www.transriau.com
15:47 WIB - Ikhsan: Empat Bakal Calon Kepala Daerah yang Terima SK Golkar Telah Memenuhi Indikator | 14:59 WIB - GKSB DPR RI Dukung Langkah Fatah dan Hamas Bersatu Lawan Israel | 23:05 WIB - Tim Gabungan Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Desa Lubuk Sakat | 15:47 WIB - SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagut Serahkan Bantuan 270 Paket Sembako ke PWI Riau | 15:36 WIB - Kejari Pelalawan Tetapkan Dua Tersangka Korupsi | 16:20 WIB - Satpolair Polres Rohil Panen Raya Perdana Tambak Ikan Hasil Binaan
  Selasa, 14 Juli 2020 | Jam Digital
Follow:
 
Tekad Pemkab Meranti Menjadikan Lahan Gambut Sebagai Potensi Daerah Mendukung Kearifan lokal

Rabu, 21/11/2018 - 16:22:14 WIB

Bupati Meranti Drs H. Irwan Nasir pada acara aeminar tentang Gambut di Batam Provinsi Kepualaun Riau
TERKAIT:
 
  • Tekad Pemkab Meranti Menjadikan Lahan Gambut Sebagai Potensi Daerah Mendukung Kearifan lokal
  •  

    Keberhasilan Pemerintah Kepulauan Meranti dalam mengolah lahan Gambut dengan berbagai tanaman perkebunan seperti Sagu, Kelapa dan Kopi menjadi sorotan dunia. Hal itu pula yang mendasari Badan Restorasi Gambut (BRG) RI, selalu melibatkan Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si menjadi pembicara dalam seminar Nasional maupun Internasional tentang Gambut, seperti yang digelar saat ini acara diskusi Internasional Lahan Gambut, yang dihadiri oleh para Pakar dan Peneliti Gambut Dunia, di Ballroom Hotel Aston, Batam, Senin (12/11/2018).

    Hadir dalam acara itu Kepala Badan Restorasi Gambut Ir. Nazir Fuad, M.Sc, Deputy I BRG RI Dr. Haris Gunawan, Ketua Masyarakat Lahan Gambut Internasional Prof. Gerald Schmilewski, Peneliti Hutan dan Lingkungan Hidup Badan Pengembangan dan Inovasi Dr. Agus Justianto, serta puluhan Akademisi serta Peneliti Lahan Gambut Internasional.

    Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, selaku pembicara pada kesempatan itu mengangkat tema "Tantangan Dalam Mengelola Ekosistem Gambut dalam Perspektif Lokal". 

    Pemkab Meranti terus berupaya melestarikan Ekosistem Gambut seluas 80 persen dari total wilayah Meranti dengan berbagai tantangan seperti rentan terhadap kebakaran lahan, abrasi ombak laut dan cukup susahnya memanfaatkan lahan gambut untuk pengembangan tanaman pertanian perkebunan.

    Sehingga berkat strategi dan keuletan masyarakat yang didukung penuh  Pemerintan Daerah dapat menjadikan Lahan Gambut sebagai potensi daerah yang mampu mendukung kearifan lokal. 

    Salah satunya dalam pengembangan Sagu, Kelapa dan Kopi yang menjadi andalan Meranti sejak dahulu.

    Saat ini hasil perkebunan sagu di Meranti memiliki kualitas premium atau yang terbaik didunia, luas Kebun Sagu di Meranti hampir mencapai 50 ribu Ha, dengan total produksi 276 ribu Ton pertahun.

    Dari hasil produksi itu Meranti menyuplai hampir 90 persen kebutuhan Sagu Nasional, sebagian hasil produksi Sagu Meranti berupa tepung diekspor ke Cirebon dan Manca Negara seperti Jepang, Malaysia dan Singapura. Selain itu, Sagu Meranti ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian terbesar masyarakat Meranti.

    Pemerintah sangat konsen terhadap pelestarian ekosisten Gambut itu, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat Kanalisasi atau sekat kanal yaitu mengendapkan air disuatu kolam atau wadah penampungan untuk dialiri ke ekosistem lahan gambut agar tetap basah dan terbebas dari kebakaran. 

    Ditambahkannya sejak sistem ini diterapkan, jumlah kebakaran hutan dan lahan gambut di Meranti berhasil ditekan dengan drastis, dari ribuan hektar sampai menimbulkan bencana kabut asap ditahun 2016 menjadi ratusan hektar

    Selain itu, dalam pelestarian Ekosistem gambut diwilayah pinggir pantai, pemerintan daerah bersama masyarakat terus menggalakan penanaman mangrove dan upaya ini menjadi salah satu yang paling efektif dan efisien dalam menyelamatkan bibir pantai Meranti dari ancaman abrasi.

    Upaya yang dilakukan Pemkab Meranti dalam memanfaatkan dan melestarikan Ekosistem Gambut dihadapan para Pakar dan Ahli Lingkungan Gambut Dunia mendapat apresiasi dari para peserta diskusi.

    Bupati Meranti Drs H. Irwan Nasir pada acara aeminar tentang Gambut di Batam Provinsi Kepualaun Riau

    Hal ini diakui Deputy IV Bidang Penelitian dan Pengembangan BRG RI, Prof. Dr. Haris Gunawan, dalam acara ramah tamah BRG RI bersama Pemda Meranti sempena kegiatan Tropical Peatland Roundtable Discussion, di Ballroom Hotel Grand Meranti, Selatpanjang, Rabu (14/11/2018).

    "Kepulauan Meranti merupakan daerah yang paling cocok menjadi pusat penelitian gambut," Kata Prof. Dr. Haris Gunawan

    Lebih jauh dikatakan Haris, BRG RI menjadikan Kepulauan Meranti sebagai Pusat Laboratorium Penelitian Gambut Dunia, seperti saat ini dengan memfasilitasi para Pakar Lingkungan dan Gambut dunia yang berasal dari 10 negara untuk mengunjungi 3 Desa di Kecamatan Tebing Tinggi Timur yakni Desa Tj. Sari, Desa Lukun dan Desa Sungai Tohor.

    Penelitian tersebut merupakan kegiatan Internasioal yang digelar oleh BRG RI bekerjasama dengan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI yang baru saja melounching pusat penelitan Gambut.

    Hal itu jelas dibunyikan dalam Kepres yang menyebutkan 4 daerah di Indonesia sebagai daerah prioritas penelitian gambut, yakni Provinsi Riau dipusatkan di Meranti, 1 di Provinsi Kalimantan Tengah dan 2 di Provinsi Sumatera Selatan.

    Dikatakan Harris dipilihnya Meranti sebagai pusat penelitian gambut, salah satunya untuk mendorong masyarakat di Kepulauan Meranti lebih bersemangat mengembangkan lahan gambut

    Selanjutnya dihadapan para pakar lingkungan dan jajaran pejabat dilingkungan Pemkab Meranti, Haris berharap dengan adanya kegiatan ini dan berkat dukungan semua pihak, cita-cita BRG untuk menjadikan Kabupaten termuda di Riau ini sebagai pusat Laboratorium Gambut Internasional dapat terwujud.

    "Semoga apa yang kita cita-citakan bersama menjadi Meranti sebagai pusat penelitian Gambut dunia dapat terwujud," harap Haris.

    Sementara itu, Asisten II Sekdakab Meranti, Syamsuddin SH MH, mengucapkan terima kasih kepada BRG yang akan menjadikan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai pusat penelitian Restorasi Gambut Internasioal.

    Ia berharap apa yang dilakukan BRG itu memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Apalagi dari informasi yang diterimanya dari Deputy IV BRG RI, Kepulauan Meranti mendapat dana Rp.10 Miliar untuk penelitian gambut, dari total Rp.49 Milliar dana yang disediakan.

    "Terima kasih kepada BRG RI yang telah menjadikan Meranti sebagai pusat penelitian gambut Internasional," ujar Syamsuddin.

    Kunjungan BRG RI di Kepulauan Meranti, terdiri dari para pakar lingkungan berjumlah kurang lebih 75 orang. Rombongan ini akan melakukan kunjungan tiga Desa diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur yang direncanakan sebagai lokasi Laboratorium Penelitan Gambut Internasional.

    Kepala BRG menerima cendramata dari Pemkab Meranti usai melakukan Penelitian Gambut di Meranti

    Sementara itu, Wakil Bupati Meranti H Said Hasyim mengatakan setelah mendapat perhatian penuh oleh Pemerintah Pusat, wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi pusat kajian Badan Restorasi Gambut (BRG) yang baru dikeluarkan peraturannya oleh Pemerintah Pusat dengan Peraturan Presiden No 1 Tahun 2016, dikeluarkan pada 6 Januari 2016 lalu.

    "Kabupaten termuda di Riau ini dijadikan pusat kajian BRG, karena termasuk menjadi salah satu daerah di Provinsi Riau dan Sumatera dari empat daerah prioritas di Indonesia yang memiliki lahan gambut," kata Said

    Pengelolaan Gambut secara berkelanjutan bukanlah hal yang mudah, Sebelumnya Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan, M.Si juga telah mengikuti pertemuan bersama Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, pertemuan itu membahas Kerja Sama Pengelolaan Gambut berkelanjutan antara Bupati Kepulauan Meranti dengan UGM, sebagai tindak lanjut Rapat POKJA Gambut Pulau Padang beberapa waktu lalu, bertempat di ruang tamu Rektor, di Gedung Pusat UGM, Yogjakarta, Jumat (9/3/2018) lalu

    Pertemuan yang dihadiri  Rektor:Prof.  Ir. Panut Mulyono,  M. Eng., P. hD., Ketua Pokja Gambut UGM Dr.  Satyawan Pudyatmoko, Kepala Bappeda Meranti H. Makmun Murod, Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Meranti Ir. Achmad Prasetyo, Kepala Bagian Humas dan Protokol Helfandi, SE. M. Si, Dosen Fak kehutanan UGM Oka Karyanto,  SP.  M. Sc., Dosen  Fak.  Ekonomi Drs.  Dumairy,  MA, Dosen Fak.  Teknik: Dr.  Rahmad Jayadi,  Prof.  Ir.  Joko Sujono,  M. Eng.,  P. hD. serta Direktorat Kerjasama UGM Widati.

    Pertemuan itu membahas berbagai hal terkait Tim Restorasi Gambut UGM dalam menyelesaikan permasalahan Gambut yang terjadi di Meranti serta masalah lainnya yang dinilai cukup komplek yang bermuara pada revitalisasi ekonomi masyarakat.

    Adapun revitalisasi ekonomi yang dimaksud meliputi, keterbatasan sumber mata pencaharian, permodalan usaha, pemasaran produk, serta lingkungan.

    Sejauh ini seperti disampaikan oleh, Rektor Universitas Gadjah Mada. Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng. Pihaknya melalui Tim Restorasi Gambut yang dibentuk telah melakukan pra survey sehingga telah memperoleh gambaran model penanganan lahan gambut, meski begitu untuk mendapatkan data yang benar benar valid, diakui Rektor UGM masih perlu didiskusikan dengan dinas teknis terkait Pemkab Meranti.

    Bupati Meranti Drs H. Irwan Nasir Rapat bersama UGM dalam pembahasan Gambut

    Sebagai daerah penghasil Sagu terbesar di Indonesia, Kabupaten Kepulauan Meranti berharap komoditi pangan alternatif (Sagu.red) yang menjadi salah satu mata pencarian utama masyarakat dapat mengatasi krisis pangan dan mendukung kedaulatan pangan Nasional.

    Namun seperti diketahui masih banyak kendala yang harus dituntaskan terutama masalah infrastruktur.

    Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si meminta perlu intervensi pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Kabupaten termuda di Riau ini. Dengan memberikan alokasi anggaran lebih kepada Kabupaten yang masuk dalam kawasan prioritas Nasional ini.

    Diantaranya adalah untuk mendukung percepatan pembangunan di Meranti perlu adanya kebijakan tataruang yang efektif dan berdayaguna bagi Pemerintah Kabupaten dan seluruh masyarakat Meranti. 

    "Hingga kini pembangunan di Kepulauan Meranti mayoritas masih menggunakan dana APBD Kabupaten, padahal Kepulauan Meranti dalam wilayah NKRI termasuk daerah terluar dan sebagai kawasan lokpri yang seharusnya lebih diperhatikan oleh pusat dengan memberikan alokasi dana lebih untuk Meranti," papar Bupati.

    Dengan didukung infrastruktur yang memadai menurut Bupati akan membuka peluang pengembangan potensi SDA, disektor perkebunan, tanaman pangan dan hortikultura, peternakan dan perikanan. (Advetorial)



     
    Berita Terkini:
  • Ikhsan: Empat Bakal Calon Kepala Daerah yang Terima SK Golkar Telah Memenuhi Indikator
  • GKSB DPR RI Dukung Langkah Fatah dan Hamas Bersatu Lawan Israel
  • Tim Gabungan Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Desa Lubuk Sakat
  • SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagut Serahkan Bantuan 270 Paket Sembako ke PWI Riau
  • Kejari Pelalawan Tetapkan Dua Tersangka Korupsi
  • Satpolair Polres Rohil Panen Raya Perdana Tambak Ikan Hasil Binaan
  • Indra Gunawan Eet Bersaksi Untuk Perkara Amril Mukminin di PN Tipikor Pekanbaru
  • Kepala Kemenag Pekanbaru Ajak Jemaah Haji, Pengusaha Travel dan Bank Mendukung Gerakan Wakaf Uang
  • Pemeriksaan Sekda Riau di Kejati Berimbas Pada Pencalonan Komut BRK
  • Markarius Sarankan DPRD Riau Bentuk Pansus Tenaga Kerja
  • Gubri: Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
  • Rektor UIR dan Bupati Kampar Saksikan Pascasarjana Teken MoA dengan Sekda
  • Diduga Karena Persoalan Asmara, Seorang Mahasiswa ditemukan Gantung Diri
  • Pengadilan Agama Kelas IA Pekanbaru Teken MoU dengan Kemenag Akses SIPA
  • Yuyun Hidayat Serap Aspirasi Masyarakat Tapung Hulu
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    4 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    7 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    8 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
     
    TRANS PILIHAN
    Minggu, 05/07/2020 - 22:04 WIB
    RAPP Raih Sertifikasi Sistem Manajemen Energi
    Walikota Pekanbaru Resmikan Koridor Baru Bus TMP
    Rekam Jejak 20 Pejabat Eselon II Pemprov Riau yang Baru dilantik Gubernur Syamsuar
    Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji 1441 H/2020 M
    Pertamina EP Lirik Field Berdayakan Petani ditengah Pandemi
    Gubri Pimpin Penyemprotan Disenfektan dan Pelaksanaan Rapid Test Bukitraya
    Utamakan Keselamatan, Keberangkatan Jemaah Haji 1441H Dibatalkan
    Gubri Tinjau Persiapan Pelaksanaan New Normal Covid-19 di Rohil
    Masih Muda dan Mulai Usaha, Why Not?
    Gubri Syamsuar Sosialisasikan Program New NormalĀ 
    JNE Distribusikan Beras Bansos Pemerintah RI
    PT Selaras Abadi Utama dan Mitra Kerja Salurkan Bantuan Sosial di Pelalawan
    PT NWR dan PT NSR Kembali Salurkan Ratusan Paket Sembako Untuk Masyarakat Langgam
    PTPN V Salurkan 7.000 Paket Sembako Senilai 1 Miliar, Mendukungkung Terwujudnya New Normal
    Kontribusi Nyata Untuk Brand Lokal
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved