www.transriau.com
20:25 WIB - Asisten I Setda Riau Lepas 21 Kontingen Pramuka Ikuti Peran Saka Nasional 2022 | 10:14 WIB - JNE Berangkatkan Pemenang Hadiah Umroh Lomba Content Competition dan Karyawan | 09:56 WIB - BRK Syariah Serahkan CSR Untuk 431 Pelaku UMKM di Kota Tanjungpinang | 20:28 WIB - Sebanyak 238 Pelajar MTsN 1 Bengkalis Ikuti Kompetensi Madrasah Indonesia | 07:40 WIB - Gubri Syamsuar Apresiasi Portal Media Center Provinsi Riau | 18:31 WIB - Gubri Kunjungi Maqari Quraniyah Madinatul Munawwarah
  Kamis, 29 09 2022 | Jam Digital
Follow:
 
Kisah Petani Limau Manis Kampar Bertahan di Masa Pandemi

Selasa, 01/09/2020 - 09:31:20 WIB
Para petani berfoto di lahan jeruk sebelum pandemi COVID-19
TERKAIT:
   
 

KAMPAR - Sekitar tahun 1980-an, Desa Teluk Paman Timur di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau telah menjadi sentra produksi jeruk. Limau Manis Kampar atau Limau Manis Kuok, begitu buah ini dikenal, sangat mudah ditemui di sejumlah ruas jalan lintas Kabupaten Kampar. Disebut Limau Manis karena rasanya yang manis meskipun kulitnya masih hijau.

Namun sayangnya, produksi buah kaya vitamin C ini sempat lesu akibat diserang penyakit Huanglongbing atau CVPD dan busuk akar. Kemudian sejak akhir tahun 2008, para petani setempat memulai kembali bertani jeruk dan ingin mengembalikan kejayaannya.

Salah satunya Lilit Leo Ardy (44) warga Desa Teluk Paman Timur, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Awalnya ia hanya memiliki lahan setengah hektar untuk berladang. Seiring banyaknya permintaan dan keuntungan yang diperolehnya dari bertani jeruk, ia saat ini memiliki lahan seluas 1,5 hektar.

Pemerintah Kabupaten Kampar sangat mendukung program budidaya Jeruk dan bertekad mengembalikan Kabupaten sebagai sentra produksi jeruk. Dukungan pun mengalir bagi para petani agar keberadaan buah ini tetap ada dan semakin berkembang. 

Lilik mengatakan pemerintah membantu bibit agar bisa dibudidayakan agar Desa Teluk Paman Timur dapat menjadi sentra jeruk. Keberadaan Limau Manis Kampar semakin dikenal. Namun tantangan baru pun kembali menerpa.

Adanya pandemi COVID-19 membuat petani sedikit kesulitan, mulai dari transportasi dan harganya yang mahal. Namun Lilit dan petani lainnya tak kehabisan akal untuk tetap bertahan. Ia memilih media sosial sebagai alat pemasaran. Beruntung, di saat pandemi ini, permintaan Limau Manis masih banyak dari masyarakat.

“Saya posting di media sosial, jika ada permintaan, saya langsung antar. Jadi tidak menunggu datangnya transportasi dan permintaan, tapi saya yang menjemput bola,” tuturnya.

Ia mengaku langkah pemasaran secara daring tersebut ia ambil ketika berdiskusi dengan perwakilan dari bagian Pemberdayaan Masyarakat (Community Development) salah satu perusahaan di sekitar desanya.

Perusahaan bernama PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) itu kemudian memberi pembinaan terhadap Kelompok Tani (Koptan) Air Terjun yang ia ketuai. Koptan ini sekarang berkembang cukup pesat dan sudah memiliki lahan seluas 40 hektar. 

Awalnya, Lilit mengisahkan tahun 2013, pihaknya memperoleh bantuan bibit sebanyak 700 batang termasuk pupuk dan alat pertanian. Kemudian di tahun 2017, RAPP kembali menambah bantuan bibit sebanyak 800 batang. Hal ini dikarenakan, Lilit dan 15 orang anggotanya menunjukkan perkembangan produksi limau yang kian hari semakin baik.

“Tahun 2018, tanaman kami kembali terserang penyakit, tapi RAPP tidak lepas tangan. Kami diberi pelatihan cara pengendalian hama dan penyakit tanaman Jeruk. Ini sangat membantu jadi kami terhindari dari kerugian. Tahun lalu, Alhamdulillah saya berhasil panen sebanyak 5 ton dengan keuntungan mencapai Rp50 juta,” terangnya. 

Lilit pun bersyukur menjadi salah satu mitra bina program CD RAPP. Selain meningkatkan perekonomian keluarga, ia juga mampu menunaikan ibadah Umroh ke Mekkah.

Senada dengan Lilik, petani lainnya, Mardelis (43) juga merasakan manfaat pembinaan dari program CD RAPP. 

“Biasanya kami panen 2 kali setahun. 1 kali panen bisa 2 hingga 3 ton limau. Untuk keuntungan sendiri bisa mencapai Rp10 hingga Rp15 Juta,” tuturnya.

Saat ini, Mardelis memiliki lahan seluas satu hektar. Ia menanam sebanyak 350 batang Limau Manis. Namun, tidak semua batang berhasil panen karena ada hal-hal yang tidak bisa dihindari, seperti banjir dan gangguan binatang.

“Tantangannya ya itu sekarang, kadang kalau musim hujan air sungai bisa naik, kadang ada juga yang dimakan monyet,” terangnya.

Selain bantuan bibit dan pelatihan, petani juga diberi pendampingan pengolahan lahan, kesempatan studi banding dan akses untuk bertemu dengan berbagai pihak, seperti pemerintah dan pelaku usaha lainnya. Kini, mereka telah menguasai pasar jeruk di wilayah Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi dan Pelalawan. 

Manajer CD RAPP, BR Binahidra Logiardi menjelaskan program ini sebagai bentuk kolaborasi dan dukungan terhadap pemerintah dalam hal ketahanan pangan. Melalui Program One Village One Commodity (OVOC) di mana desa tersebut menjadi komoditas unggulan, RAPP membantu para petani untuk bisa meningkatkan kualitas hidup mereka dari segi ekonomi. 

Program OVOC budidaya Limau Manis Kampar ini mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 nomor 1, 2 dan 4. 

"Melalui program agribisnis ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperoleh hak setara mengakses sumber ekonomi, serta meningkatkan akses terhadap pendidikan," pungkasnya. rls



 
Berita Terkini:
  • Asisten I Setda Riau Lepas 21 Kontingen Pramuka Ikuti Peran Saka Nasional 2022
  • JNE Berangkatkan Pemenang Hadiah Umroh Lomba Content Competition dan Karyawan
  • BRK Syariah Serahkan CSR Untuk 431 Pelaku UMKM di Kota Tanjungpinang
  • Sebanyak 238 Pelajar MTsN 1 Bengkalis Ikuti Kompetensi Madrasah Indonesia
  • Gubri Syamsuar Apresiasi Portal Media Center Provinsi Riau
  • Gubri Kunjungi Maqari Quraniyah Madinatul Munawwarah
  • Proklim Bikin Tanjung Medan Hijau dan Nyaman
  • JNE Bertanggungjawab Penuh Kepada Warga Terdampak Kebakaran di Cimanggis Depok
  • Afrizal Sintong dianugerahi Penghargaan Kepala Daerah Inovatif
  • Inisiasi Perubahan, Karyawan BUMN di Pekanbaru Beralih ke Skuter Listrik
  • Gubri Sambangi Muslim World League dan IsDB
  • Gubri Syamsuar Jajaki Kerjasama dengan Universitas Al-Azhar
  • Temui Dubes RI di Mesir, Gubri Paparkan Potensi Riau
  • Ketua Dewan Pers Wafat, Gubri Syamsuar Ucapkan Dukacita Mendalam
  • SKK Migas dan KKKS Optimalkan Produksi Migas
  •  
    Komentar Anda :

     

     
    TRANS TERPOPULER
    1 Prediksi Bakal Pasangan Calon Bupati Kampar 2017
    2 PT Sinarmas Turunkan 3 Helikopter Padamkan Karlahut di Riau
    3 Innalillahiwainnaillahi Rojiun..... Anggota DPRD Riau Rosfian Meninggal Dunia 
    4 Koramil 11/Pwk Kandis Berikan Penyuluhan Wawasan Kebangsaan Kepada Pramuka Pondok Pesantren
    5 Pengumuman Persyaratan dan Permohonan Beasiswa Pemprov Riau tahun 2016
    6 Babinsa 02/Rambah Sosialisasi Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara Sejak Dini
    7 Syiar Baitullah, Penyiar Radio Ini Bisa Umroh Gratis dan Raih Income Puluhan Juta Rupiah
    8 Ibu Hamil Dilarang Lihat Gerhana Matahari Total, Fakta atau Mitos, Ini Penjelasannya
    9 Sempena HUT ke-97 Damkar, Burhan Gurning: Armada Kita Siap Siaga
    10 Advetorial Pemprov Riau
    Pemprov Riau Akan Bangun 2000 RLH di Tahun 2016
     
    TRANS PILIHAN
    Minggu, 05/06/2022 - 19:55 WIB
    Koalisi Indonesia Bersatu Membawa Kesejukan Untuk Riau Lebih Baik
    PHR WK Rokan Luncurkan ProKlim di Riau
    Datuk Setia Amanah Kukuhkan Pimpinan LAMR
    Gubri Borong Anugerah Adinata Syari'ah 2022
    Riau Peringkat 1 di Sumatra, Investasi APRIL Terbesar
    Membangun Dari Desa, Apa Saja yang telah dilaksanakan Gubernur Syamsuar
    DPRD Pelalawan Sampaikan Aspirasi Masyarakat Dalam Paripurna
    Afrizal Sintong Terima Mandat Ketua DPD II Golkar Rohil
    Cegah Karhutla di Masa Pandemi
    PT RAPP Luncurkan Inovasi Holistik Program Desa Bebas Api di Siak
    Logo HUT Riau-64 Penuh Makna
    Memulai Karir di Pemerintah dari Penghulu
    Afrizal Sintong, Bupati Baru Rokan Hilir
    Gubernur Riau Siapkan Ruang Isolasi Mandiri Pasien COVID-19 di Asrama Haji
    Sukseskan Vaksinasi Gotong Royong, RAPP Dukung Pemulihan Ekonomi Sektor Hutan Tanaman Industri
    Puluhan Karangan Bunga Berdatangan ke Sekretariat DPC Demokrat Pekanbaru
    Santer Isu Bakal Bertarung di Pilwako, Dua Anggota DPRD Riau Terlihat Hadiri Festival Rebana
     
    Follow:
    Pemprov Riau | Pemko Pekanbaru | Pemkab Siak | Pemkab Inhu | Pemkab Rohil | Pemkab Kampar | DPRD Rohil | DPRD Pekanbaru
    Redaksi Disclaimer Pedoman Tentang Kami Info Iklan
    © 2015-2016 PT. Trans Media Riau, All Rights Reserved