www.transriau.com
22:39 WIB - DPRD dan Pemerintah Kota Pekanbaru Temui Menteri PPPA | 20:11 WIB - HM Wardan Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis Di RSUD Puri Husada | 20:01 WIB - Bupati Inhil Serahkan LKPD Tahun Anggaran 2018 Kepada BPK | 12:01 WIB - Posisi Wakil Ketua DPRD Riau Partai Demokrat Berganti, Ketua dan Sekretaris Kompak Bungkam | 20:15 WIB - UIR dan IIUM Sepakat Gelar Konferensi Universitas Islam se Asia Tenggara | 20:57 WIB - PWI Riau Bekerjasama Dengan SKK Migas Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas dan UKW
  Minggu, 24 Maret 2019 | Jam Digital
Follow:
 
Pakai Kode "Cheese"
Begini Kronologi OTT KPK di Lampung Tengah Sebanyak 19 Orang, Bupati Hingga Pimpinan DPRD

Jumat, 16/02/2018 - 18:37:11 WIB

TERKAIT:
 
  • Begini Kronologi OTT KPK di Lampung Tengah Sebanyak 19 Orang, Bupati Hingga Pimpinan DPRD
  •  

    19 orang diamankan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangkaian operasi tangkap tangan(OTT) yang menjerat Bupati Lampung Tengah Mustafa. "Dalam komunikasi, muncul kode 'cheese' sebagai sandi untuk sejumlah uang yang dipersyaratkan agar pihak DPRD menandatangani surat pernyataan tersebut," kata Wakil Ketua KPK Laode Syarif dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

    Dalam kasus ini, Laode menyebutkan, Bupati Lampung Tengah Mustafa memberi arahan kepada jajarannya untuk memberi suap kepada pihak DPRD Lampung Tengah.

    Berikut kronologi OTT itu sebagaimana yang disampaikan Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/2/2018).

    Rabu, 14 Februari 2018 di Lampung

    - Pukul 14.00 WIB: Tim KPK mengamankan A (Swasta) di sebuah restoran di Lampung Tengah
    - Pukul 15.00 WIB: Tim KPK mengamankan SNW (PNS) di kediamannya. Tim juga mengamankan uang Rp 160 juta.

    -Pukul 17.00 WIB: Tim KPK mengamankan S (Sekwan DPRD) di Bandara Lampung
    - Pukul 18.00 WIB : Tim KPK mengamankan ADK (Swasta) di rumahnya.

    Tim juga mengamankan Rp 1 miliar dalam kardus di mobil CRV warna hitam milik ADK.

    Tim juga mengamankan R bersama rekannya S di jalan dalam perjalanannya ke Bandar Lampung dari Lampung Tengah

    - Pukul 19.00 WIB: Tim KPK mengamankan N (Swasta/Kontraktor) di rumahnya di Lampung Tengah

    - Pukul 22.00 WIB: Tim KPK mengamankan JNS (Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalia Sinaga) di kediamannya.

    Bersama 8 orang tersebut, tim juga mengamankan 2 sopir. Mereka kemudian dibawa ke Mapolda Lampung untuk pemeriksaan awal.
    Rabu, 14 Februari 2018 di Jakarta

    - Pukul 19.00 WIB: Tim KPK mengamankan 5 orang yaitu TR (Kadis Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman), AAN (PNS), ADR (Kabid PUPR Kabupaten Lamteng), I (Staf PU), dan K (PNS) di sebuah hotel di Jakarta Pusat.

    Di saat yang sama tetapi hotel berbeda, KPK mengamankan 3 orang lainnya yaitu Za, RR, dan IK (ketiganya Anggota DPRD Lamteng).

    Kamis, 15 Februari 2018 di Lampung

    - Pukul 17.00 WIB: KPK mengamankan ajudan Bupati Lampung Tengah di Bandar Jaya

    - Pukul 18.20 WIB: KPK mengamankan Bupati Lampung Tengah Mustafa

    Menurut Laode, uang Rp 1 miliar dan Rp 160 juta yang diamankan dalam OTT tersebut merupakan uang suap yang dikumpulkan pejabat Pemkab Lampung Tengah untuk kemudian diberikan ke DPRD.

    Tujuannya adalah untuk menggolkan langkah Pemkab meminjam dana sebesar Rp 300 Miliar kepada salah satu Badan Usaha Milik Negara, PT Sarana Multi Infrastruktur.

    Pinjaman itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur yang akan dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Lampung Tengah.

    Namun, Pemkab Lampung Tengah memerlukan surat pernyataan yang disetujui atau ditandatangani bersama dengan DPRD Kabupaten Lampung Tengah untuk menggolkan pinjaman itu.

    "Untuk mendapat persetujuan atau tanda tangan surat pernyataan itu, diduga terdapat permintaan dana sebesar Rp 1 miliar," kata Laode.
    Menurut Laode, Mustafa menyetujui untuk menyuap DPRD Rp 1 miliar.

    Ia memberikan arahan kepada jajarannya untuk menyiapkan uang yang diminta.

    "Diduga atas arahan bupati dana tersebut diperoleh dari kontraktor sebesar Rp 900 juta. Sedangkan Rp 100 juta lainnya untuk menggenapkan jumlahnya berasal dari dana taktis," ucap Laode.

    Dari 19 orang yang ditangkap, KPK sudah menetapkan tiga diantaranya sebagai tersangka dalam kasus ini.

    Mereka adalah Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah J Natalis Sinaga, anggota DPRD Lampung Tengah Rusliyanto, dan Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah Taufik Rahman.

    Natalis dan Rusliyanto diduga menerima uang dari Taufik.

    Sementara, Bupati Mustafa yang baru ditangkap belakangan pada Kamis sore masih berstatus sebagai saksi.

    Status hukum Mustafa masih menunggu pemeriksaan awal dalam waktu 1x24 jam.  *


    Sumber : TribunPekanbaru



     
    Berita Terkini:
  • DPRD dan Pemerintah Kota Pekanbaru Temui Menteri PPPA
  • HM Wardan Hadiri Pembukaan Operasi Katarak Gratis Di RSUD Puri Husada
  • Bupati Inhil Serahkan LKPD Tahun Anggaran 2018 Kepada BPK
  • Posisi Wakil Ketua DPRD Riau Partai Demokrat Berganti, Ketua dan Sekretaris Kompak Bungkam
  • UIR dan IIUM Sepakat Gelar Konferensi Universitas Islam se Asia Tenggara
  • PWI Riau Bekerjasama Dengan SKK Migas Gelar Pelatihan Jurnalistik Wartawan Migas dan UKW
  • Tiga Fakultas di UIR Rencanakan Joint Reseach Bersama IIUM
  • UIR-USIM Sepakat Kerjasama di Bidang Pendidikan
  • Bupati Kampar Tandatangani Zona Integritas di Badan Pertanahan Kampar
  • Kades Koto Aman Mobilisasi Warganya Pulang Kampung
  • Pemkab Inhil Serahkan Bantuan Bagi Warga Sulteng Korban Bencana Gempa dan Tsunami
  • Pemkab Siak Serahkan laporan Hasil Keuangan ke-BPK Perwakilan Riau
  • Kampar Tuan Rumah MTQ Tingkat Provinsi Riau Ke XXXVIII Tahun 2019
  • Komisi III DPRD Riau Tindak Lanjuti Laporan LAM Inhu Terhadap Keberadaan Perusahaan
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    4 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    7 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
    8 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    9 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    10 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
     
    TRANS PILIHAN
    Kamis, 21/03/2019 - 20:01 WIB
    Bupati Inhil Serahkan LKPD Tahun Anggaran 2018 Kepada BPK
    Walikota Pekanbaru Serahkan 53 Sertifikat Tanah Masyarakat Rumbai
    BRK Sabet 3 Penghargaan Ajang Infobank 2nd Satisfaction Loyalty Engagement Award 2019
    Capres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto Sapa Masyarakat Riau
    Bawaslu Dumai Temukan Ribuan Surat Suara Rusak
    PWI Riau Silaturahmi Dengan Menteri LHK
    Jajaran Pemkab Inhil Ikuti Bimtek SAKIP
    Pidato Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Periode 2019-2024 Pada Rapat Paripurna DPRD Riau
    Bupati Kampar Hadiri Syukuran Peresmian Jembatan Gantung Desa Pulau Rambai
    Dalam Sehari MPP Proses 700 Perizinan
    Kota Pekanbaru Terima Bantuan Pendidikan dan Kemendikbud Sebesar Rp401, 5 Miliyar
    Bupati Inhil Ziarah Makam Syech Mohammad Arsyad Albanjari dan Datuk Landak
    Menteri Pendidikan Terpukau Saksikan Penampilan Siswa di Riau
    Ustadz Mas’ud Tahidin Kupas Soal Motivasi Kerja di Al Munawwarah UIR
    Tindak Pidana Pemilu
    Kades Tegal Rejo Jaya Inhil ditetapkan Sebaai DPO Setelah Divonis 4 Bulan Penjara
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved