www.transriau.com
23:05 WIB - Tim Gabungan Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Desa Lubuk Sakat | 15:47 WIB - SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagut Serahkan Bantuan 270 Paket Sembako ke PWI Riau | 15:36 WIB - Kejari Pelalawan Tetapkan Dua Tersangka Korupsi | 16:20 WIB - Satpolair Polres Rohil Panen Raya Perdana Tambak Ikan Hasil Binaan | 13:15 WIB - Indra Gunawan Eet Bersaksi Untuk Perkara Amril Mukminin di PN Tipikor Pekanbaru | 09:11 WIB - Kepala Kemenag Pekanbaru Ajak Jemaah Haji, Pengusaha Travel dan Bank Mendukung Gerakan Wakaf Uang
  Sabtu, 11 Juli 2020 | Jam Digital
Follow:
 
DPRD Riau Revisi dan Bentuk Pansus Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketenagalistrikan

Senin, 13/11/2017 - 18:30:07 WIB
Rapat Kerja Pansus Ketenagalistrikan bersama PLN dan Dinas ESDM Provinsi Riau dipimpin Ketua Pansus Manahara Manurung Senin (13/11/2017)
TERKAIT:
 
  • DPRD Riau Revisi dan Bentuk Pansus Perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Ketenagalistrikan
  •  

    Ketenagalistrikan bertujuan untuk menjamin ketersediaan tenaga listrik dalam jumlah yang cukup, kualitas baik, dan harga wajar dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata serta mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan

    Untuk itu DPRD Riau membentuk panitia khusus (pansus) rancangan perubahan perda Nomor 5 Tahun 2015 tentang ketenagaalistrikan. Pansus ini dibentuk dalan suatu rapat paripurna DPRD Riau yang dilaksanakan pada Senin (30/10/2017).

    Pansus perubahan perda Nomor 5 Tahun 2014 ini diketuai oleh Manahara Manurung. Sedangkan untuk wakil ketua dijabat oleh Yurjani Moga. Pembentukan pansus perubahan perda ketenagalistrikan ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Sunaryo.

    Ketua Pansus Manahara Manurung mengungkapkan Permasalahan utama disektor energi pada saat ini adalah masih terbatasnya pasokan listrik di provinsi Riau, sehingga menyebabkan rendahnya rasio elektrifikasi di Provinsi Riau. Sampai dengan tahun 2015, sistem interkonekasi kelistrikan 150 KV baru menjangkau lebih kurang 60% wilayah provinsi Riau melalui 8 (delapan) Gardu Induk.

    Sementara total daya mampu pembangkit listrik di Provinsi Riau sebesar 486 MW dengan beban puncak 549 MW atau defisit kapasitas pembangkit listrik sebesar 63 MW. Dalam kondisi normal, defisit kapasitas pembangkit tersebut dapat disuplai oleh pembangkit dari wilayah lain melalui sistem interkoneksi 150 kV. Namun demikian secara umum sistem interkoneksi 150 kV di sumetera mempunyai cadangan kapasitas yang rendah.

    Wilayah provinsi Riau yang belum terjangkau sistem interkoneksi kelistrikan 150 KV dilayani 10 sistem kelistrikan lokal dengan total daya mampu 157.5 MW. Sistem kelistrikan lokal ini pada umumnya melayani daerah perdesaan, yang disalurkan melalui sistem distribusi 20 KV. Sistem kelistrikan lokal ini melayani sekitar 20% wilayah Provinsi Riau.

    Pada saat ini  energi listrik disediakan oleh sistem interkoneksi sumatera barat-Riau berasal dari PLTA Singkarak, PLTU Ombilin, dan PLTA Kota Panjang dan sistem Terpisah menggunakan PLTD. Sistem interkoneksi dilengkapi jaringan transmisi 150 KV dari payakumbuh ke kota Panjang sepanjang 166 KM dan Gardu Induk Bangkinang berkapasitas 1x10 MW dan Pekanbaru berkapasitas 2x50 MW. Sistem terpisah ditujukan untuk melayani kota kabupaten, kota kecamatan, dan desa-desa yang belum terlayani oleh sistem interkoneksi.

    Sistem kelistrikan Provinsi Riau saat ini memiliki 9 Gardu Induk 150kV, yaitu Koto Panjang, Bangkinang, Garuda Sakti, Teluk Lembu, Duri, Dumai, Bagan Batu, Teluk Kuantan, dan Balai Pungut. Sedangkan daerah-daerah lain di provinsi Riau masil disuplai melalui sistem isolated.

    Sistem kelistrikan Riau sebagian besar dipasok dari Grid Sumatra dengan beban puncak tahun 2014 mencapai 523 MW. Kapasitas pembangkit yang tersambung Grid subsistem Riau saat ini adalah sebesar 460 MW, dimana sebagian besar pembangkit di subsistem Riau saat ini adalah berbahan bakar gas, sehingga sekuritas pasokan gas kedepannya masih belum dapat dipastikan. Selain itu pada kondisi tertentu subsistem Riau masih membutuhkan transfer daya dari subsistem Sumbar.

    Sistem isolated di Provinsi Riau tersebar di kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkalis, dan Kepulauan Meranti. Seluruh sistem isolated dipasok oleh PLTD tersebar dengan kapasitas 84 MW dan mampu 54 MW.

    Foto Fitrah Dayun II.
    Kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) ketenagalistrikan DPRD Provinsi Riau

    Sebagian besar kondisi sistem isolated masih mengalami kekurangan pasokan daya, sehingga untuk mengurangi dampak kekurangan pasokan daya PLN menyewa pembangkit diesel dengan jangka pendek. Daftar pembangkit pada sistem isolated diberikan pada tabel A3.2

    Kondisi kekurangan pasokan kelistrikan pada sistem isolated disebabkan menurunnya daya mampu pembangkit, meningkatnya konsumsi listrik, pelanggan secara alami dan kebutuhan sistem isolated yang dipasok dari excess power telah melampaui kesepakatan perjanjian jual beli.

    Ekonomi Riau tumbuh sangat pesat antara 7,8% pada tahun 2012 (tidak termasuk migas) dan kondisi ini diperkirakan masih akan meningkat pada masa yang akan datang. Target pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi perhatian pemerintah daerah dengan memberikan kemudahan kepada investor untuk menambahkan modalnya di Riau. Semua rencana tersebut dapat dicapai apabila ada dukungan ketersediaan tenaga listrik di Provinsi Riau.

    Dari realisasi penjualan listrik PLN lima tahun terakhir dan mempertimbangkan kecendrungan pertumbuhan ekonomi, pertambahan penduduk dan peningkatan rasio elektifitas dimasa mendatang.

    Sumber energi yang tersedia di provinsi riau untuk membangkitkan tenaga listrik berupa sumber sumber-sumber gas alam di banyak lapangan. Potensi PLTA skala besar terdapat dikabupaten kamoar dan kabupaten kuansing. Menurut studi kelayakan oleh sebuah konsultan pada tahun 1980-an dikabupaten kuantan singingi dan sungai kampar kiri terdapat potensi tenaga air yag cukup besar.

    Foto Fitrah Dayun II.
    Kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) ketenagalistrikan DPRD Provinsi Riau

    Pembangunan tenaga listrik di daerah terpencil dan perbatasan dan pembangunan listrik perdesaan. Pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik yang menyediakan tenaga listrik untuk daerah yang belum berkembang, daerah terpencil dan perbatasan, dan daerah yang belum mendapatkan pelayanan tenaga listrik, dapat diberikan insentif untuk jangka waktu tertentu hingga tercapai nilai keekonomiannya. (Adv/trc)



     
    Berita Terkini:
  • Tim Gabungan Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan di Desa Lubuk Sakat
  • SKK Migas-KKKS Wilayah Sumbagut Serahkan Bantuan 270 Paket Sembako ke PWI Riau
  • Kejari Pelalawan Tetapkan Dua Tersangka Korupsi
  • Satpolair Polres Rohil Panen Raya Perdana Tambak Ikan Hasil Binaan
  • Indra Gunawan Eet Bersaksi Untuk Perkara Amril Mukminin di PN Tipikor Pekanbaru
  • Kepala Kemenag Pekanbaru Ajak Jemaah Haji, Pengusaha Travel dan Bank Mendukung Gerakan Wakaf Uang
  • Pemeriksaan Sekda Riau di Kejati Berimbas Pada Pencalonan Komut BRK
  • Markarius Sarankan DPRD Riau Bentuk Pansus Tenaga Kerja
  • Gubri: Ingin Institusi Pengawasan Harus Kuat
  • Rektor UIR dan Bupati Kampar Saksikan Pascasarjana Teken MoA dengan Sekda
  • Diduga Karena Persoalan Asmara, Seorang Mahasiswa ditemukan Gantung Diri
  • Pengadilan Agama Kelas IA Pekanbaru Teken MoU dengan Kemenag Akses SIPA
  • Yuyun Hidayat Serap Aspirasi Masyarakat Tapung Hulu
  • PPs UIR Silaturrahmi ke Pemko Dumai Tindaklanjuti MoU
  • RAPP Raih Sertifikasi Sistem Manajemen Energi
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    4 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    7 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    8 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
     
    TRANS PILIHAN
    Minggu, 05/07/2020 - 22:04 WIB
    RAPP Raih Sertifikasi Sistem Manajemen Energi
    Walikota Pekanbaru Resmikan Koridor Baru Bus TMP
    Rekam Jejak 20 Pejabat Eselon II Pemprov Riau yang Baru dilantik Gubernur Syamsuar
    Pembatalan Pemberangkatan Jemaah Haji 1441 H/2020 M
    Pertamina EP Lirik Field Berdayakan Petani ditengah Pandemi
    Gubri Pimpin Penyemprotan Disenfektan dan Pelaksanaan Rapid Test Bukitraya
    Utamakan Keselamatan, Keberangkatan Jemaah Haji 1441H Dibatalkan
    Gubri Tinjau Persiapan Pelaksanaan New Normal Covid-19 di Rohil
    Masih Muda dan Mulai Usaha, Why Not?
    Gubri Syamsuar Sosialisasikan Program New NormalĀ 
    JNE Distribusikan Beras Bansos Pemerintah RI
    PT Selaras Abadi Utama dan Mitra Kerja Salurkan Bantuan Sosial di Pelalawan
    PT NWR dan PT NSR Kembali Salurkan Ratusan Paket Sembako Untuk Masyarakat Langgam
    PTPN V Salurkan 7.000 Paket Sembako Senilai 1 Miliar, Mendukungkung Terwujudnya New Normal
    Kontribusi Nyata Untuk Brand Lokal
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved