www.transriau.com
20:01 WIB - Walikota Pekanbaru Tinjau Pelaksanaan UNBK Tingkat SMP | 19:01 WIB - Dirjen Gakkum KemenLHK Blak-blakan Soal Pelaku Perusak SDA | 21:25 WIB - Sambut Ramadhan, Bupati Bengkalis Gelar Kenduri di Kediaman Wisma Sri Mahkota | 20:21 WIB - Gubri Ingin KLT BSN Mampu Tumbuhkan Pelaku UMKM Berstandar Nasional | 19:21 WIB - OJK Serahkan Dua Nama Calon Direksi BRK ke Pemprov Riau | 20:21 WIB - Rusidi : Mengutak - Atik Perolehan Suara Peserta Pemilu Bisa Dipidana
  Selasa, 23 April 2019 | Jam Digital
Follow:
 
Mendikbud Ingatkan Sekolah Tak Lagi Rekrut Guru Honorer

Sabtu, 13/10/2018 - 09:36:25 WIB

Mendikbud Muhadjir Effendy
TERKAIT:
 
  • Mendikbud Ingatkan Sekolah Tak Lagi Rekrut Guru Honorer
  •  

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengingatkan para kepala sekolah negeri untuk tidak lagi merekrut guru honorer. Perekrutan guru honorer menurutnya melanggar peraturan pemerintah.

    "Larangan sekolah merekrut guru honorer telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48/2005 Jo PP No 43/2007," kata Muhadjir di Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat (12/10/2018), di depan ratusan kepala sekolah dan guru se-Kabupaten Sumbawa Barat.

    Dilansir dari Antara, Muhadjir mengatakan salah satu permasalahan yang sedang diselesaikan Kemendikbud adalah persoalan guru honorer di sekolah negeri yang diangkat hanya dengan surat keputusan kepala sekolah.

    Jumlah guru honorer di sekolah negeri yang harus diselesaikan sebanyak 736.000 dari 2.021.000 orang.

    Pemerintah, kata Muhadjir, sudah mengangkat para guru honorer menjadi pegawai negeri sipil pada 2007.

    Kebijakan tersebut diikuti dengan larangan mengangkat guru honorer, namun faktanya masih ada yang merekrut dengan alasan kekurangan guru.

    "Memang ada sekolah yang merekrut karena banyak guru yang pensiun dan ada kebijakan moratorium penerimaan calon pegawai negeri sipil," ujarnya.

    Pada 2018, kata Muhadjir, pemerintah akan merekrut sebanyak 112.000 guru pegawai negeri sipil. Para guru honorer bisa mengikuti tes, namun usia maksimal 35 tahun. Kebijakan tersebut sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap nasib guru honorer yang sudah lama mengabdi.

    Ia mengatakan untuk guru honorer yang usianya di atas 35 tahun akan dijadikan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun tetap harus mengikuti tes sesuai Undang-Undang Aparatur Sipil Negara.

    Pemerintah saat ini sedang menggodok kebijakan perekrutan tenaga ASN berstatus PPPK dan diharapkan segera disahkan setelah proses seleksi calon pegawai negeri sipil selesai dilaksanakan.

    "Gaji guru PPPK juga dari APBN sama dengan guru PNS. Bedanya tidak dapat pensiun saja. Tapi pintar-pintar menabung saja untuk biaya hidup saat pensiun," ucap Muhadjir.

    Sumber : cnnindonesia.com



     
    Berita Terkini:
  • Walikota Pekanbaru Tinjau Pelaksanaan UNBK Tingkat SMP
  • Dirjen Gakkum KemenLHK Blak-blakan Soal Pelaku Perusak SDA
  • Sambut Ramadhan, Bupati Bengkalis Gelar Kenduri di Kediaman Wisma Sri Mahkota
  • Gubri Ingin KLT BSN Mampu Tumbuhkan Pelaku UMKM Berstandar Nasional
  • OJK Serahkan Dua Nama Calon Direksi BRK ke Pemprov Riau
  • Rusidi : Mengutak - Atik Perolehan Suara Peserta Pemilu Bisa Dipidana
  • 15 Kotak Suara Pemilu 2019 dibakar OTK, Polda Identifikasi Pelaku
  • Kelelahan Jaga TPS, Anggota Linmas Meninggal
  • Usai Perhitungan Suara, Ketua KPPS Tewas Gantung Diri
  • KPU Salah Entri Data C1, BPN : Lucu Suara Prabowo Terus Yang Salah
  • Bupati Kampar dan Isteri Gunakan hak Pilih di TPS2 Desa Sei Lembu Makmur Tapung
  • Bawaslu Riau Rekomendasikan 112 TPS Lakukan PSU dan PSL
  • Firdaus Ajak Masyarakat Pekanbaru Tetap Kompak dan Damai Pasca Pemilu
  • Sekwan Kampar Kembali Pimpin Asdeksi Provinsi Riau Periode 2018-2021
  • Bupati Inhil : Repolusi Mental Perlu Dikuti Seluruh Pihak
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    4 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    7 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    8 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
     
    TRANS PILIHAN
    Senin, 22/04/2019 - 20:21 WIB
    Gubri Ingin KLT BSN Mampu Tumbuhkan Pelaku UMKM Berstandar Nasional
    Rusidi : Mengutak - Atik Perolehan Suara Peserta Pemilu Bisa Dipidana
    KPU Salah Entri Data C1, BPN : Lucu Suara Prabowo Terus Yang Salah
    Bupati Kampar dan Isteri Gunakan hak Pilih di TPS2 Desa Sei Lembu Makmur Tapung
    Firdaus Ajak Masyarakat Pekanbaru Tetap Kompak dan Damai Pasca Pemilu
    Sekwan Kampar Kembali Pimpin Asdeksi Provinsi Riau Periode 2018-2021
    Bupati Inhil : Repolusi Mental Perlu Dikuti Seluruh Pihak
    Gubri Laporkan Kondisi Terkini Pasca Pemungutan Suara Kepada Kemendagri
    Gubri Bersama Isteri dan Putranya Gunakan Hak Pilih
    Gubri Dampingi Menteri BUMN Resmikan Program Peremajaan Sawit Petani di Riau
    Bupati Amril Mukminin Tinjau Kesiapan Pemilu Beberapa Kecamatan Bengkalis
    Pekanbaru akan Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
    Sinergikan Pembangunan Daerah Dengan Pihak Swasta, Wakil Bupati Inhil Kunjungi PT GIN
    DIC Bukti Sejarah Kerja Nyata Pemkab Bengkalis
    Kakanwil Kemenag Riau Lakukan Penyegaran 28 Pejabat Struktural dilantik
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved