www.transriau.com
21:21 WIB - Gubri : Budaya Mandi Safar Berumur 30 Tahun dan Jadi Pemikat Destinasi Wisata di Riau | 20:39 WIB - Galeri Foto Peringatan Hari Anak Nasioanl Tahun 2019 Kabupeten Inhil | 14:17 WIB - Dr Junaidi, S.Hum, M.Hum Terpilih Jadi Rektor Unilak 2019-2023 | 20:24 WIB - Kisruh AKD Selesai, Tiga Fraksi di DPRD Riau Akhirnya Isi Anggotanya Untuk Komisi-komisi | 20:24 WIB - Gubri Temui Anggota DPR RI Asal Riau | 09:29 WIB - Inhil Peroleh Bantuan Program Indonesia Terang
  Kamis, 24 Oktober 2019 | Jam Digital
Follow:
 
Sektor Perikanan Jadi Fokus Pemkab Rohil Untuk Sejahterakan Nelayan

Kamis, 22/06/2017 - 17:15:24 WIB
Bupati Rohil mengunjungi perkampungan nelayan untuk mensosialisasikan program perikanan
TERKAIT:
 
  • Sektor Perikanan Jadi Fokus Pemkab Rohil Untuk Sejahterakan Nelayan
  •  

    Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) akan membangkitkan kembali sektor perikanan sebagai program skala prioritas dalam pembangunan. Alasannya, sektor ini dinilai memiliki potensi yang cukup mampu meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan masyarakat.
     
    "Agar program ini bisa terwujud, instansi terkait yakni Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Rohil kita minta untuk menjalankan program  ini dengan baik dan benar serta tepat dengan sasarannya," ujar Bupati Rohil Suyatno
     
    Dijelaskan Bupati, sektor yang akan dibangkitkan ini selain merupakan program skala prioritas Pemkab Rohil juga pernah membanggakan nama daerah di dunia internasional.
     
    "Kalau sektor perikanan dulunya kita terkenal sebagai penghasil ikan nomor dua terbesar di dunia setelah Norwegia. Ini merupakan program andalan yang telah kita jual kepada masyarakat, jadi kita harapkan agar instansi terkait menjalankan kedua sektor itu dengan sebaik mungkin," pintanya.
     
    "Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, kabupaten dan kota hanya mengurus pemberdayaan nelayan kecil dan budidaya ikan," ujar Sementara itu Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanlut) Kabupaten Rohil Muhammad Amin MSi.
     
    Mengacu pada undang-undang itu, tambah Amin, pemberdayaan nelayan kecil yang mengoperasikan kapal berukuran 5 GT. Kemudian, wilayah kewenangan ukuran dari 0 sampai 12 mil merupakan kewenangan provinsi. Kemudian mulai 12 mil ke atas, merupakan kewenangan dari pemerintah pusat. Kemudian, lanjut Amin, pemberdayaan nelayan dari 5 GT sampai 30 GT dilakukan oleh pihak provinsi. Selanjutnya, ukuran 30 GT ke atas merupakan kewenangan dari pemerintah pusat.
     
    Sejak dilahirkan undang-undang itu tadi, lanjut Amin, maka Kabupaten Rohil tidak memiliki laut. Karena, sudah menjadi kewenangan provinsi dan pusat. "Kita hanya menangani soal pemberdayaan nelayan kecil dan budidaya ikan," kata Amin.
     
    Mengacu pada undang-undang itu, tambah Amin, maka arah kegiatan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rohil dititikberatkan pada pemberdayaan nelayan kecil dan budidaya perikanan. "Itu makanya kita kembangkan dan tingkat pembenihan kita," kata Amin.
     
    Sedangkan Wakil Ketua DPRD Rokan Hilir Abdul Kosim mendesak pemerintah untuk meningkatkan perhatian terhadap nelayan. Saat ini terangnya terdapat ribuan rumah tangga di wilayah pesisir Rohil seperti di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Sinaboi, Pekaitan, Kubu dan Bangko yang menyandarkan penghidupan sebagai nelayan namun tak sedikit yang kehidupannya masih belum sejahtera.
     
    "Pemkab harus punya program yang memberikan perhatian lebih kepada nelayan setempat, karena mayoritas kehidupan nelayan kita terutama nelayan tradisional banyak yang serba prihatin. Bahkan wilayah pesisir bisa dikatakan sebagai kantong kemiskinan," ujar Abdul Kosim.
     
    Pemerintah terangnya harus memiliki solusi yang terarah untuk membantu agar kehidupan kalangan nelayan tidak terus terjebak dengan kemiskinan. Apalagi tambahnya fasilitas yang ada di wilayah pesisir masih serba minim inipun berpengaruh pada pola hidup dan cara pandang rumah tangga nelayan untuk memperbaiki hidup. "Kalau akses mereka masih terbatas akhirnya berimbas pada banyak hal mendapatkan informasi yang baik pula," kata anggota dewan dari Panipahan, Pasir Limau Kapas ini.
     
    Ia mengaku melihat bahkan bersinggungan langsung dengan kehidupan nelayan, pemerinta harus bisa turut campur bukan hanya semata-mata memberikan bantuan alat tangkap saja.
     
    "Program untuk masyarakat nelayan harus lebih banyak lagi karena daerah kita pun dikenal sebagai penghasil perikanan yang strategis. Saya kira selain bantuan alat tangkap, bantuan perumahan untuk nelayan, pendidikan bagi anak nelayan, dan lain-lain harus ditingkatkan," ujar Abdul Kosim.
     
    Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) diminta memberikan pelindungan dan rasa aman kepada nelayan. Selama ini nelayan Rohil yang melaut di Selat Malaka sering diintervensi Polisi Diraja Malaysia.
     
    "Baru-baru ini kita mendapat laporan kalau nelayan Rohil sering diusir dan ditodong pistol oleh Polisi Diraja Malayasia. Polisi Malaysia beralasan kalau lokasi penangkapan ikan itu wilayah negaranya. Makanya, kita minta Pemkab Rohil melindungi dan memberikan rasa aman kepada nelayan," ujar Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Rohil, Murkan Muhammad SPdI.
     
    Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) politisi Partai Demokrat ini mengatakan kejadian ini sudah sering terjadi. Tidak cukup hanya Pemkab Rohil, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau dan pemerintah pusat juga diminta turun tangan.

    Pemkab Rohil Sosialisasikan Produk Hukum Perikanan dan Peraturan Pengawasan Wilayah Perbatasan

    Pemerintah Kabupaten (pemkab) Rokan Hilir (rohil) menggelar sosialisasi produk hukum dibidang perikanan dan peraturan pengawasan diwilayah perbatasan, Selasa (20/9/2016) diaula lantai VI kantor bupati rohil, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi. Sosialisasi itu tujuan utamanya adalah untuk memberikan pemahaman tentang batas wilayah perairan kepada para nelayan baik itu nelayan tradisional dari rohil, Bengkalis maupun nelayan dari Tanjung Balai Asahan, Propinsi Sumatra utara (Sumut)

    Selain mengundang ratusan nelayan, Pemkab rohil juga mengundang Danlanal dumai, Danlanal Tanjung Balai asahan, Kadiskanlut Pemprop Riau, perwakilan dari Kementrian Kelautan dan perikanan, Hnsi sebagai narasumber atau pemateri dikegiatan tersebut. Tampak juga dihadiri oleh Plt Sekdakab rohil Drs H Surya Arfan Msi, Plt Kadiskanlut rohil M Amin Spi, dan Beberapa Pimpinan Skpd dan instansi vertikal lainnya

    Bupati Suyatno dalam sambutannya sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut mengatakan,  beberapa waktu yang lalu 19 nelayan rohil ditangkap oleh polisi diraja malaysia karena dianggap telah masuk didalam kawasan diperairannya. Nah, para nelayan tradisional kita tentunya tidak mengetahui mana batas wilayah perairan antar negara. Makanya hari ini kita laksanakan sosialisasi ini agar nelayan bisa diberikan ilmu tentang peta batas kawasan perairan

    Sehingga kedepannya tidak ada lagi nelayan kita yang ditangkap saat mencari nafkah dilaut. Selain batas wilayah perairan antar negara, Nelayan tradisional kita juga sering mengeluh dengan maraknya aksi pencurian ikan (ilegal fishing) diperairan rohil dengan menggunakan alat tangkap pukat harimau. Kebanyakan pencurian ikan dengan menggunakan alat yang dilarang oleh pemerintah itu berasal dari propinsi sumut

    "Makanya sosialisasi ini selain mengundang nelayan rohil kita mengundang beberapa nelayan dari kabupaten bengkalis dan nelayan yang berasal dari propinsi tetangga, sumut, "Kata Suyatno

    metrokini.com
    Bupati Rohil panen Ikan di kabupaten Rohil

    Dilanjutkan, Sosialisasi ini selain memberikan pemahaman tentang batas wilayah perairan juga dalam rangka mencegah terjadinya keributan antar sesama nelayan dengan melakuan aksi kekerasan dengan saling bakar kapal

    "kita tidak ingin gara-gara melewati batas wilayah perairan nelayan saling bakar kapal seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di pelabuhan Bagansiapiapi. Dimana kapal nelayan sumut itu setelah ditangkap dan dibakar. Nah, perbuatan main hakim inilah yang tidak kita inginkan, "Sebutnya.

    Ia berharap jika ada kapal nelayan melewati perbatasan hendaknya diselesaikan secara arif dan bijaksana tanpa harus melakukan aksi pembakaran kapal

    "Kita berharap pihak terkait seperti Danlanal, aparatur pemerintahan dan aparat terkait serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada para nelayan didaerahnya masing masing. Dengan begitu kedepannya para nelayan kedua daerah ini tidak saling bertikai dan aman dalam mencari nafkah dilaut, "Ajak Suyatno. (Adv/Jul)




     
    Berita Terkini:
  • Gubri : Budaya Mandi Safar Berumur 30 Tahun dan Jadi Pemikat Destinasi Wisata di Riau
  • Galeri Foto Peringatan Hari Anak Nasioanl Tahun 2019 Kabupeten Inhil
  • Dr Junaidi, S.Hum, M.Hum Terpilih Jadi Rektor Unilak 2019-2023
  • Kisruh AKD Selesai, Tiga Fraksi di DPRD Riau Akhirnya Isi Anggotanya Untuk Komisi-komisi
  • Gubri Temui Anggota DPR RI Asal Riau
  • Inhil Peroleh Bantuan Program Indonesia Terang
  • Sahabat Pondok Ijo 2 Bersama PWI Riau Peduli Serahkan 103 Nasi Bungkus
  • Galeri Foto Bupati dan Wakil Bupati Inhil Bersama-sama Mengikuti Festival Pawai Budaya
  • Pemkab Inhil Gelar Festival Pawai Budaya
  • PWI Riau Serahkan Dana Sumbangan ke Anggota PWI Pelalawan Korban Kebakaran
  • Bupati Inhil Bersama PKH dan Launching Labelisasi Serta Graduasi Mandiri KPM PKH Tahun 2019
  • Galeri Foto Puncak Peringatan Harla Muslimat NU Kabupaten Inhil ke 73
  • Bakal Calon Bupati Pelalawan Budi Artiful Jalin Silahturrahmi Dengan Wartawan
  • DANA dan JNE Bersinergi Dukung Akselerasi Ekonomi Digital Indonesia
  • Bupati Harapkan PKH Bersinergi dengan Program-program Unggulan Pemkab Inhil
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    4 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    7 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    8 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    9 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
    10 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
     
    TRANS PILIHAN
    Jumat, 18/10/2019 - 07:26 WIB
    Bakal Calon Bupati Pelalawan Budi Artiful Jalin Silahturrahmi Dengan Wartawan
    SKK Migas - Chevron dan UIR Bangun Migas Center Pertama di Riau
    Gangguan Tidur Karena Cemas Pada Ibu Hamil
    Petani Karet Desa Airpanas Rokan Hulu Merasa Lega Setelah MoU Dengan PT BRI AGRO dan PTPN V
    Junior PTPN 5 U11, Raih Juara Pemain Terbaik dan Top Skorer Pada FOPSSI di Yogyakarta
    Bupati HM.Wardan Hadiri Istighosah Kebangsaan Se-Provinsi Riau
    Bupati Wardan Hadiri acara Pisah Sambut Dandim 0314/Inhil
    HM Wardan Resmikan Rumah Tahfizd Desa Danau Pulai Kempas
    Hj. Zulaikhah Wardan Lantik Pengurus PMI Kecamatan Kuindra Masa Bakti 2019-2024
    Bupati HM.Wardan Hadiri Rapat bersama Presiden RI, bahas Masalah Karlahut di Riau
    Kakanwil Kemenkum HAM Riau Letakan Batu Pertama Perluasan Kantor Imigrasi Tembilhan
    Bupati HM Wardan Hadiri Pengucapan Sumpah dan Janji Anggota DPRD Inhil Periode 2019-2024
    Wardan Lantik Pengurus DKR Inhil Masa Khidmat 2019-2024
    Bupati HM.Wardan Sambangi Posko Kesehatan Dampak Kabut Asap di Kecamatan Reteh
    HM Wardan Resmikan Mushola RSUD Tengku Sulung Pulau Kijang
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved