SDGs). Karena itu, sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi Pelalawan Technopark dan dalam upaya memperoleh rekomendasi pengelolaan industri sawit yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi serta mensosialisasikan hasil riset tehnologi dan inovasi terkini, Pemkab Pelalawan bekerjasama dengan ST2P dan dukungan Dirjen Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Tehnologi dan Pendidikan Tinggi RI, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Bank Riau Kepri melaksanakan kegiatan seminar internasional ini.

    Keberadaan Kawasan Technopark yang di dalamnya terdapat Sekolah Tinggi Tehnologi Pelalawan (ST2P) ke depan akan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya, di Kabupaten Pelalawan. Karena itu, seminar internasional dalam peringatan Harteknas ini menjadi kesinambungan program di Kawasan Teknopolitan.

    "Bukan perkara mudah mewujudkan Kawasan Tekno Park dan proses pembangunannya. Komitmen yang kuat untuk menjalankan dan mewujudkan secara penuh," katanya.

    Harris mengatakan, seminar ini diharapkan bisa menunjang 7 Program Strategis Pemerintah Daerah, yakni Pelalawan Inovatif. Menurutnya, sekitar 75 persen masyarakat Pelalawan menggantungkan hidup melalui perkebunan sawit. "Melalui seminar ini, petani kebun kita tidak hanya diharapkan menjadi pemilik dan pekerja kebun saja, tetapi bisa mandiri yang bukan hanya pemilik, namun bisa mengolah sendiri dan memasarkannya langsung," ujarnya.

    Pelaksanaan seminar internasional ini, katanya, akan membuat bangsa Indonesia maju dan bahkan bisa sejajar dengan negara lain, terutama dalam penerapan inovasi dan teknologi. Karena itu, dirinya sangat optimis kawasan tekhnopolitan yang merupakan Bagian dari program  Pembangunan inovasi Kabupaten Pelalawan akan segera terwujud. Keoptimisan Bupati ini seiring ditunjuknya Kabupaten Pelalawan menjadi salah satu dari 100 daerah yang menjadi lokasi pembangunan technopark  program pemerintahan Kabinet Kerja saat ini.

    Dikatakan Harrissejak ditetapkan sebagai daerah otonom baru, Kabupaten Pelalawan terus menerus melakukan pembenahan dan melakukan pembangunan daerah untuk mencapai kesejahteraan bagi masyarakat. Saat ini, telah banyak upaya pembangunan dilakukan, termasuk pembangunan berbagai infrastruktur dan suprastruktur.

    "Penguatan sistem inovasi daerah sebagai salah satu pendekatan pembangunan yang diperkenalkan BPPT dan mulai dilaksanakan di Pelalawan sejak Tahun 2012, merupakan salah satu momentum besar dalam mendorong percepatan pembangunan di Pelalawan," katanya.


    Sekjen Menperin RI Dukung Technopark Pelalawan

    Melalui penguatan sistem inovasi daerah, sambungnya, fondasi pembangunan daerah yang inovatif telah mulai dibangun misalnya melalui pembenahan sistem perencanaan pembangunan menjadi semakin lebih baik, di samping itu mekanisme dan cara kerja SKPD di Pelalawan juga lebih baik. Bahkan melalui penguatan sistem inovasi daerah ini, dirinya melihat koordinasi pembangunan antar SKPD dan koordinasi pihaknya dengan berbagai pihak lain menjadi semakin baik dan semakin lebih fokus.

    "Saya berharap keberhasilan ini dapat ditindaklanjuti secara konsisten dengan pelaksanaan program lain yang lebih nyata dan berdampak langsung kepada kesejahteraan masyarakat Pelalawan," tandasnya.

    Salah satu prakarsa penguatan sistem inovasi daerah yang menjadi cita-cita sekaligus tantangan besar bagi Pemkab Pelalawan adalah pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan. Harris tak menafikan bahwa pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan merupakan sebuah proyek pembangunan yang sangat besar, dan memerlukan sumberdaya, baik anggaran, SDM, maupun waktu yang juga sangat besar.

    "Karena itu, kami sangat butuh dukungan pemerintah pusat dalam mewujudkan Kawasan Teknopolitan ini. Sebagai pusat pendidikan dan inovasi teknologi di bidang industri kepala sawit," tukasnya. 

    "Tetapi saya juga punya keyakinan bahwa Kawasan Teknopolitan Pelalawan akan memberikan dampak sangat besar bagi peningkatan daya saing dan kesejahteraan tidak hanya bagi Kabupaten Pelalawan tetapi juga Negara Indonesia ke depan. Kami optimis, dengan izin Allah SWT disertai dengan upaya keras kami dan pendampingan BPPT serta pihak-pihak lain, pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan akan berhasil dengan baik," jelasnya.

    Ditambahkannya, dan optimisme orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan itu semakin besar lagi setelah Pelalawan menjadi salah satu dari 100 daerah yang menjadi lokasi pembangunan technopark yang merupakan program pemerintahan Kabinet Kerja saat ini. Dengan adanya program technopark ini, pembangunan Kawasan Teknopolitan Pelalawan dapat segera terealisasi. (adv/edi)



     
    Berita Terkini:
  • Sekda Bengkalis Minta Masyarakat Proaktif Sukseskan Pemilu 2019
  • Bupati Kampar Hadiri RUPS LB Bank Riau Kepri di Batam
  • Menteri Perhubungan RI didampingi Gubernur Riau Kenderai Motor dari VIP Lancang Kuning
  • Akhirnya Badan Perfilman Indonesia Ikat Kerjasama dengan Negeri Istana
  • Bawaslu Evaluasi Pengawasan Pilgubri, Persiapan Pemilu 2019
  • Manasik Haji Tingkat RA se Kabupaten Kampar Berjalan Khidmat
  • Nasdem Ingin Taufik dan Triwisaksana Diadu untuk Jadi Wagub DKI
  • Novanto Kembali Sebut 9 Nama Anggota DPR Dugaan Terima Uang E-KTP
  • Sekda Apresiasi Semangat Peserta Kirab Pemuda Nusantara
  • Kabupaten Bengkalis Juara Umum Lomba Masak Serba Ikan Tingkat Provinsi Riau
  • HM Wardan Harapkan MTQ Kecamatan Tempuling Hasilkan Qori dan Qori'ah Unggul
  • BPJS Himbau Masyarakat Mendaftarkan Calon Bayi Semasa Dalam Kandungan
  • Syamsuar Borong Hasil Karya Foto KPC
  • Syamsuar “Bujuk” Insan Film Nasional Filmkan Negeri Istana
  • Zulmansyah: Semoga Menjadi Haji Mabrur
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    4 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
    7 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    8 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    9 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    10 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
     
    TRANS PILIHAN
    Rabu, 19/09/2018 - 21:00 WIB
    Menteri Perhubungan RI didampingi Gubernur Riau Kenderai Motor dari VIP Lancang Kuning
    Sekko Pekanbaru Hadiri Pencanangan TNI Manunggal KB-Kes 2018
    Malam Apresiasi Jadikan FKIJK Riau Tambah Solid
    Temukan Solusi Harga Kelapa
    Bupati Inhil HM Wardan Sambangi Kediaman Prof Wisnu Gardjito
    Hadiri Haketnas di Riau, BJ Habibi Dipakaikan Tanjak
    DPRD Bersama OPD Terkait Bahas Penundaan Imunisasi Campak Measles Rubella di Kabupaten Inhil
    SMA dan SMK di Wilayah Operasi SKK Migas Lakukan Edukasi pada Pekanbaru Raya Expo
    UIR dan IPB Sepakati Nota Kesepahaman di Bidang Pendidikan
    Mendagri Keluarkan Surat Melibatkan Program Gubernur Terpilih Dalam Penyusunan KUA - PPAS 2019
    Syamsuar Jabat Ketua Mabicab Pramuka Kabupaten Siak
    Pemkab Inhil Berikan Perhatian Serius Terhadap Pembangunan Bidang Keagamaan
    Sekda Inhil Apresiasi Pendidikan Kecamatan Kempas
    Bupati Inhil HM Wardan Hadiri Rakornas TPID Ke - 7
    Sekda Inhil Ikuti Jalan Santai Bersempena Peringatan Hari Bhakti Adhyaksa
    Bupati Inhil HM Wardan Resmikan Peluncuran Sistem Inpas
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved