www.transriau.com
13:35 WIB - Demokrat Riau Bakal Gelar Musda, DPC Pelalawan: Momentun Tepat untuk Regenerasi | 05:49 WIB - Polres Kampar : Perkara Anthony Hamzah Tak Ada Kaitannya Dengan PTPN V | 16:45 WIB - Dukung Peningkatan Pendidikan, PTPN V Salurkan Bantuan Sebesar Rp15 Juta Untuk MDTA Nurul Huda | 17:01 WIB - HUT ke-37, Agung Nugroho Diberi Kejutan Wartawan yang Bertugas di DPRD Riau | 14:53 WIB - Tiang Bubu di Perairan Rohil Kembali Memakan Korban | 13:27 WIB - PHR WK Rokan Luncurkan Program Pencegahan Stunting
  Senin, 18 Oktober 2021 | Jam Digital
Follow:
 
PT. Safari Riau Kelabui Kesepakatan Kemitraan Serta Garap Lahan Melebihi Izin HGU

Kamis, 23/07/2020 - 09:45:08 WIB
Foto: Suasana RDP di ruang medium DPRD Riau
TERKAIT:
 
  • PT. Safari Riau Kelabui Kesepakatan Kemitraan Serta Garap Lahan Melebihi Izin HGU
  •  

    Komisi II DPRD Riau menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan memanggil PT Safari Riau (SR) yang merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit di kabupaten Pelalawan Provinsi Riau, Rabu, 20 Juli 2020.

    Pemanggilan perusahaan ini atas dasar adanya aduan dari kelompok Pemuda Desa Terantang Manuk yang melaporkan adanya usaha perkebunan kelapa sawit yang diduga menggarap lahan melebihi izin HGU yang diberikan

    PT. Safari Riau yang notabene anak perusahaan dari Perusahaan Modal Asing (PMA) asal Malaysia PT. Adei Plantation yang berlokasi di Kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan, diduga telah mengarap lahan melebihi dari izin yang diberikan.

    Hal tersebut jelas sangat merugikan bagi masyarakat Kabupaten Pelalawan, bahkan Pemerintah, baik itu pemerintah pusat maupun daerah. Bagaimana tidak, sebuah Perusahaan Modal Asing yang bernaung dibawah bendera PT. Adei Group bisa menguasai lahan diluar perizinan yang diberikan.

    RDP kali ini dipimpin Ketua Komisi Robin P Hutagalung didampingi anggota lain Sugianto, Arpah, Manahara Napitupulu dan Marwan Yohanis. Serta dihadiri Dinas LHK Riau, Disbun Riau dan Kabupaten Pelalawan dan  Humas Perwakilan pihak perusahaan PT. Safari Riau diwakili General Manejer  Indra Gunawan.

    Anggota komisi II DPRD Riau H. Sugianto menjelaskan PT. Safari Riau ini memiliki HGU seluas 2500 hektar. Sementara berdasarkan Perda 10 RTRW Riau terdapat seluas 1000 hektar masuk dalam kawasan hutan atau Hutan Produksi Konversi (HPK)

    Selain itu dikatakan Sugianto, berdasarkan izin lokasi sesuai SK Bupati Pelalawan pada tahun 2007 lalu, pihak perusahaan mengelola lahan seluas 2848 hektar. Dari luasan tersebut kesepakatannya adalah 1983 hekter untuk kebun inti pihak perusahaan dan pola kemitraan atau KKPA seluas 865 hektar.

    Namun yang terealisasi hingga saat hanya 600 hektar sisanya 265 hektar masih mereka kelabui.

    "Mereka ini menanam berdasarkan izin lokasi yang diberikan bupati pelalawan tahun 2005 seluas 2848 hektar. Disitu ada pola KKPA. hari ini masyarakat menununtut KKPA tesebut," Kata Sugianto.

    Permasalahan lain yang terjadi di PT. Safari Subur ini berdasarkan laporan pemuda setempat. Bahwa pihak perusahaan menanam kelapa sawit hingga ke sungai resak yang terdapat disana. Namun, pihak perusahaan menyangkal bahwa menanam 1 kilo dari sungai resak.

    "Makanya kita akan turun ketika itu nanti terbukti mereka menanam diluar HGU maka itu boleh dipanen oleh masyarakat,"Tegas politisi PKB dari Dapil Pelalawan - Siak.

    Sementara Nolis Hadis merupakan pemuda setempat Desa Terantanag Manuk yang mengikuti RDP tersebut dari awal hingga akhir merasa bangga berada di forum ini, respon komisi II DPRD Riau sangat terasa baginya dan kawan seperjuangan.

    Dikatakan Nolis, PT. Safari Riau ini mengelola perkebunan diluar HGU dan ada juga yg berada dikawasan hutan, HPK dan Areal Bukan Kawasan Hutan (APL). Begita juga disekitar lahan PT (SR) terdapat sungai bernama sunagi resak. "Mereka menanam dekat dengan sungai resak dan jalan mereka itu dibibir sungai dan pos mereka juga ada dekat sungai itu,"Ungkap Nolis.

    Selanjutnya mengenai pola kemitraan atau KKPA seluas 265 hektar untuk masyarakat belum direalisasikan. dimana, penanaman dilakukan pada tahun 2007 serahterima seharusnya 2011.

    "Kewajiban mereka 865 yang mereka realisasikan hanya 600 hektar. Sisanya 265 hektear masih mereka kelabui,"Tambah Nolis lagi. (Fd)



     
    Berita Terkini:
  • Demokrat Riau Bakal Gelar Musda, DPC Pelalawan: Momentun Tepat untuk Regenerasi
  • Polres Kampar : Perkara Anthony Hamzah Tak Ada Kaitannya Dengan PTPN V
  • Dukung Peningkatan Pendidikan, PTPN V Salurkan Bantuan Sebesar Rp15 Juta Untuk MDTA Nurul Huda
  • HUT ke-37, Agung Nugroho Diberi Kejutan Wartawan yang Bertugas di DPRD Riau
  • Tiang Bubu di Perairan Rohil Kembali Memakan Korban
  • PHR WK Rokan Luncurkan Program Pencegahan Stunting
  • Gubernur Riau usulkan Pembangunan Infrastruktur ke Komisi V DPR RI
  • Apindo-OJK Riau Kerjasama RAPP Kejar Target Herd Immunity
  • Bermodal Sepatu Pinjam Alex dan Astri Raih Medali Emas dan Perak
  • Lebih dari 26.500 Pekerja dan Keluarga PHR WK Rokan Sudah Vaksinasi
  • Gubernur Riau Syamsuar Kunjungi Pesantren Darul Fikri
  • Bupati dan Wabup Rohil Dapat Gelar Datuk Setia Adat
  • Gubri dan Isteri Tanam Padi Bibit Unggul di Desa Bina Maju
  • Hipemari Jakarta Dukung Tuntutan DBH Sawit
  • Sukses Bangun Kemitraan Petani, Dirut Holding Perkebunan Ingin Nasionalisasi Pola PTPN V
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    4 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    7 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    8 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
     
    TRANS PILIHAN
    Minggu, 01/08/2021 - 00:00 WIB
    Afrizal Sintong Terima Mandat Ketua DPD II Golkar Rohil
    Cegah Karhutla di Masa Pandemi
    PT RAPP Luncurkan Inovasi Holistik Program Desa Bebas Api di Siak
    Logo HUT Riau-64 Penuh Makna
    Memulai Karir di Pemerintah dari Penghulu
    Afrizal Sintong, Bupati Baru Rokan Hilir
    Gubernur Riau Siapkan Ruang Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 di Asrama Haji
    Sukseskan Vaksinasi Gotong Royong, RAPP Dukung Pemulihan Ekonomi Sektor Hutan Tanaman Industri
    Puluhan Karangan Bunga Berdatangan ke Sekretariat DPC Demokrat Pekanbaru
    Santer Isu Bakal Bertarung di Pilwako, Dua Anggota DPRD Riau Terlihat Hadiri Festival Rebana
    Agung Nugroho Tegaskan Seluruh Anggota Fraksi Demokrat DPRD Riau Dukung AHY
    BASAMO MAMBOLO NAGOGHI
    HUT Ke-71 Kabupaten Kampar Momentum Sejahterakan Masyarakat
    Kiprah Wartawan di Tengah Pandemi
    Virus Hoax Vs Virus Covid
    Ade Hartati: Vaksin Aman dan Tidak Ada Masalah Untuk Tubuh
    Kabinet Jokowi - Ma'aruf Amin di Reshuffle
    Enam Wajah Baru Menjadi Anggota Kabinet Indonesia Maju
    Bupati Terpilih Kabupaten Pelalawan Zukri Bersama Wakilnya Kunjungi Kediaman HM Harris
    Yulisman dan Agung Nugroho Resmi dilantik sebagai Pimpinan DPRD Riau
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved