www.transriau.com
00:20 WIB - 15 Kotak Suara Pemilu 2019 dibakar OTK, Polda Identifikasi Pelaku | 00:04 WIB - Kelelahan Jaga TPS, Anggota Linmas Meninggal | 23:57 WIB - Usai Perhitungan Suara, Ketua KPPS Tewas Gantung Diri | 23:51 WIB - KPU Salah Entri Data C1, BPN : Lucu Suara Prabowo Terus Yang Salah | 23:44 WIB - Bupati Kampar dan Isteri Gunakan hak Pilih di TPS2 Desa Sei Lembu Makmur Tapung | 23:36 WIB - Bawaslu Riau Rekomendasikan 112 TPS Lakukan PSU dan PSL
  Senin, 22 April 2019 | Jam Digital
Follow:
 
Keterangan Kepala Kanwil Kemenag Riau Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushalla

Senin, 03/09/2018 - 11:07:10 WIB

Drs H. Ahmad Supardi, MA
TERKAIT:
 
  • Keterangan Kepala Kanwil Kemenag Riau Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Langgar dan Mushalla
  •  

    Sehubungan dengan banyaknya pertanyaan masyarakat baik langsung maupun tidak langsung, baik melalui telpon maupun  media sosial dan bahkan viral  serta terjadi polemik di media sosial dan di tengah masyarakat, tentang penggunaan pengeras suara di Masjid, Langgar dan Musholla, sesuai dengan Instruksi Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Nomor: Kep/D/101/1978 dan Surat Edaran  Dirjen Bimas Islam Nomor: B.3940/DJ.III/Hk.00.7/08/3028,  maka dengan ini kami sampaikan hal hal  sebagai berikut:

    1. Instruksi Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tersebut tidak ada melarang penggunaan pengeras suara untuk adzan di Masjid, Langgar, dan Mushalla. Instruksi itu bahkan mempersilahkan adzan dengan pengeras suara sekuat kuatnya, karena hal itu adalah pemberitahuan waktu sholat dan  mengajak umat untuk melaksanakan sholat. Tentunya dengan suara yang merdu, fasih dan menyejukkan.

    2. Umat beragama di luar pemeluk agama Islam yang kebetulan tinggal di sekitar Masjid, Langgar, dan Mushalla, diminta untuk dapat memahami dan merasa tidak terganggu dengan suara adzan tersebut, karena ini adalah bahagian dari ajaran agama Islam yang telah membudaya dan mendarah daging bagi umat Islam, dalam rangka memberitahu waktu sholat telah tiba dan sekaligus mengajak umat untuk melaksanakan sholat  dan meraih kemenangan.

    3. Instruksi ini ditujukan pada daerah perkotaan seperti ibukota negara, provinsi, dan kab/kota yang penduduknya sangat heterogen dari sisi agama, budaya kerja, adat dan tradisi, serta lain sebagainya. Sedangkan daerah perdesaan yang penduduknya homogen atau bahkan satu kampung itu hanya dihuni umat Islam, maka dapat menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan tradisi masyarakat setempat.

    4. Aturan dalam instruksi ini secara umum mengatur penggunaan pengeras suara saat pelaksanaan Adzan, Tilawah Al-Qur'an menjelang Sholat, pengajian dan Upacara Hari Besar Islam, sbb:

    ATURAN PENGGUNAAN PENGERAS SUARA

    • Pengeras suara luar digunakan untuk Adzan sebagai penanda waktu shalat.
    • Pengeras suara dalam digunakan untuk do’a dengan syarat tidak meninggikan suara.
    • Mengutamakan suara yang merdu dan fasih serta tidak meninggikan suara

    WAKTU SHOLAT SHUBUH:

    - Sebelum subuh boleh menggunakan pengeras suara paling awal 15 menit sebelum waktunya.
    - Pembacaan Al-Qur’an hanya menggunakan pengeras suara keluar.
    - Adzan waktu Subuh menggunakan pengeras suara ke luar.
    - Shalat subuh, kuliah subuh, dsb menggunakan pengeras suara ke dalam saja.

    WAKTU SHOLAT ASHAR, MAGHRIB & ISYA :
     
    5 Menit sebelum adzan dianjurkan membaca Al-Qu’an.
    Adzan dengan pengeras suara ke luar dan ke dalam.
    Sesudah Adzan, hanya menggunakan pengeras suara ke
    dalam.

    WAKTU SHOLAT DZUHUR DAN JUMAT :

    5 menit menjelang dzuhur dan 15 menit menjelang waktu jum’at diisi dengan bacaan Al-Qur’an yang ditujukan ke luar, demikian juga suara adzan.
    Shalat, do’a, pengumuman, khutbah, menggunakan pengeras suara ke dalam

    WAKTU TAKBIR, TARHIM DAN RAMADHAN :

    Takbir Idul Fitri/Idul Adha dengan pengeras suara ke luar.
    Tarhim do’a dengan pengeras suara ke dalam dan tarhim dzikir tak menggunakan pengeras suara.
    Saat Ramadhan siang dan malam hari, bacaan Al-Qur’an menggunakan pengeras suara ke dalam.

    WAKTU UPARACA HARI BESAR ISLAM DAN PENGAJIAN :

    Pengajian dan Tabligh hanya menggunakan pengeras suara ke dalam, kecuali pengunjungnya meluber ke luar. 

    5. Saya berharap supaya aturan ini dapat dilaksanakan oleh Pengurus Masjid, Langgar, dan Musholla dengan sebaik baiknya serta tidak mengkait kaitkan dan membenturkannya dengan politik praktis, sebab aturan ini telah dibuat  40 tahun yang lalu atau sejak tahun 1978. Trims. (ash)



     
    Berita Terkini:
  • 15 Kotak Suara Pemilu 2019 dibakar OTK, Polda Identifikasi Pelaku
  • Kelelahan Jaga TPS, Anggota Linmas Meninggal
  • Usai Perhitungan Suara, Ketua KPPS Tewas Gantung Diri
  • KPU Salah Entri Data C1, BPN : Lucu Suara Prabowo Terus Yang Salah
  • Bupati Kampar dan Isteri Gunakan hak Pilih di TPS2 Desa Sei Lembu Makmur Tapung
  • Bawaslu Riau Rekomendasikan 112 TPS Lakukan PSU dan PSL
  • Firdaus Ajak Masyarakat Pekanbaru Tetap Kompak dan Damai Pasca Pemilu
  • Sekwan Kampar Kembali Pimpin Asdeksi Provinsi Riau Periode 2018-2021
  • Bupati Inhil : Repolusi Mental Perlu Dikuti Seluruh Pihak
  • Gubri Laporkan Kondisi Terkini Pasca Pemungutan Suara Kepada Kemendagri
  • Gubri Bersama Isteri dan Putranya Gunakan Hak Pilih
  • Walikota Pekanbaru Gunakan Hak Pilih
  • Mappilu PWI Riau Ingatkan Bawaslu Tidak Gegabah
  • Gubri Dampingi Menteri BUMN Resmikan Program Peremajaan Sawit Petani di Riau
  • Bupati Amril Mukminin Tinjau Kesiapan Pemilu Beberapa Kecamatan Bengkalis
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    4 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    7 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    8 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
     
    TRANS PILIHAN
    Jumat, 19/04/2019 - 23:51 WIB
    KPU Salah Entri Data C1, BPN : Lucu Suara Prabowo Terus Yang Salah
    Bupati Kampar dan Isteri Gunakan hak Pilih di TPS2 Desa Sei Lembu Makmur Tapung
    Firdaus Ajak Masyarakat Pekanbaru Tetap Kompak dan Damai Pasca Pemilu
    Sekwan Kampar Kembali Pimpin Asdeksi Provinsi Riau Periode 2018-2021
    Bupati Inhil : Repolusi Mental Perlu Dikuti Seluruh Pihak
    Gubri Laporkan Kondisi Terkini Pasca Pemungutan Suara Kepada Kemendagri
    Gubri Bersama Isteri dan Putranya Gunakan Hak Pilih
    Gubri Dampingi Menteri BUMN Resmikan Program Peremajaan Sawit Petani di Riau
    Bupati Amril Mukminin Tinjau Kesiapan Pemilu Beberapa Kecamatan Bengkalis
    Pekanbaru akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
    Sinergikan Pembangunan Daerah Dengan Pihak Swasta, Wakil Bupati Inhil Kunjungi PT GIN
    DIC Bukti Sejarah Kerja Nyata Pemkab Bengkalis
    Kakanwil Kemenag Riau Lakukan Penyegaran 28 Pejabat Struktural dilantik
    Sekda Kampar Tegaskan Program OPD Mengacu Kepada Visi dan Misi Daerah
    Pemerintah Kabupaten Bengkalis Berkomitmen dan Peduli Bangun Gerbang Pesisir
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved