www.transriau.com
15:24 WIB - Disaksikan MenPAN-RB Tjahjo Kumolo, Gubernur Riau Hibahkan Tanah kepada ANRI | 14:02 WIB - Kolaborasi Media dan Dunia Usaha Langkah Jitu Pulihkan Ekonomi | 07:59 WIB - Polres Kampar Kembali Bekuk Pelaku Penjarahan Ratusan Perumahan Karyawan Perusahaan Sawit | 12:19 WIB - Gubri Harap Alih Kelola Blok Rokan Berjalan Lancar | 16:35 WIB - GAPKI Riau Sayangkan Polemik Ujian SD Disusupi Kampanye Negatif Sawit | 12:00 WIB - Ujian SD Riau Disusupi Kampanye Anti Sawit
  Sabtu, 12 Juni 2021 | Jam Digital
Follow:
 
Saiman Pakpahan Sebut Ada Motif Politik di Balik Aksi Demo Gubri Syamsuar

Kamis, 03/06/2021 - 21:55:48 WIB
Saiman Pakpahan
TERKAIT:
 
  • Saiman Pakpahan Sebut Ada Motif Politik di Balik Aksi Demo Gubri Syamsuar
  •  

    PEKANBARU – Pengamat politik Riau Saiman Pakpahan mengkritik keras aksi-aksi demo yang tidak dieskpresikan secara santun dan beradab yang sering terjadi belakangan ini. Termasuk aksi sekelompok massa, Rabu 2 Juni2021 kemarin di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Puteri Kaca Mayang Pekanbaru yang kasar, brutal dan jauh dari kesantunan Budaya Melayu.

    Memang secara politik, kata Saiman Pakpahan, siapapun tidak boleh membatasi masyarakat dalam mengekspresikan hak-hak politiknya. Dan, penyampaian aspirasi maupun pendapat di depan umum tersebut dilindungi oleh undang-undang.
     
    “Namun tentu saja ketika mengekspresikan (hak-hak politik) itu mesti dilakukan dengan cara-cara yang santun dan beradab. Apalagi, budaya politik kita di Riau itu budaya Melayu. Jadi, semestinya in-line dengan itu (budaya Melayu),” kata Saiman Pakpahan dalam wawancara dengan media, Kamis 3 Juni 2021 di Pekanbaru menanggapi fenomena aksi-aksi demo yang sering terjadi belakangan ini di Riau.

    Dari pengamatan Saiman, aksi-aksi demo yang terjadi belakangan ini di Riau, hampir keseluruhannya diarahkan kepada Gubernur Riau Syamsuar, dengan berbagai caci maki serta tuduhan-tuduhan yang bersifat memvonis.

    “Ya, siapapun juga, selagi ber-KTP Riau pasti tidak akan setuju dengan cara-cara aksi unjuk rasa yang kasar, brutal dan jauh dari kesantunan budaya Melayu. Karena memang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku,” katanya lagi.

    Pengamat politik Universitas Riau ini juga mengkritik pemilihan diksi yang dipakai massa aksi seperti penyebutan “Syamsuar Gubernur Drakula” atau “Tangkap Syamsuar, Gubernur Koruptor”. “Itu sangat tendensius dan melukai hati banyak masyarakat di Riau. Pak Syamsuar itu Gubernur Riau, lho. Jadi tolong hormati marwah beliau sebagai Gubernur,” ujar Saiman Pakpahan lagi.

    Saiman  sekali lagi menegaskan bahwa aksi-aksi massa yang mengkritisi berbagai kebijakan dan permasalahan yang terjadi, tidak ada masalah.

    “Karena kita negara demokratis dan perlu partisipatif politik dan hak-hak pendapat masyarakat itu muncul ke permukaan. Tapi, tentu saja harus disampaikan dan diartikulasikan dengan cara-cara santun dan beradab. Itu yang kita kritik,” tegasnya.

    Kepada pihak-pihak yang ada di balik aktor gerakan tersebut, Saiman berharap mereka segera sadar. Karena apa yang mereka lakukan bukan cara yang benar dalam melakukan sosialisasi dan edukasi politik terhadap masyarakat Riau.

    “Kalau ingin membangun Riau secara komprehensif, mereka mestinya sadar. Berikan kesempatan kepada Pak Gubernur Syamsuar menyelesaikan pekerjaan rumahnya yang dijanjikan dalam Pilgubri kemarin selama lima tahun,” ujar Saiman.

    “Kenapa harus diganggu-ganggu dengan gerakan-gerakan kelompok kepentingan yang tidak jelas itu?” kata Saiman lagi balik bertanya.

    Saiman sendiri menduga aksi-aksi yang terjadi belakangan ini sangat kental motif politiknya dan bukan soal penegakan hukum lagi.

    “Kala mereka bilang ini soal penegakan hukum, kenapa bansos yang dia bidik? Kenapa misalnya bukan kota Pekanbaru atau kota-kota lainnya yang terus-menerus dirundung masalah sampai saat ini. Kenapa Syamsuar yang hari ini notabene adalah Gubernur Riau yang jadi sasaran. Jadi (aksi-aksi) ini sangat kental dengan motif politik, bukan penegakan hukum,” tegasnya.

    Sementara jika aksi-aksi itu murni soal penegakan hukum, menurut Saiman, mereka mesti menyasar banyak pengguna anggaran yang lain di Provinsi Riau. “Tapi kenapa ini saja dan yang mereka sasar itu terus-menerus adalah Gubernur Riau?” tanya Saiman lagi.

    Karena itu, menurut Saiman, secara politik pemerintahan, sosial, budaya, dan sebagainya, yang sangat dilanggar oleh kelompok-kelompok aksi itu adalah persoalan etik.

    “Ketika mereka menyampaikan aspirasinya, kita tidak bungkam mereka untuk bicara. Silakan, karena itu adalah hak kelompok kepentingan untuk menyampaikan fikiran-fikiran mereka. Tapi, tolong hormati dan jaga marwah Gubernur. Itu Gubernur kita di Riau,” ungkap Saiman.

    Kalaupun misalnya mereka mau sebutkan tentang kasusnya di Siak, kata Saiman, mestinya disebutkan waktu itu Syamsuar sebagai bupati. Jangan disebut Gubernur Syamsuar. Sebab, Syamsuar sebagai Gubernur Riau, tidak ada urusannya dengan kasus kemarin tersebut. Semestinya mereka itu, kata Saiman, memilah-milahnya.

    “Jadi harapan saya terhadap aktor intelektual yang berada di belakang gerakan ini, aki (baca: baterai) intelelektualnya tolong dinaikan dikit, kalau mau main,” tegas Saiman Pakpahan.

    Ketika ditanya soal diksi-diksi dalam demo, misalnya penyebutan “Gubernur Drakula”  atau “Tangkap Syamsuar Gubernur Koruptor” apakah sudah memenuhi unsur pencemaran nama baik yang dapat dilaporkan ke penegak hukum, Saiman, menyarankan untuk meminta pendapat para ahli pidana.

    “Saya kira nanti bisa dilihat pasal-pasal delik aduan yang mengatur tentang pencemaran nama baik. Dan teman-teman di Fakultas Hukum lebih tepat untuk menanggapinya.” jawab Saiman.

    Bagi Saiman selaku pengamat sosial politik dan pemerintahan, dia melihat lihat yang dilanggar itu murni persoalan etik.

    “Jadi etika politiknya itu tak ada untuk mengartikulasikan kepentingan. Etika pergerakan publiknya itu tidak terbangun. Sehingga mereka melakukan gerakan membabi buta, sangat provokatif, mereka ingin publik segera terpancing dengan gerakan-gerakan mereka,” pungkas Saiman Pakpahan. (nb)


    Sumber: riau.siberindo.co



     
    Berita Terkini:
  • Disaksikan MenPAN-RB Tjahjo Kumolo, Gubernur Riau Hibahkan Tanah kepada ANRI
  • Kolaborasi Media dan Dunia Usaha Langkah Jitu Pulihkan Ekonomi
  • Polres Kampar Kembali Bekuk Pelaku Penjarahan Ratusan Perumahan Karyawan Perusahaan Sawit
  • Gubri Harap Alih Kelola Blok Rokan Berjalan Lancar
  • GAPKI Riau Sayangkan Polemik Ujian SD Disusupi Kampanye Negatif Sawit
  • Ujian SD Riau Disusupi Kampanye Anti Sawit
  • Pemprov Riau Salurkan Paket Sembako Untuk Masyarakat Tenayan Raya
  • Tingkat Kelulusan Siswa SMK di Riau Tahun Ini Capai 99,7 Persen
  • Gubernur Riau Siapkan Ruang Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 di Asrama Haji
  • Terpilih Aklamasi, Muhammad Andri Nahkodai Karang Taruna Provinsi Riau
  • DPRD Undang Dinkes se Riau serta Polda Riau Bahas Kesiapan Faskes Penanganan COVID-19
  • Wagubri Sampaikan Raperda Tentang Pertanggungjawaban APBD Riau TA 2021
  • Tidak Mencerminkan Budaya Melayu, Ketua DPP KNPI Minta Pendemo Gubri Syamsuar Minta Maaf
  • Saiman Pakpahan Sebut Ada Motif Politik di Balik Aksi Demo Gubri Syamsuar
  • Wan Abubakar Meradang Terhadap Aksi Demo yang ditujukan Kepada Gubernur Riau Syamsuar
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    4 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    5 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    6 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    7 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
    8 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    9 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    10 Kodim 0314/Inhil Gelar Lomba Cerdas Cermat Bela Negara (LCCBN)
     
    TRANS PILIHAN
    Minggu, 06/06/2021 - 20:56 WIB
    Gubernur Riau Siapkan Ruang Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 di Asrama Haji
    Sukseskan Vaksinasi Gotong Royong, RAPP Dukung Pemulihan Ekonomi Sektor Hutan Tanaman Industri
    Puluhan Karangan Bunga Berdatangan ke Sekretariat DPC Demokrat Pekanbaru
    Santer Isu Bakal Bertarung di Pilwako, Dua Anggota DPRD Riau Terlihat Hadiri Festival Rebana
    Agung Nugroho Tegaskan Seluruh Anggota Fraksi Demokrat DPRD Riau Dukung AHY
    BASAMO MAMBOLO NAGOGHI
    HUT Ke-71 Kabupaten Kampar Momentum Sejahterakan Masyarakat
    Kiprah Wartawan di Tengah Pandemi
    Virus Hoax Vs Virus Covid
    Ade Hartati: Vaksin Aman dan Tidak Ada Masalah Untuk Tubuh
    Kabinet Jokowi - Ma'aruf Amin di Reshuffle
    Enam Wajah Baru Menjadi Anggota Kabinet Indonesia Maju
    Bupati Terpilih Kabupaten Pelalawan Zukri Bersama Wakilnya Kunjungi Kediaman HM Harris
    Yulisman dan Agung Nugroho Resmi dilantik sebagai Pimpinan DPRD Riau
    RAPP dan APR Ekspor Kertas ke Berbagai Negara Senilai Rp23,75 T
    Gubernur Riau didampingi Pjs. Bupati Rohil Rudyanto Panen Melon di Taman Edukasi Pemerintah
    Pemkab Rohil Terima Hibah dari Kementerian ESDM RI
    Pjs. Bupati Rohil Rudyanto Ajak Masyarakat Menjadikan Kecamatan Sinaboi Daerah Penghasil Ikan
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved