www.transriau.com
09:27 WIB - IOH Ajak Masyarakat Rayakan Indah Ramadhan Lewat Gerakan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal | 09:20 WIB - BRIN-PTPN IV PalmCo Riset Biogas Kombinasi Limbah Tandan Kosong dan Limbah Cair Sawit Perdana | 19:25 WIB - Konservasi Gajah PHR Mendunia, Raih Green World Environment Awards 2024 di Brasil | 12:13 WIB - Berbagi Keberkahan Ramadan 2024, JNE Hadirkan Promo Ongkos Kirim | 12:00 WIB - Gernas PPA Desak Disdik Siak Nonaktifkan Oknum Guru yang Diduga Pungli | 18:03 WIB - Dorong Ekonomi Masyarakat Jelang Lebaran, PTPN IV PalmCo Gelar Mudik Gratis dan Pasar Murah
  Kamis, 28 Maret 2024 | Jam Digital
Follow:
 
Alasan Ini Yang Menjadikan Beberapa Warga Papua Enggan Ber-KB

Rabu, 27/07/2016 - 15:00:36 WIB
ilustrasi
TERKAIT:
   
 

Meski wilayahnya tak begitu luas, Pulau Jawa dikenal karena kepadatan penduduknya. Kontras dengas kondisi tersebut, penduduk Papua justru tak banyak di tengah wilayahnya yang begitu luas.

Menariknya, hal ini berpengaruh langsung terhadap keberhasilan KB di Papua. Drs Yohanes Rahail, M.Kes., dari Pusat Studi Kependudukan Universitas Cendrawasih menyampaikan bahwa program Keluarga Berencana (KB) bukan prioritas bagi orang Papua karena jumlah penduduk lokalnya yang sedikit.

"Papua butuh banyak penduduk lokal untuk mengimbangi jumlah pendatang," katanya.

Selain itu, mereka berpikir jika tidak menghasilkan banyak anak, lantas siapa yang akan mewarisi hak ulayat atau hak adat lainnya. Apalagi sumber daya alam Papua dan luas wilayah yang harus diwariskan dari generasi ke generasi begitu besar sehingga membutuhkan banyak tenaga untuk mengelolanya.

"Jangan sampai sumber daya mereka dikelola oleh pendatang," imbuh Yohanes dalam Pertemuan Nasional Diseminasi dan Sosialisasi Hasil Kajian Dialog Kebijakan Kependudukan di Grand Aston Hotel Yogyakarta, baru-baru ini.

Tak heran dari data SDKI 2012 dan SUSENAS 2013, indikator keberhasilan KB di Papua belum memenuhi standar. TFR (Total Fertility Rate) atau angka kelahiran total di Papua mencapai 3,5 atau jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 2,6. Begitu pun dengan CPR (Contraceptive Prevalence Rate) yang hanya 21,8 persen, Unmeet Need 23,8 persen, dan kehamilan yang tak diinginkan yang masih sebesar 11,8 persen.

Meski demikian Yohanes mengungkapkan, di tiga daerah yang diamati, yaitu Jayapura, Wamena dan Nabire, masyarakat merasa KB tak dibutuhkan karena ada sejumlah kondisi adat yang berkaitan dengan program ini. Di antaranya, masih adanya perang antarsuku. Bila mereka memiliki anak 2-3 saja, kondisi ini tidak menyulitkan mereka untuk mengungsi. Punya anak banyak juga mengganggu persediaan pangan dalam keluarga.

"Di satu kampung biasanya laki-laki atau suami tidak boleh datang ke honai perempuan selama istri menyusui. Bahkan ada sanksi sosial kalau ada yang melanggar ini, jadi ini buat mereka adalah pengendalian kelahiran dan mereka merasa tak perlu kontrasepsi," jelasnya.

Di sisi lain, Yohanes menyadari ada beberapa nilai lokal yang memang menghambat keberhasilan program KB, seperti sistem pernikahan di mana menantu takut kepada ibu mertuanya yang sudah membayar mahar, sehingga muncul tanggung jawab untuk melahirkan keturunan untuk suku suaminya.

"Ada juga bupati atau kepala daerah yang terang-terang mengatakan tak butuh KB," imbuhnya.

Namun bukan berarti orang Papua tak mau menerima KB begitu saja. Yohanes menyebut tantangan sebenarnya ada pada keterbatasan sumber daya manusia di bidang kesehatan dan sulitnya akses transportasi di Papua.

"Ini terkait dengan ketakutan mereka jika pakai kontrasepsi dan terjadi masalah, mereka tidak tahu harus bertanya ke mana. Dan ketika ada cerita dari mereka yang gagal, ini menjadi trauma bagi orang sekampung," pungkasnya.*














Sumber : Detik.com



 
Berita Terkini:
  • IOH Ajak Masyarakat Rayakan Indah Ramadhan Lewat Gerakan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal
  • BRIN-PTPN IV PalmCo Riset Biogas Kombinasi Limbah Tandan Kosong dan Limbah Cair Sawit Perdana
  • Konservasi Gajah PHR Mendunia, Raih Green World Environment Awards 2024 di Brasil
  • Berbagi Keberkahan Ramadan 2024, JNE Hadirkan Promo Ongkos Kirim
  • Gernas PPA Desak Disdik Siak Nonaktifkan Oknum Guru yang Diduga Pungli
  • Dorong Ekonomi Masyarakat Jelang Lebaran, PTPN IV PalmCo Gelar Mudik Gratis dan Pasar Murah
  • Gerakan Earth Hour, 'Malam Minggu' Gelap Gulita di Perumahan PHR
  • PTPN Dorong Perluasan Cangkang Sawit Sebagai Sumber Energi Terbarukan
  • Perhatian PHR di Bulan Ramadhan Tambah Semangat Bagi Pekerja Energi untuk Negeri
  • BSP Kembali Raih TOP BUMD Awards Bintang 5
  • PT SPR Kembali Raih Penghargaan Top BUMD Awards 2024
  • Pemrov Riau Bentuk Satgas Dukung Kelancaran Operasi PHR di Blok Rokan
  • Tinjau Pekerja di Lapangan Saat Ramadan, Dirut PHR Pesan Jaga Keselamatan
  • Komisi Kejaksaan Ingatkan Waskat Satker Profesional dan Berintegritas
  • Fokus Regenerasi, SSB Belia Regional 3 PTPN IV Sukses Juarai Turnamen Perdana 2024
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Innalillahiwainnaillahi Rojiun..... Anggota DPRD Riau Rosfian Meninggal Dunia 
    2 Ustadz Mas’ud Tahidin Kupas Soal Motivasi Kerja di Al Munawwarah UIR
    3 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    4 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    5 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    6 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    7 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    8 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
     
    TRANS PILIHAN
    Selasa, 05/03/2024 - 18:10 WIB
    Kepala BKKBN RI Apresiasi Regional 3 PTPN IV Komitmen Perangi Stunting
    Kecamatan Kulim Juara Umum MTQ, Berpeluang Wakili Kota Pekanbaru ke Tingkat Provinsi
    Hj Sulastri Raih Suara Tertinggi di Pekanbaru, Jadi Bukti Kebangkitan Demokrat di Kota Bertuah
    Agung Nugroho Terpilih Kembali Untuk DPRD Riau Raih 47.198 Suara Tertinggi di Dapil I Pekanbaru
    Tangisan Ida Yulita Susanti Pecah Ketika Mengingat Perjuangan Bersama Tim
    Gerak Cepat Pj Gubri SF Hariyanto, Segera Perbaiki Jalan Rusak
    Peraih Beasiswa PHR Regitha Nur Azizah Sabet Juara Nasional Pidato Bahasa Inggris
    Desa Tanjung Punak Binaan PHR Raih Juara I Apresiasi Desa Wisata Riau
    Pertamina Hulu Rokan Paparkan Inovasi Lahan Basah Buatan di Gelaran COP28
    Raih CSR Award Bengkalis
    PHR Sukses Jaga Ekosistem dan Antisipasi Konflik Gajah-Manusia
    Skill Pengolahan Limbah Sawit Menjadi Kerajinan Tangan
    Kiat Peningkatan Kapasitas UMKM Agar Naik Kelas Ala Pemuda RiyoLC PHR
    Golkar Riau Patuh Putusan DPP Dukung Prabowo Capres 2024
    Pengabdian Mahasiswa KKN Terintegrasi Universitas Riau 2023
    Mahasiswa KKN UNRI Tingkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat Desa Banglas Meranti
    Jalin Silaturahmi dari Generasi ke Generasi, IKB SMPN 5 Pekanbaru Gelar Reuni Akbar
    Kisah Magang Putra Putri Riau di PHR
    Begini Rasanya Setengah Tahun Magang di Perusahaan Penopang Energi Nasional
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved